Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Terakhir Kali


__ADS_3

Bila sampai Ana mengambil keputusan menggurkan kandungannya itu, Jelas sekali Keysha akan merasa kecewa. Semudah itu menurut Ana menggugurkan janinnya. Padahal janin itu tidak berdosa. Yang mempunyai dosa adalah orang tuanya. Kenapa melakukan hal yang sudah tau resikonya besar.


" Aku akan mencoba memberikan kesempatan sekali lagi untuk kau berubah demi anak mu mba. Namun bila kau tidak juga mengambil kesempatan ini, seumur hidup ku, aku tidak akan perduli lagi pada mu dan tidak akan menolong mu kembali. "


Keysha mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buah kepercayaan Alex. Dia meminta agar anak buah Akex itu membantu dia untuk menolong Ana yang sedang kesusahan.


" Kau lakukan tugas mu sebaik mungkin. Buatlah dia tidak curiga sedikit pun dengan apa yang akan kau lakukan. Bila dia tetap menolak dan tetap ingin berkerja di tempat ini, biarkan saja. Hanya kau berikan uang ini padanya agar dia bisa bertahan hidup di tempat ini. "


Keysha sudah memberikan perintahnya dan anak buah Alex segera melakukannya sekarang. Dengan perlahan dia mendekati Ana dan duduk di sebelah Ana.


Make up Ana juga sudah di perbaiki hingga wajahnya kembali menawan dan tidak ada menunjukan kesedihan disana.


" Apa kau malam ini sudah ada yang pesan? "


" Belum ada, apa anda mau saya temani? "


Ana merayu orang itu dengan agresif namun sebelum terjadi tidakan yang melewati batas, tangan Ana di ngenggam oleh orang suruhan Keysha.


" Apa kau sungguh tidak ingin keluar dari tempat seperti ini? Kau begitu cantik dan manis. Hidup mu akan jauh lebih berharga bila kau menjalaninya dengan lebih baik. "


" Aku suka pekerjaan ini. Apa kau sudah tertarik pada ku? "


Orang itu bingung harus bagaimana berbicara pada Ana yang terus menggoda dirinya. Dia juga pria biasa yang bila di sentuh begitu akan tergoda juga. Namun setiap dia ingin menikmati sentuhan tangan Ana, dia ingat akan betapa menyeramkannya Keysha bila dia sampai lepas kendali.

__ADS_1


Jadi sebisa mungkin dia mempertahankan kesadarannya.


" Apa kau tidak ingin mempunyai seorang pria saja yang akan menangging semua kebutuhan mu? "


" Tidak ada yang tulus di dunia ini. Semua akan mencari hal yang sempurna saja. Tidak akan ada yang perduli pada sampah sisa makan orang lain."


Perumpamaan Ana untuk menyebutkan dirinya sungguh membuat Keysha sedih. Namun dia juga kesal karena dia sebelumnya sudah memberikan kehidupan yang layak untuk Ana tapi di sia siakan oleh dia.


" Sungguh tidak ingin mempunyai seseorang yang tulus menjaga mu? Atau kau ingin melanjutkan hidup menjadi lebih baik lagi.. "


" Tidak ada kehidupan yang lebih baik dari tempat ini. Aku hanya harus menjual kecantikan aku dan tubuh aku saja untuk dapat uang. Walau kadang aku merasa jijik, tapi aku menikmatinya. "


Sudah cukup untuk Keysha. Jawaban Ana itu sudah menjadi akhir dari segala rasa ingin taunya selama ini.


" Dia memang tidak akan pernah bisa berubah. Biarlah dia melakukan apapun yang dia mau sekarang. Aku tidak akan perduli lagi. "


Begitu dia menyerahkan uang yang Keysha berikan tadi pada Ana, dia langsung pergi begitu saja.


Ana sempat kebingungan kenapa dia di berikan uang sebenyak itu hanya untuk menemani mengobrpl sebentar tanpa ada berhubungan intim. Namun kembali lagi Ana veroikir itu adalah keberuntungan untuknya.


" Dengan uang sebanyak ini, aku bisa melakukan apa yang aku mau. Aku akan melenyapkan mahkluk yang tumbuh di dalam perut aku ini, setalah itu aku bisa menggunakan sisanya untuk melanjutkan hidup. "


Ana masih pada pendiriannya untuk menggugurkan kandungannya itu. Dia tidak mau menanggung beban lagi dengan adanya bayi nanti. Apalagi ayahnya dia tidak ketahui siapa.

__ADS_1


Keysha melanjukan mobilnya menuju tempat balapan liar yang pernah dia datangi dengan Vince. Dia ingin mengeluarkan seluruh emosinya sekarang. Jadi dia ingin mengikuti balapan liar itu tanpa ada yang melarangnya.


" Kau sungguh kejam mba. Aku pikir kau benar benar ingin berubah dan menjadi wanita baik baik serta ibu yang baik untuk anak mu nanti, tapi ternyata kau memilih untuk tetap pada dunia mu yang buruk itu. Seberapa kuat pun aku mencoba membantu mu, tetap aku tidak akan bisa melakukannua bila kau tidak punya niat sedikit pun untuk keluar dari dunia mu sekarang. "


Keysha benar benar mengacau di tempat itu. Dia berkali kali bertanding disana dan unag hasil taruhan yang dia menangkan sama sekali dia tidak ada ambil. Keysha hanya ingin bersenang senang saja saat itu.


" Siapa dia? Setelah mengacau dan mengalahkan banyak orang di tempat ini, dia tanpa mengatakan apapun langsung pergi begitu saja. Sungguh tidak ada sopan santunnya sama sekali. "


Seorang pria yang menjadi idola baru di tempat itu mengomentari Keysha saat dia melihat kepergian Keysha dari sana. Namun di sudut tempat yang cukup gelap, ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan Keysha.


Di mulai dari kedatangannya hingga dia pergi tatapan mata itu tidak pernah lepas dari mobil yanv Keysha bawa.


" Menarik. Kali apa lagi yang membuat mu datang ketempat ini? "


Dia adalah Quenza. Dia mengambil alih tubuh Violla karena dia ingin bersenang senang di balapan liar itu. Apalagi sebelumnya Violla sedang sangat kesal dan marah pada David. Jadi Quenza msngambil kesempatan untuk keluar dan bersenang senang di sana.


" Cara mu mengendarai mobil sangat ku hafal. Kau tidak akan bisa lari dari aku Key. Aku akan menangkap mu sekarang. "


Quenza sudah bilang pada Keysha kalau dirinya juga tertarik pada Keysha sekarang. Namu Keysh tidak menganggap itu serius. Jadi dia masih mengabaikan keberadaan Quenza saat dia berusaha mendekatkan David pada Violla.


Keysha terus memacu mobilnya di jalan raya dengan kecepatan yang melebihi rata rata. Hingga dia sampai di sebuah danau buatan yang sangat sepi.


Keysha duduk disana sambil melamun dan memikirkan kembali kenapa dia begitu perduli pada Ana padahal dia hanya orang asing untuk dirinya. Ana yanv sudah berulang kali menyakiti dia, tapi Keysh tetap memaafkan Ana dengan mudah.

__ADS_1


" Pikiran ku benar benar sudah rusak sekarang. Aku sepertinya terlalu banyak mempunyai beban hingga aku sampai terlalu perduli akan keadaan orang lain di bandingkan dengan keadaan keluarga aku sendiri. "


Memang selama ini Keysha tidak pernah lagi menghubungi orang tuanya, karena menurut Keysha bila dia sampai bicara lagi dengan mereka, dirinya akan kembali lemah dan merasa tidak berarti lagi. Jadi selama ini Keysha hanya mengirimkan uang saja ke dalam rekening ibunya.


__ADS_2