
Keysha mesa menghindari tembakan yang di tujukan padanya dengan cepat dan langsung masuk kedalam mobilnya untuk menghindari baku tembak di tempat itu. Karena Keysha tau kalau akan ada orang tak bersalah yang akan terkena imbas dari kejadian itu.
" Siapa mereka? "
Keysja melajukan mobilnya dengan cepat dan dia tetap di kejar oleh mereka semua. Saat sedang mengemudi, Keysha menghubungi Alex untuk mencari tau siapa yang sudah mencari masalah dengan dirinya sekarang.
" Lex aku sedang di kejar saat ini. Bisa kau lacak keberadaan aku saat ini? Cari tau siapa yang ada di bali kejadian ini Lex. "
" Perlu bantuan?"
" Tidak. Aku akan bermain dengan mereka sebentar. "
Alex langsung mengerjakan apa yang Keysha minta. Dia mencoba mencari tau lokasi Keysha, tapi sepertinya ada yang sudah menghalangi dia untuk meretas cctv di sekitar tempat Keysha berada.
" Sial.. Key, sepertinya mereka meretas semua cctv di setiap tempat yang kamu lewati. Mereka sepertinya memang sedang mengincar kamu dan sudah memantau keberadaan kamu. Jadi kemanapun kamu pergi, mereka akan segera tau. "
Senyum menyeringai terbit di wajah Keysha dan dia dengan sengaja menggiring yang mengejarnya menuju lahan kosong.
" Aku akan menghadapi mereka saat ini. Kau tolong kirimkan beberapa orang ke apartemen aku untuk melindungi kak Julian dan mba Ana disana. Jangan sampai mereka terluka karena hal ini. "
Keysha bicara sangat santai tapi Alex menanggapinya dengan panik. Dia lupa kalau Keysha sekarang tidak tinggal sendirian lagi di tempat itu. Jadi dia harus memastikan keselamatan Julian dan Ana saat ini.
" Kau tenang saja. Aku akan menjaga mereka."
" Bila kak Julian dan mba Ana sampai mereka sentuh, aku akan pastikan semua yang terlibat dalam masalah ini akan mendapatkan bayaran yang setimpal. "
Nada suar Keysha terdengar dingin dan Alex yakin kalau saat ini aura Keysha sedang sangat berbeda. Aura Queen dengan wajah asli Keysha dia keluarkan dan itu artinya mereka tidak akan selamat dari jeratan Keysha.
Saat sampai di lahan kosong, Keysha keluar dari mobil dengan perlahan. Dia tidak memperdulikan musuhnya saat ini menggunakan senjata atau tidak. Yang jelas dia harus menyelesaikan dengan cepat.
" Punya nyali juga wanita itu. Dia berani keluar dan menghadapi kita begini. Sungguh luar biasa. "
Ucap salah seorang yang mengejar Keysha barusan. Sedangkan temannya, dia merasakan bahaya yang besar begitu melihat wanita yang mereka kejar berjalan perlahan mendekati mobil mereka.
__ADS_1
" Masih mau berada di dalam mobil? Mau aku ledakan dulu mobil itu agar kalian berani keluar dari sana? "
Merasa di remehkan, para penjahat yang mengejar Keysha langsung keluar dari dalam mobil dan bersiap menyerang Keysha dengan cepat.
" Jangan besar suara kau wanita manis. Kalau ada keinginan mu yang menjadi harapan terakhir mu, sebutkan sekarang dan kami akan memberikanya sebelum kematian mendekati mu. "
Keysha tidak ada menjawab apa pun, tapi langkahnya semakin mendekat dengan seringaian yang sangat seram di wajahnya.
" Kalian meninta aku mengatakan permintaan terakhir. Apa kalian sudah sangat yakin bisa menggores kulit aku ini? Sebelum bicara hal yang tak mungkin, seharusnya kau berpikir dulu. Kalian bahkan belum ada menyerang aku walau aku sudah ada dekat di hadapan kalian. "
Ucapan Keysha menyadarkan mereka kalau mereka dari tadi terlalu meremehkan musuhnta dan membiarkan musuhnya mendekati mereka saat ini.
" Sayang kalian menyadarinya di waktu yang sudah terlambat. "
Selesai mengatakan hal itu, Keysha langsung menyerang mereka dengan cepat dan memukul benerapa titik di tubuh mereka yang langsung bisa melumpuhkan mereka semua dengan cepat.
* Bug*
* Bug*
* Kretek*
Teriakan kesakitan dari mereka terdengar mengiringi pukulan Keysha. 5 orang pria berbadan besar saat ini sedang berbaring tak berdaya di tanah akibat pukulan Keysha.
" Kau, tadi mengatakan aku harus membuat permintaan terakhir bukan? Sekarang kenapa kau berada di bawah aku begini? Kau mau merasakan bagaimana sakitnya di siksa sebelum kematian? "
Keysha menduduki tubuh pria yang tadi bicara besar padanya. Keysha mendudukinya sambil mengarahkan sedotan minuman kearah mata dari pria itu. Hal ini jelas sangat menakutkan untuk pria tersebut. Karena hanya dia yang terluka paling ringan dari yang lainnya. Sedangkan teman dia yang lain sudah memintahkan darah dan meregang nyawa pelan pelan.
" Apa mau mu? "
" Kau menantang aku bukan? Aku mengabulkabnya. Aku hanya mematahkan satu tangan dan 1 kaki mu saja. Jadi kau seharusnya masih bisa melawan aku. Terus kenapa kau masih diam tak berdaya di bawah aku saat ini? "
" Wanita iblis. "
__ADS_1
" Kau menyebut aku wanita iblis. Namun kau berani mengusik wanita seperti aku. Sungguh luar biasa nyali mu. Kau mau tau tidak apa yang biasanya aku lakukan pada orang yang berani mengusik aku begini? Mau ku tunjukan? "
Keysha masih mengarahkan sedotan minuman itu kearah bola mata pria tersebut. Hingga ketakutan dalam diri pria itu menjadi sangat besar. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan melawan wanita yang seperti Keysha ini.
" Jawab aku. Siapa yang menyuruh mu? "
Pria itu tetap diam dan tak menjawab apapun. Membuat Keysha menghela napasnya dan berbicara lagi dengan Alex.
" Lex kau sekap seluruh kelaurga pria ini dan hentikan pengobatan anak laki lakinya yang ada di rumah sakit. "
Begitu pria itu mendengar apa yang Keysha ucapkan, barulah dia memohon pada Keysha agar mengampuni dirinya.
" Maaf nona.. maaf.. jangan libatkan keluarga saya. Saya mohon. Saya akan memberitau siapa yang sudah menyuruh saya. "
Keysha menyeringai karena merasa ada tamu tak di undang yang datang saat ini. Sepertinya orang itu benar benar ingin menyembunyikan dalang dari kejadian yang terjadi hari ini padanya.
Dengan gerakan cepat Keysha mengambil senjata yang di bawa oleh pria yang ada di bawahnya dan membidik tepat di tangan orang yang ingin menembak kearahnya.
" Akkkhhhh.. "
" Bila kau ingin bermain curang, seharusnya kau pilih lawan yang tepat. Aku bukan orang yang akan dengan mudah kalian kalahkan dengan cara murahan begini. "
Ucapan Keysha membuat pria yang berada di bawahnya ketakutan dan merasa inilah akhir dari hidupnya.
*Dor*
Keysha langsung menembak tepat di kepala orang itu saat dia mulai bangkit dan ingin menghampiri orang yang dia tembak di bagian tangannya.
" Bila kau mencoba lari, aku pastikan kau tidak akan pernah bisa berjalan lagi. "
Saat melihat orang itu hendak kabur, Keysha memperingatkan dirinya kalau dia tidak akan bermurah hati lagi dengan hanya menembak tangannya saja.
" Brengsek. Kenapa wanita ini bisa tau aku ada di sekitarnya. Seharusnya aku bisa menghabisi dia dengan sekali tembakan saja tadi. Sekarang apa yang harus aku lakukan bila sudah begini? "
__ADS_1