
Bermalam di mansion keluarga Williams adalah impian banyak orang. Apalagi di sambut dengan hangat oleh pemilik rumah adalah suatu keberuntungan untuk banyak orang. Namun hal berbeda di rasakan oleh Keysha. Dia merasa tidak nyaman berada di dekat keluarga Williams.
Bukan karena dia tidak menyayangi dan bersyukur dengan perhatian yang di berikan padanya. Hanya saja dia merasa tidak baik dekat dengan mereka semua. Dia merasa kecil dan tidak pantas berada di sekitar keluarga kaya raya itu.
Sebelum makan malam, Keysha berada di dalam kamarnya dan sedang menimang untuk menghubungi Julian. Bagaimanapun keputusan mengenai Ana yang Keysha ambil haruslah dia beritahukan pada Julian. Keysha tidak mau nantinya karena masalah Ana yang tidak tinggal dengan dirinya, membuat masalah dalam hubungannya dengan Julian.
" Halo... "
" Halo.. baru saja aku mau menghubungi kamu Key. Kamu sedang apa? Sibuk? "
" Di sini sudah mau jam makan malam kak. Namun ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dulu dengan kakak. Apa kakak sibuk? "
" Aku tidak pernah sibuk untuk kamu Key. Ada masalah apa? Apa yang mengganggu pikiran kamu? "
" Kak, mba Ana tidak tinggal lagi dengan aku. "
Julian tidak mengatakan apapun dia hanya diam. Begitu juga dengan Keysha. Setelah mengatakan hal tersebut dirinya diam untuk menunggu respon dari Julian. Lama Julian diam sampai akhirnya Keysha lagi yang berbicara.
" Apa kakak marah pada aku? "
" Kenapa aku harus marah Key, aku diam tadi sebenarnya memikirkan bagaimana keadaan kamu nanti setelah Ana tidak ada disana. Kamu akan sendiri tinggal di apartemen itu. Aku takut kamu kenapa kenapa. Untuk masalah Ana, aku yakin ada sesuatu yang membuat kamu akhirnya menyerah untuk dirinya. Bukankah dari dulu aku bilang kalau Ana bukan orang yang bisa di percaya? Tapi kamu selalu memberikan dia kesempatan. Jadi mungkin sekarang hal ini bisa di jadikan pelajaran olehnya untuk lebih tulus pada orang yang peduli padanya. "
Akhirnya Keysha merasakan lega di hatinya. Dia setidaknya sudah mengatakan hal tersebut pada Julian, walau belum sepenuhnya dia beritahukan.
" Key, boleh aku tau kenapa kamu mengambil keputusan ini? Apa dia berbuat sesuatu yang menyakiti kamu? "
__ADS_1
" Semenjak kakak pergi, aku tidak sempat berbicara dengan dirinya. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan dia. Aku sibuk dengan pekerjaan aku dan aku biarkan dia belajar di apartemen tentang bisnis. Namun ternyata semua hal yang aku lakukan untuk dia, masih dia rasa kurang. Dia mau aku memperhatikan dia secara penuh dan fokus aku harus pada dirinya. Karena dia tidak mendapatkan hal itu. Jadi dia membuat ulah dengan memanfaatkan apa yang aku kasi seenak hati dan berencana meninggalkan aku setelah dia mendapat semua yang dia mau. Keinginan dia itu di ketahui oleh Alex dan dia mengingatkan aku kalau aku seharusnya memberikan dan memanjakan keluarga aku daripada dia. Jadi aku meminta anak buah Alex mengusir dia dari apartemen dengan alasan apartemen itu sudah lama nunggak pembayaran. "
Julian hanya mendengarkan tanpa ada menyela sama sekali apa yang Keysha ungkapkan. Memang menurut Julian sifat Ana dari awal tinggal bersama mereka sudah tidak baik. Apalagi mengingat bagaimana Ana sebelumnya ingin membuat kesalahpahaman antara dirinya dan Keysha. Cuma karena perasaan iri saja. Namun Julian tidak bisa melakukan apapun karena tau Keysha masih menginginkan Ana tinggal bersama mereka.
" Key, sekarang kamu tinggal sendirian disana, apa itu akan baik baik saja? Apa sebaiknya aku kembali saja kesana? Aku tidak mau kamu kembali seperti dulu lagi. Makan tidak teratur dan waktu istirahat juga tidak cukup. Aku khawatir pada kamu Key. "
" Aku tidak apa kak. Sekarang banyak orang yang bersama dengan aku. Mereka menjaga aku dan tulus menyayangi aku. Hanya saja, rasa sayang yang aku dapatkan dari mereka membuat aku merasa tidak pantas menerimanya. Aku takut mengecewakan mereka. "
" Siapa yang kamu bicarakan? "
" Keluarga Williams. "
Julian langsung diam dan tidak berbicara lagi. Ini yang dia takutkan. Kedekatan Keysha dengan keluarga itu, rasa nyaman Keysha karena perhatian dan perlindungan mereka tersebut, sudah pasti akan menggeser posisi dia di hati Keysha. Julian takut Keysha akan jatuh cinta pada David nantinya. Walau Keysha mengatakan kalau David tidak menyukai wanita, tapi Julian dapat merasakan kalau David menyukai Keysha.
" Kak.. "
Dari perkataan Julian Keysha tau ada kecemasan disana. Rasa tidak percaya diri Julian kembali muncul saat dia bercerita mengenai keluarga Williams.
" Bodoh, seharusnya aku tidak bercerita mengenai hal ini. Harusnya aku bisa menahan diri untuk mengatakannya pada kak Julian. Sekarang kalau dia merasa tidak percaya diri lagi gimana? "
Pikiran Keysha kacau begitu mendengar tanggapan Julian. Dia takut untuk berbicara lagi pada Julian tentang dirinya yang sekarang menginap di kediaman keluarga Williams.
" Key, bila suatu saat nanti kamu menemukan orang yang memang bisa menjaga dan melindungi kamu serta membahagiakan kamu, bisakah aku tetap dekat dengan kamu dan menjadi kakak untuk kamu? Aku tidak punya siapapun di dunia ini sekarang. Apa aku masih bisa mendapatkan hal itu? "
" Kak, apa kakak masih tidak percaya kalau aku tidak akan pernah berpaling dari kakak? Aku sudah bilang, aku akan menunggu kakak. Aku tidak butuh orang yang kaya dan memiliki kekuasaan untuk bersama aku. Aku butuh orang yang bisa membuat aku nyaman. Orang yang aku anggap rumah untuk aku beristirahat. Orang yang selalu bisa menjadi tempat aku bersandar saat aku lelah. Kakak tau apa arti dari perkataan aku bukan? Kita pernah membahasnya dan jangan berpikir terlalu berat lagi. "
__ADS_1
Helaan napas dari Julian terdengar jelas oleh Keysha. Keysha yakin saat ini pikiran Julian juga sedang tidak baik baik saja setelah dia membicarakan mengenai keluarga Williams.
" Aku hanya punya kamu Key. "
" Aku akan selalu menjadi milik mu kak. "
Sambungan telpon itu langsung di matikan tanpa ada kata lain lagi. Keysha hanya menghela napasnya saja begitu telponnya terputus.
" Seharusnya aku tidak membicarakan tentang keluarga Williams tadi. Untung aku tidak mengatakan kalau aku menginap di tempat ini. Kalau sampai aku tadi bilang, aku yakin kak Julian semakin sedih disana. Pikiran buruknya pasti akan terus menyuruhnya untuk menjauh dari aku. "
*Tok.. Tok.. Tok.. *
" Key, Boleh aku masuk? "
" Kenapa Dav? "
Keysha hanya membuka pintu tanpa membiarkn David masuk kedalam kamarnya.
" Makan malam sudah siap. Ayo makan bersama."
" Dav, apa sebaiknya aku pulang saja? "
" Kenapa? "
" Tidak.. Ayo makan bersama. Lupakan apa yang aku bilang. "
__ADS_1
Keysha berjalan mendahului David untuk menuju meja makan. Sedangkan David menatap Keysha dengan pandangan yang sulit di artikan.
" Sekarang apa lagi yang membuat kamu begini Key? "