
Keysha meluai serius lagi namun dia tidak ada berusaha memimpin pergerakan mereka. Keysha hanya berjalan biasa dan sesekali melakukan komunikasi dengan David untuk melewati beberapa jebakan yang ada di tempat itu.
Disaat mereka sudah semakin dekat dengan tempat Charles berada, Keysha menghentikan langkahnya.
" Dav, minta anak buah mu mengaktifkan bom di tempat ini dalam waktu 45 menit lagi. Aku mau semua tak tersisa malam ini. "
" Hemm.. aku tadi sudah menyuruh mereka mengaktifkannya 1 jam lagi. "
Ternyata rencana David dan Keysha sama. Mereka tidak suka menyisakan apapun saat sedang melakukan penyerangan.
" Om, bagaimana penyelidikan om, apa sudah ketemu dimana mereka saat ini bersembunyi? Kenapa anak buah om tidak bisa menemukan mereka? "
" Sabar.. om sedang berusaha. Om sudah bilang wanita itu bukan wanita biasa. Kau yang tidak percaya. "
" Tetap saja dia seorang wanita, om sebagai pria pasti bisa mengalahkanya."
Obrolan antara Vanesa dan Charles di dengar oleh Keysha dan David. David mengernyitkan alisnya karena tidak paham maksud dari pembicaraan itu. Namun Keysha yang sudah tau siapa yang berbicara dan siapa yang di bicarakan hanya menghela napasnya saja.
" Mau masuk sekarang? "
" Aku ingin mencari Sasa dulu. Ayo kita lanjutkan. "
" Aku mau bermain dan menyapa mereka sekarang. "
Dav menarik tangan Keysha saat mendengar keinginan Keysha. Dia tidak mau membiarkan Keysha melawan mereka saat ini. Karena kemungkinan anak buahnya belum selesai melumpuhkan anak buah Charles.
" Key, tunggu sebentar. Saat semua anak buah Charles sudah di lumpuhkan, baru kita bisa menyerang mereka. "
__ADS_1
Keysha tersenyum dan menepuk bahu David dengan pelan.
" Dav, apa kau takut? Kita datang untuk melakukan penyerangan ini, jadi tidak ada salahnya kita membuat keributan dan berolah raga sedikit di tempat ini. Aku bukan tipe yang suka menyerang diam diam. "
David tau maksud Keysha dan akhirnya menganggukan kepalanya. Mereka berdua mendekati tempat dimana sumber suara Vanesa dan Charles berada dan begitu sampai di depan kamar itu, tidak ada obrolan yang terdengar. Keadaan sepi namun Keysha yakin mereka masih ada di dalam sana.
" Cklek. "
Pintu ruangan itu Keysha buka dengan santai dan di depan matanya dia di suguhi pemandangan yang menjijikan antara keponakan dan pamannya sendiri.
" Waaahhh ternyata kalian sedang melakukan kegiatan ini di dalam. Aku pikir kalian paman dan keponakan kandung. Kenapa kalian berani melakukan hal seperti ini padahal kalian mempunyai hubungan darah? "
Charles dan Vanesa yang kaget saat pintu ruangan tempat mereka bercumbu terbuka itu, akhirnya dengan cepat memisahkan diri. Padahal mereka baru saling menyentuh saja belum sampai pada inti permainan mereka.
" Siapa kau? "
Charles semakin kaget saat David muncul dari belakang Keysha. Wanita yang dia cari cari untuk di habisi datang sendirinya kedalam markas dia bersama dengan musuh dari kekasihnya.
" Dimana Kekasih mu Charles? Aku ada urusan dengan dia. "
Charles tidak menyangka kalau hari ini dirinya akan kedatangan tamu seperti ini. Dia tadi sudah waspada saat melihat kebakaran di markas palsunya. Namun kewaspadaan dirinya hilang saat dia di goda oleh Vanesa untuk di berikan kenikmatan.
" Brengsek.. beraninya kalian masuk kedalam sini. Aku akan pastikan kalian tidak akan bisa keluar hidup hidup nanti. "
Ucapan Charles tidak di hiraukan oleh Keysha. Karena saat ini tatapan mata Keysha hanya terkunci pada Vanesa saja. Vanesa yang melihat Keysha sudah berada di depannya langsung bergetar ketakutan. Entah karena apa, tapi dia merasakan hal yang menakutkan dari Keysha saat ini.
Dengan perlahan Keysha masuk kedalam ruangan itu tanpa peduli dengan ucapan dan ancaman Charles pada dirinya dan David. David yang melihat Keysha mulai mendekati targetnya dengan sigap dia harus melindungi Keysha.
__ADS_1
" Hei.. jangan maju atau kau akan aku tembak sekarang. "
Ancaman Charles dengan dirinya yang sudah mengacungkan senjata pada Keysha tidak dia perdulikan sama sekalai. Keysha tetap maju dengan mata yang terus menatap Vanesa. Tatapan Keysha seolah mengunci setiap pergerakan Vanesa saat ini. Maka dari itu Vanesa hanya bisa dia kaku di tempatnya.
" Berhenti! "
Keysha yang sudah berada tepat satu langkah di hadapan Charles itu mengalihkan pandangannya dan menatap kedalam mata Charles . Dia tidak lagi melihat kearah Vanesa. Seketika itu Charles diam kaku di tempatnya. Tatapan mata Keysha sangat tajam dan terlihat kegelapan saja di dalam sana. Entah kenapa perasaan takut itu mulai Charles rasakan hanya dengan melihat mata Keysha saja.
" Tembak.. tembak aku seperti yang kau mau. Jangan hanya sekedar mengucapkan ancaman saja bila sudah berhadapan dengan ku. Kau sangat ingin tau mengenai aku bukan? Sekarang cepat tuntaskan rasa penasaran mu dengan berhadapan langsung dengan aku. "
Keysha masih menatap mata Charles tajam sambil mengatakan hal seperti itu. David yang melihat perubahan emosi dari Keysha ini jadi terheran heran. Tekanan emosi yang Keysha berikan bisa membuat suasana yang seharusnya kacau menjadi hening seketika dan Keysha juga bisa menekan musuhnya dengan cara yang seperti ini.
" Aku semakin penasaran dengan kamu yang sebenarnya Key.. Kamu dengan sangat santai menghadapi mereka yang sudah siap menembak kamu. Apa kamu tidak takut sama sekali saat melakukan hal ini? "
David berkata dalam hatinya sambil terus memperhatikan apa yang Keysha lakukan dan tetap waspada dengan tindakan yang akan di lakukan Charles nanti. David tidak mau bila nanti tiba tiba Charles menembak Keysha dan melukai dirinya.
Sedangkan Vanesa yang berpikir tidak ada yang memperharikannya berusaha untuk mundur beberapa langkah dan ingin kabur dari tempat itu.
" Mau kemana Vanesa? Urusan kita belum selesai bukan? Kenapa kau ingin pergi di saat aku sedang bicara dengan om kamu? Tetap diam disana dan jadilah anak baik untuk menunggu aku. "
Ucapan yang keluar dari bibir Keysha terdengar sangat santai dan halus. Namun yang mendengarnya langsung merasakan hawa dingin yang menusuk kulit mereka. Ketakutan yang besar mereka rasakan saat mendengar perkataan Keysha ini. Bahkan David juga merasakan hal yang sama.
Ketenangan dan cara Keysha yang sangat santai menghadapi musuhnya seolah sudah menjadi bius untuk mereka semua di tempat itu. Dia sudah seperti pemangsa yang mengunci targetnya. Hingga tidak ada yang bisa bergerak saat ini. Bahkan seorang ketua dari Black Hold sendiri tidak bisa melawan Keysha sekarang.
" Kenapa kau diam Charles? Kau begitu penasaran dengan siapa aku bukan? Kau bahkan berani mengirimkan anak buah mu untuk melukai orang terdekat ku. Apa kau tidak mau langsung menghadapi aku saja saat ini? "
Tangan Charles yang memegang senjata tiba tiba lemas dan akhirnya senjata itu jatuh begitu saja ke lantai karena mendengar perkataan Keysha.
__ADS_1
" Tak. "