
Begitu Max pingsan, Keysha membiarkannya jatuh begitu saja di lantai tempat itu. Tidak ada niatan dari Keysha untuk membantu Max atau memindahkan Max yang sudah tidak sadarkan diri di lantai kotor tersebut.
" Key, kamu bisa tau? "
" Hemm.. aku perlu penjelasan. Namun tidak di tempat kotor ini. Ayo kita balik dulu. Untuk dia, biar anak buah mu yang lain menanganinya. "
Keysha membantu melepas ikatan tangan dan kaki Alex lantas membantu memapah Alex untuk keluar dari bangunan itu.
" Kalian bereskan sisanya. Untuk pria itu, jangan sakiti dia cuma kurung saja di tempat penyiksaan."
Dalam kelompok Alex, pasukan elit Alex hanya akan mematuhi printah dari Alex dan juga Keysha. Namun mereka sama sekali tidak tau kalau Keysha adalah Queen. Mereka hanya tau kalau Keysha sama seperti Alex.
" Key, kay tau aku ada di tempat ini dari siapa? Kenapa juga kau bisa sadar aku dalam masalah? "
" Entahlah.. "
Mendengar jawaban singkat Keysha itu membuat Alex sadar kalau saat ini Keysha sedang memikirkan hal penting lainnya. Jadi Alex memilih diam saja di dalam mobil dan nanti saat sampai di tempat tujuan Keysha membawanya barulah Alex akan bertanya.
" Lex, apa masalah mu dengan para pejabat pemerintahan itu sudah berakhir? "
" Maksud mu? Aku banyak mengambil kasus di pemerintahan. Masalah yang mana? "
Keysha kembali diam dan memikirkan kejanggalan yang dia dapatkan tadi saat mencari keberadaan Alex.
" Aku yakin kalau mobil tadi adalah mobil negara. Apa Max adalah orang suruhan mereka untuk mengambil rancangan itu? Hanya ini yang bisa aku pikirkan sekarang. Karena untuk apa juga Max melakukan semua ini kalau tidak di suruh oleh mereka. Bila memang Max yang menginginkan rancangan itu, setidaknya, Max pasti mempersiapkan segala macam kemungkinan yang akan terjadi saat penyekap Alex. "
Dengan segala pemikirannya akhirnya Keysha sampai di markas tersembunyi milik Alex. Begitu sampai, Alex menatap wajah Keysha yang masih terlihat sangat serius dari tadi.
" Key.. bisa kamu tolong aku keluar lagi? "
__ADS_1
" Anak buah mu akan membantu. Ada yang perlu aku urus saat ini. "
Keysha langsung meninggalkan Alex yang masih berada dalam mobil tersebut dan dia membiarkan anak buah Alex membantu Alex untuk menuju tempat istirahatnya. Alex harus di obati dan juga harus beristirahat saat ini. Maka dari itu anak buah Alex tanpa di perintah langsung melakukan tugasnya.
" Apa kalian tau kalau aku dalam masalah tadi? "
" Sebelum nona datang, kami tidak tau tuan. Nona datang dengan tergesa gesa dan setelah itu langsung meminta sebagian dari kami ikut dengan dirinya untuk menolong tuan. Maaf atas keteledoran saya. "
Alex mengangguk dia tidak mungkin menyalahkan anak buahnya dengan kejadian yang menimpa dia saat ini. Karena ini memang murni salahnya yang sudah terlanjur terjebak dalam permainan Max.
" Apa dia bercerita bagimana dia tau aku sikap disana? "
" Maaf tuan, seperti yang tuan tau, nona tidak pernah bicara banyak pada kami semua. Noba hanya datang dan langsung memerintah kami tanpa menjelaskan apapun. "
Lagi lagi Alex terdiam mendengar hal itu. Memang sifat Keysha selalu seperti itu pada anak buahnya. Tidak suka bicara banyak dan hanya akan mengatakan hal yang di perlukan saja.
" Baiklah.. kalian bisa keluar. Aku akan istirahat. "
Saat itu Alex mendatangi Max tanpa pengawalan sama sekali. Dia begitu percaya pada Max hingga berpikir kalau dirinya mendatangi Max saja tidak perlu bersama anak buahnya.
*Flashback on*
" Sayang, kamu datang.. "
" Tentu.. aku merindukan mu. "
" Kamu bisa saja. Lex, apa kamu akan selalu membawa anak buahmu saat bertemu dengan aku? Apa kamu terus mau memperlakukan aku seperti orang asing? "
Alex yang sudah sering mendengar keluhan dari kekasihanya itu hanya menjawab dengan senyuman saja. Dia sudah tidak mengajak anak buahnya saat bertemu dengan Max beberapa kali. Namun Max tidak mengetahui hal tersebut. Dia masih berpikir kalau Alex mengajak mereka.
__ADS_1
" Sudah beberapa kali aku datang tanpa pengawalan sayang. Kenapa kamu sepertinya sangat terganggu dengan kehadiran mereka? Padahal mereka sama sekali tidak ada mengganggu kita ditempat ini? "
Max yang mendengar kalau Alex sudah tidak mengajak anak buahnya beberapa kali saat bersama dirinya, melototkan matanya. Max pikir kalau hari ini akan lama tibanya. Tapi ternyata Alex sudah mempercayai dia sepenuhnya.
Max memutar otak agar rencanya dapat dia lakukan dengan cepat mengingat kalau anak buah yang dia kirim pada Alex sudah ditangkap oleh Alex. Jadi cepat atau lambat Alex pasti tau kebusukannya.
" Aku tidak nyaman saja bila ada yang mengetahui kalau aku selalu di datangi oleh pria yang di ikuti oleh pengawal. "
Nada sura Max sangat manja dengan tingkahnya yang selalu manja membuat Alex seringkali gemas pada dirinya. Disaat Alex ingin memulai melakukan aktivitas mereka yang seperti biasa, Max tiba tiba berdiri dan menghindari Alex.
" Kamu kenapa sayang? "
" Sabar dulu sayang.. Kenapa kamu selalu terburu buru begini? Aku mau kita menikmati waktu kita berdua mengobrol lebih lama dulu. Baru setelah itu kita olahraga ranjang. "
Alex tersenyum mendengar ucapan nakal kekasihnya itu. Max pergi meninggalkan Alex kedapur untuk mengambil minuman dan Alex hanya menunggu Max du sofa saja. Tidak ada kecurigaan apapun di hati Alex pada Max saat itu.
Padahal di dapur saat itu Max sedang menyiapkan minuman yang sudah di campurkan dengan obat pelemah otot untuk Alex. Efek obat itu selain membuat peminumnya tidak bertenaga, peminumnya akan tertidur pulas.
" Maaf Lex, aku tidak mau rencana yang sudah aku susun dalam waktu yang lama berakhir dengan kegagalan. Kau harus tau walaupun aku selalu menikmati saat bersama dengan mu, tapi tujuan aku tidak pernah berubah sedikitpun dari awal. Aku mau menyelesaikannya dengan cepat saat ini."
Begitu minuman selesai, Max membawakannya untuk Alex dan dirinya. Alex yang memang tidak menaruh kecurigaan pada Max langsung meminum minuman tersebut dan mulai merasakan efek dari minuman itu.
" Kau.. apa yang kau campurkan dalam minuman aku? "
" Maaf Lex.. kau jadi tahanan aku sekarang. "
Ucapan Max itu adalah yang terakhir di dengar Alex saat kesadarannya mulai menghilang. Begitu Alex tertidur, Max lalu membawa Alex menuju banguan kosong dan menunggu Alex sadar untuk menanyakan dimana rancangan yang dia inginkan.
" Bila kau bukan target dari mereka, aku pasti bahagia memikiki mu sebagai kekasih Lex. Kau begitu memanjakan aku. Namun sayang sekali kau telah menyinggung orang yang salah sebelumnya jadi aku tidak bisa mengharapkan bis bersama kamu. Kehidupan aku sudah di dukung olehnya dari dulu. Jadi aku harus balas budi saat ini. "
__ADS_1
* Flashback off*