Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Tinggalah Lebih Lama


__ADS_3

David menghela napasnya karena sikap ibunya yang terlihat sangat menyayangi Keysha. Dia tau, Keysha memang pantas untuk di sayangi oleh mereka semua. Hanya saja, bila sudah begini ibunya pasti sudah memiliki rencana sendiri untuk dia dan Vince.


" Aku belum tau siapa mereka dan apa alasannya menyerang Vince. Saat ini semua sedang aku selidiki. Aku akan pastikan mereka mendapatkan bayaran yang setimpal karena sudah berani mengusik keluarga Williams. "


Keysha mencoba menghubungkan beberapa kejadian saat David di serang sebelumnya dan juga penyerangan terhadap Vince tadi. Keysha melihat ada satu kesaman dari setiap penyerang itu, yaitu tato naga di leher mereka. Tadi Keysha secara tidak sengaja saat membidik orang di dalam mobil tersebut, dia melihat sebuah tato di leher orang itu. Ini bisa jadi perbuatan orang yang sama.


" Bukankah terlalu aneh kalau sampai mereka menyerang keluarga ini tanpa persiapan dulu? Bila mereka hanya melakukan semua dengan tindakan implusif begitu saja, aku yakin mereka sudah tau resiko kalau mereka gagal. Kalau berani menyerang dengan terang terangan begini bukankay itu artinya mereka sudah mempersiapkan segalanya dengan matang? "


Ungkapan Keysha itu membuat David dan yang lainnya berpikir keras untuk hal ini. Cara berpikir Keysha ini yang David selalu sukai. Kejutan yang selalu di berikan Keysha pada dirinya membuat dia tertarik pada Keysha. Namun Keysha begitu sulit untuk dia dapatkan.


" Apa yang di bilang Keysha benar Dav. Mereka pasti sudah merencanakan semuanya. Aku tidak tau kenapa mereka melakukan hal ini. Jangan sampai nanti setelah menyerang aku, mereka akan menyerang anggota keluarga yang lain. Nara misalnya. "


* Deg*


Mendengar nama Nara, barulah Keysha ingat akan ibu dari Nara. Hanya saja dia ragu, apa nanti Nara juga di targetkan oleh mereka karena Nara adalah anak dari wanita itu.


" Hemm aku akan segera menyelidiki segalanya."


David memperhatikan wajah Keysha yang sepertinya sedang berpikir. Dia ingin tau apa yang di pikirkan oleh Keysha saat ini. Pasti ada hal yang menarik lagi untuk dirinya.


" Aunty, maaf aku harus segera pulang. Teman aku sudah menjemput aku saat ini. Dia baru saja mengabari aku kalau dia sudah ada di depan menunggu aku datang. "


" Sebentar sayang, apa kamu tidak mau menyuruh teman kamu masuk dulu? Kapan kamu akan main kemari lagi? "


" Nanti kalau Vince memang mengajai aku untuk mampir lagi aunty. Karena Vince tidak pernah mau membawa aku mampir kemari. "

__ADS_1


Keysha sengaja melakukan hal itu agar cepat terhindar dari pembicaraan yang lainnya. Sedangkan Vince, dia sudah dua kali di jebak oleh Keysha dan di jadikan tumbal olehnya untuk selamat dari ibunya.


" Key, kamu sungguh membalas aku berkali kali lipat dari yang aku lakukan pada kamu. "


Vince hanya bisa menerima dengan pasrah perbuatan Keysha padanya. Dia tidak berani mengatakan yang sejujurnya karena dia tidak mau membuat Keysha marah pada dirinya lagi.


" Kalau kamu mau pulang, biar anak buah aku mengawal kamu selama di perjalanan Key. "


David mencoba menawarkan perlindungan pada Keysha dengan harapan jarak di antara mereka semakim menipis dan dia bisa seperti Vince yang dekat dengan Keysha.


" Terimakasi tuan, namun sepertinya itu tidak saya perlukan. Karena saya yakin kalau saya tidak mereka incar. Saya hanya orang biasa tidak mungkin menarik perhatian mereka. Saya permisi.. "


Penolakan Keysha membuat mereka semua tidak bisa memaksakan kehendak mereka pada Keysha. Akhirnya Vince mengantar Keysha keluar bersama dengan David untuk menemui Alex yang sudah menunggu dia disana.


" Key, kamu membuat masalah besar untuk aku. "


Vince menganggukan kepalanya dan harus bersiap menerima hukuman dari ibunya. Alex begitu melihat Keysha, dia ingin turun dari dalam mobil namun langkahnya terhenti saat melihat gerakan tangan Keysha yang menandakan dia tidak boleh keluar dari sana.


" Terimaksi sudah mengantar saya tuan."


" Keysha, bisakah kamu bersikap normal juga pada aku? Kamu bisa melakukannya pada Vince dan mommy. Kenapa pada aku tidak bisa? "


" Sampai jumpa lagi tuan. Vince aku pulang. "


Keysha tidak menanggapi perkataan David dan langsung masuk kedalam mobil Alex. Alex tanpa perintah langsung menjalankan mobilnya dan setelah jarak mereka agak jauh, barulah Alex bertanya mengenai kejadian yang sebelumnya menimpa Keysha.

__ADS_1


" Key, kamu tau siapa mereka? "


" Aku pikir mereka adalah musuh keluarga itu. Coba kamu cari tau tentang wanita itu dulu. Sepertinya dia dalang dari kejadian ini. "


" Hemm aku sedang menyelidikinya sekarang. Untuk rekaman cctv di tempat kejadian tadi, semua sudah aku bereskan dan mereka tidak akan melihat kamu di tempat itu. "


" Makasi Lex. Aku harus pulang sekarang. Apa bisa kamu langsung mengantar aku? Aku malas pulang sendiri. "


Alex mengemudikan mobilnya menuju apartemen Keysha tanpa mengucapkan apapun lagi. Karena saat ini Keysha sedang membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu.


Di mansion Williams, Vince sedang di marahi oleh ibunya karena sudah membawa Keysha kebut kebutan walau keadaan dalam bahaya.


" Seharusnya kamu itu bisa memikirkan cara lain selain membawa mobil dengan cepat begitu Vince. Kau membuat Keysha sampai ketakutan seperti itu. Apa kau tau itu berbahaya. Kalau dia tidak mau lagi dekat dengan keluarga kita bagaimana? Kau sungguh bandel jadi anak. Kapan kamu mau mendengarkan kata mommy? Kamu selalu saja melawan dengan alasan hobi kamu. Bila ada hal yang berbahaya begitu, kau bisa hubungi David atau daddy mu untuk minta anak buah mereka membantu mu. Jangan seperti ini. Kamu paham Vince William? "


" Yes mom. Maaf aku membuat anak kesayangan mommy itu ketakutan seperti tadi."


" Besok ajak Keysha datang kemari lagi karena mommy mau mengajak dia ke butik mommy. "


Vince memutar bola matanya malas. Dia tidak ingin menjawab apapun karena tau kalau semua keputusan itu ada di Keysha. Dia hanya tameng Keysha saja sekarang. Vince langsung meninggalkan ibunya yang masih berbicara itu dan langsung masuk kedalam kamar miliknya.


Begitu pintu terbuka, Vince mendapati ada David di dalam kamarnya. Dia sedang duduk santai di sofa kamarnya saat ini.


" Ronde kedua segera di mulai. Kau benar benar membuat aku dalam masalah Key. Besok aku akan menceramahi kamu. Kamu bahkan belum menjelaskan apapun pada aku. Namun aku harus menjawab banyak pertanyaan dari mereka sekarang. "


Vince masuk perlahan dan David menatap dia dengan lekat. Seolah Vince adalah mangsa dari David yang siap dia terkam sekarang juga.

__ADS_1


" Dav.. "


" Kamu mau menjelaskan langsung atau mau aku yang bertanya dulu? "


__ADS_2