Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Aku Mencintai Mu


__ADS_3

Keysha masih kaget dengan apa yang terjadi barusan. Dia menatap Julian dengan mata yang berkedip lucu menurut Julian. Hingga saat ini Julian tersenyum geli melihat tingkah laku Keysha yang tak percaya dirinya telah di cium oleh Julian saat ini.


" Key, aku mencintai mu Key. Maaf bila aku lancang menyukai kamu. Seharusnya aku sadar diri kalau kamu adalah penolong aku dan tak pantas aku memiliki rasa ini. Namun perkataan kamu tadi membuat aku ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini pada kamu. Kamu boleh percaya atau tidak dengan apa yang aku katakan. Namun kamu coba lihat ke arah mata aku sekarang, apa aku terlihat berbohong untuk mengakui hal ini pada kamu? Key, aku sungguh sangat mencintai kamu. "


Keysha mendapatkan serangan seperti itu merasa saat ini kepalanya sedang kosong. Yang ada hanya ungkapan perasaan Julian dan juga ciuman yang di lakukan Julian tadi pada dirinya. Tak ada hal yang lain lagi yang Keysha bisa pikirkan saat ini. Dia hanya bisa diam dengan bibir yang sedikit terbuka menatap kearah Julian.


" Key, apa kamu mendengar apa yang aku katakan? Tolong jawab aku Key.. "


Julian mengelus pipi Keysha dengan lembut sembari menanyakan hal itu pada Keysha. Keysha yang merasa semua adalah mimpi langsung menggelengkan kepalanya dan menepuk pelan pipi miliknya.


" Aku pasti terlalu capek saat ini. Hingga aku memikirkan hal yang bukan bukan. "


Gumaman Keysha cukup keras untuk di dengar oleh Julian. Julian sangat gemas dengan tingkah laku Keysha yang seperti ini hingga dia tidak dapat menahan dirinya lagi sekarang.


* Chup... *


Julian kembali mengecup bibir Keysha dengan lembut dan di lepas dengan sedikit ******* singkat.


Keysha melotot tak percaya dengan apa yang terjadi lagi. Dia tadi sudah berpikir itu hanya hayalan dia saja, tapi Julian malah mencium dia kembali dengan cara seperti itu.


" Kak.. "


" Aku mencintai kamu. Apa kamu juga mencintai aku? "

__ADS_1


Pertanyaan ini seolah menghipnotis Keysha hingga dia menganggukan kepalanya. Julian terseny bahagia saat tau kalau Keysha juga mencintai dirinya. Jadi cinta yang dia miliki tidak bertepuk sebelah tangan lagi.


" Oohh ya Tuhan.. ternyata kamu mencintai aku juga Key.. terimakasi sayang... Aku sangat mencintai kamu.... Terimakasi. "


Julian secara sepontan memeluk Keysha dan mengucapkan rasa syukurnya karena cintanya terbalas. Namun Keysha segera sadar dan mendorong tubuh Julian karena dirinya salah menjawab apa yang Julian katakan.


" Ma.. ma maksud aku, aku tidak mau. "


" Kenapa? Apa yang salah? Aku tau kamu memiliki rasa yang sama seperti aku. Lantas kenapa kamu menolak aku Key? Ada apa sebenarnya? "


" Kita tidak bisa bersama. "


Julian menarik napasnya dan menatap mata Keysha. Dia ingin tau apa alasan di balik penolakan Keysha pada dirinya ini. Apa yang mendasari keputusan Keysha saat ini.


" Oke jelaskan karena apa kita tidak bisa bersama."


" Kenapa kamu bisa bilang begitu? Kenapa kamu bilang diri kamu tidak pantas untuk aku? Apa ini hanya alasan klasik karena kamu memang tidak menyukai aku? Atau karena aku tidak layak untuk kamu? "


Semua pertanyaan yang di lontarkan Julian pada Keysha membuat dirinya merasa kacau dan terdesak. Akhirnya Keysha berteriak pada Julian untuk mengatakan kebenarannya.


" Aku janda.. janda.. Aku tidak pantas untuk kamu kak.. Kamu pantas mendapatkan wanita yang masih gadis. Aku tidak layak untuk kamu. Tidak ada yang special lagi di diri aku. Tidak ada yang bisa aku banggakan lagi untuk bisa bersanding dengan pria baik seperti kamu. Kamu paham itu? Aku sudah ternoda kak.. Aku kotor.... "


Keysha berteriak sampai Ana yang di dalam kamarnya pun mendengar apa yang di katakan Keysha. Ana merasa malu saat Keysha mengatakan kalau dirinya janda dan dia kotor. Lantas dia bagaimana? Dirinya sudah tidak suci lagi bahkan sebelum di nikahi. Semua sudah di renggut darinya sebelum dia mendapatkan pasangan hidup.

__ADS_1


Ana merasa sangat malu akan hal itu. Keysha yang statusnya sudah sah saja merasakan malu seperti itu. Sedangkan dia dengan tak tau malunya ingin merebut Julian dari Keysha hanya dengan bermodalkan kecantikan saja.


" Kau wanita yang sangat berbeda Key, aku tidak ada apa apanya di bandingkan kamu. "


Ana berkata begitu di dalam kamarnya sambil duduk termenung di atas tempat tidurnya.


" Hanya karena alasan itu kamu menolak aku Key? Kamu tau, aku tidak mempermasalahkan itu semua. Aku mencintai kamu bukan hanya karena fisik, tapi semua karena hati. Aku tidak peduli kamu masih suci atau tidak. Yang aku pedulikan hanya apa kamu mencintai aku atau tidak. Untuk status kamu yang sudah janda, aku tidak peduli. Bila kamu besuami baru aku peduli. Kamu paham itu? "


Julian menegaskan segalanya pada Keysha. Karena tolak ukur cintanya bukan hanya masalah kesucian saja. Namun memang karena nyaman dan sayang tulus pada Keysha.


Keysha sendiri mendengar jawaban Julian menjadi menangis tersedu sedu karena hal itu. Setiap pria yang dulu dia pacari setelah menjadi janda selalu mengatakan hal tersebut. Namun semua itu tidak terbukti. Karena mereka hanya mencari keuntungan saja dari status Keysha yang janda.


" Kamu tidak percaya pada aku? Aku yakin trauma kamu terhadap pria membuat kamu tidak percaya kalau aku tidak hanya melihat kamu dengan nafsu saja. Aku tulus mencintai kamu. Kamu bisa buktikan kalau aku tidak akan menyentuh kamu secara berlebihan bila kita belum sah menjadi suami istri nanti. "


Keysha menatap Julian dengan ragu. Apa yakin hal itu bisa terjadi? Karena Keysha sangat tau bila pria sangat besar keinginannya dan sulit untuk mengendalikan itu semua.


" Kakak yakin? "


" Percayalah. Aku tidak akan melanggar apa yang aku ucapkan pada kamu. Aku akan menjaga kamu dan melindungi kamu semampu aku. "


Keysha hanya diam saja tak menjawab apapun. Julian memegang tangannya dan berusaha menyakinkan Keysha dengan tatapan matanya. Walau Keysha ragu dan takut, tapi hatinya tidak bisa berbohong kalau dirinya juga mencintai Julian.


Ana yang tau kalau akhir pembicaraan mereka itu mendapat hasil yang bahagia, dia ikut tersenyum di dalam kamarnya.

__ADS_1


" Akhirnya mereka biasa saling mengaku perasaannya. Lagi pula di jaman sekarang hal yang di takutkan Keysha seharusnya dia tidak permasalahkan. Karena banyak wanita dengan status masih gadis tapi sudah tidak suci lagi. Seperti akunya contohnya. aku lebih jelek lagi daripada Keysha. Karena aku sudah tidak suci saat belum ada yang pernah memiliki. Semoga saja mereka bahagia selamanya setelah ini. "


Ana membuat harapan itu dengan sangat tulus untuk dua orang yang sudah menolong dirinya.


__ADS_2