
Begitu sampai di apartemennya, Keysha kaget karena Julian masih duduk di sofa menunggu dirinya.
" Kakak belum tidur? "
Keysha mengedarkan pandangannya dan melihat pintu balkon juga terbuka, yang berarti Julian tadi ada di sana untuk menunggu dirinya pulang. Keysha terharu dengan perhatian kecil Julian ini. Namun ada ketakutan juga di hatinya. Karena dia sadar kalau semakin dia nyaman, semakin berat juga resiko yang nanti dia dapatkan.
" Belum, kamu kenapa datang malam sekali?"
" Hemmm permbahasan pekerjaannya terlalu lama kak.. lagi pula tadi mereka terlambat. Sudahlah.. yuk istirahat. Besok aku ada kuliah juga. "
Mereka memisahkan diri menuju kamar masing masing. akan tetapi, saat sampai di kamar, Keysha mendapatkan telpon dari ibunya.
" Ibu.. ada apa lagi ini? "
Keysha menganggkat telpon itu dengan ragu, ada perasaan kalau pasti akan membicarakan hal biasa lagi nantinya tetapi tetap saja harapan untuk di sapa dengan hangat ada di hati Keysha.
" Halo.. "
" Untunglah kamu belum tidur Key.. Ibu mau meminta uang untuk biaya adik kamu yang katanya ingin sekolah untuk bahasa agar bisa berangkat keluar negri nanti. "
Tidak ada basa basi dan langsung pada intinya. Keysha tersenyum tipis mendengar semua permintaan ibunya itu. Apa ibunya tidak pernah berpikir kalau Keysha juga tidak mempunyai uang di negara orang dan hidup sendirian? Kenapa selalu dia yang harus mengerti orang lain dan mereka tidak mau mengerti keadaannya.
" Key.. kamu dengar ibu? Ini bayar pulsanya mahal Key. Kirim uangnya nanti ya.. ibu perlu 25 juta. "
__ADS_1
Sambungan telpon itu terputus begitu saja tanpa menunggu jawaban Keysha. Keysha hanya bisa menatap kosong kearah depan dan tidak melakukan apa apa.
" Apa begini cara kalian menyayangi aku? Kenapa tidak ada bada basi dari kalian untuk aku? tidak ada pertanyaan mengenai bagaimana kabar aku? atau apa aku sudah makan atau belum? Kuliah aku bagaimana? Kenapa kalian selalu mengabaikan aku? Sedangkan untuk uang, kalian selalu meminta pada aku . Apa aku kalian anggap bank? Bila kalian berpikir sedikit saja, kalian harusnya tau aku kemari bukan untuk berkerja tapi kuliah. Namun kenapa jadi seperti ini? "
Keysha duduk diam di tempat tidurnya. Keinginan dirinya untuk melanjutkan pekerjaan sudah tidak ada lagi. Keysha langsung membersihkan diri dan memilih tidur saja daripada memikirkan hal tersebut lagi.
Sedangkan di rumah Keysha, ibu Keysha sudah mengatakan iya pada adiknya Keysha untuk bersekolah di tempat itu.
" Ibu sudah telpon kakak kamu, nanti dia pasti ngirim uang. Kamu daftar saja di sekolah itu dulu. Kita tunggu uang yang di kirim sama kakak kamu nanti. "
" Untuk daftar perlu uang juga. Jadi kalau tidak ada uang aku tidak bisa daftar. Suruh dia kirim uang cepat. Pendaftaran itu di tutup sore ini. "
Ibu Keysha kembali mencoba menghubungi Keysha namun tidak di angkatnya. Hingga dia berualng kali menghubungi Keysha dan tanpa di angkat ada pemberitahuan kalau ada uang masuk sebanyak 25 juta ke rekening milik ibu Keysha.
" Halo.. bu.. "
" Kenapa Key? Uangnya sudah masuk. "
" Aku yang hubungi ibu, tolong jangan di tutup dulu. "
Keysha sambil menahan air matanya dia berbicara dengan ibunya.
" Bu.. apa kalian tidak ada pernah ingin tau bagaimana keadaan aku di negara ini? apa aku sehat? apa aku bisa makan? kuliah aku bagaimana? apa pernah kalian memikirkan aku? kenapa selalu menghubungi aku bila kalian memerlukan uang saja? kenapa tidak pernah berpikir bagaimana kehidupan aku di tempat asing tanpa ada bantuan kalian sama sekali? apa pernah aku meminta sesuatu dari kalian selama aku ada di negara ini? Kalian selalu meminta uang pada aku tanpa tau bagaimana cara aku mendapatkan uang. Apa aku anak mu bu? "
__ADS_1
Perkataan Keysha yang sambil menahan tangis itu membuat ibunya merasakan sesak di dada. Dia sadar kalau selama ini dia selalu memberatkan anak perempuannya demi memenuhi kebutuhan keluarga yang lainnya.
" Key.. ibu.. "
" Bu.. aku tidak sanggup bila begini terus. Tidak ada basa basi yang ibu katakan saat menghubungi aku. Apa aku punya uang atau tidak di tempat ini. Ibu tidak pernah bertanya akan hal itu pada aku. Ibu selalu mengatakan ibu perlu uang sejumlah sekian dan kirimkan cepat. Aku kemari untuk belajar bu, bukan berkerja. Walau aku berkerja, lantas apa aku terus bisa mendapatkan uang untuk aku kirim pada kalian? Coba ibu pikir dalam bulan ini sudah berapa uang yang ibu minta pada aku? apa itu wajar bu? "
Keysha sesegukan menangis sambil menghubungi ibunya. Sesak yang dia tahan selama ini dia keluarkan semuanya saat menghubungi ibunya ini.
Karena tidak ada jawaban apapun, Keysha akhirnya memutuskan sambungan telponnya dan menangis sekencang mungkin. Bahkan Keysha sempat berteriak karena dia merasa tidak sanggup lagi menahan sakit hatinya.
Di rumah Keysha, ibunya baru sadar akan kesalahan dirinya selama ini. Anaknya memang bukan berkerja di luar negri. Akan tetapi anaknya sedang sekolah disana dan dia tidak ada memberikan apapun untuk anaknya selama ada di negara lain. Keysha sebelumnya pergi hanya membawa pakaian saja tanpa ada membawa bekal apapun lagi.
Nasi sudah menjadi bubur dan semua tidak bisa di kembalikan lagi. Jadi ibu Keysha sekarang hanya harus berusaha tidak membebani anaknya lagi. Dia akan mengusahakan untuk mendapatkan biaya untuk kebutuhan rumah sendiri.
" Maafkan ibu yang terlalu bodoh ini Key. Ibu terlalu terlena dengan apa yang kamu berikan sampai lupa kalau sikap ibu keterlaluan pada kamu. Kami hanya berpikir kamu selalu punya segalanya dan kami jadi bergantung pada kamu."
Uang yang Keysha kirim untuk ibunya itu, tidak jadi di berikan untuk adiknya Keysha oleh ibunya. Dia tau kalau apa yang di inginkan adik Keysha ini tidak akan membuahkan hasil. Pasti selalu gagal dan berakhir hanya menghabiskan uang saja.
Keysha yang menangis di kamarnya seperti itu membuat Julian panik. Dia tidak tau apa yang terjadi pada Keysha hingga dia menangis kencang. Maka Julian tanpa permisi dia langsung membuka pintu kamar Keysha dan melihat Keysha sedang duduk di lantai sambil memukul dadanya.
" Key.. sudah.. Key.. stop.. kamu jangan memukul diri kamu begitu terus. "
Julian tanpa di minta memeluk tubuh Keysha untuk menenangkannya. Dia tidak bertanya apapun tapi matanya menatap hp Keysha yang berisikan no tlpn dari ibunya. Julian yakin ini pasti masalah lama lagi yang muncul.
__ADS_1
" Apa mereka tidak berpikir sebelum menyakiti hati anaknya? Aku tidak menyangka kalau masih saja mereka melakukan hal ini pada Keysha. "