
Merasa ada pergerakan di tangannya, Julian segera bangun dari tidurnya. Saat baru melihat ke arah Keysha, Julian mendapati Keysha sudah bangun dan sedang menatap ke arah dirinya.
" Pagi Key.. Bagaimana keadaan kamu? Sudah lebih baik? "
Julian memberikan sapaan selamat pagi pada Keysha dengan senyumannya. Tatapan lembut dari Julian membuat Keysha bertambah takut akan apa yang akan dia dengar dari Julian nanti.
" Hemm.. pagi kak.. Aku baik.. Aku tidak apa apa. Aku akan ke tpilet dulu untuk membersihkan badan sekarang. "
Keysha pergi ke toilet tanpa menunggu jawaban dari Julian. Hingga Julian yang melihat hal itu jadi mengerutkan keningnya. Dia merasa aneh dengan sikap Keysha saat ini.
" Kenapa kamu bertingkah begini Key? Apa ketakutan aku selama ini benar terjadi? Apa kamu sudah berubah sekarang? Apa kamu akan meninggalkan aku? "
Pikiran Julian hampir sama dengan Keysha. Alasannya lagi lagi halbyang sama. Komunikasi mereka yang tidak lancar. Mereka selalu memendam perasaan mereka masing masing. Jadi tanpa ada mengatakan apa yang ada di hati mereka, mereka tidak akan tau apa masalah yang di miliki satu sama lainnya.
Keysha di dalam tolilet hanya bisa duduk di atas kloset yang ada disana. Jantungnya berdebar membayangkan pertanyaan pertanyaan yang akan Julian tanyakan pada dirinya.
Selain hal itu, Keysha juga cemas memikirkan ekspresi wajah Julian nanti bila dia bicara Jujur pada dirinya.
" Apa kakak akan terima dengan semua alasan aku? Atau dia akan menjauhi aku karena aku tidak baik untuk dia? Kenapa kak Julian bisa sampai datang? Siapa yang sudah memanggil dia kesana? Tidak mungkin kak Julian tau secara tidak sengaja tempat itu sedangkan dia berada di Tiongkok sebelumnya. Aku harus menanyakan hal ini pada Alex. "
Keysha mandi walau dia tidak bisa mengenai sebelah tangannya dengan air dulu. Lukanya masih sangat baru dan masih sakit saat ini.
" Merepotkan.. kenapa harus terluka begini sih? Aku mandi jadi tidak leluasakan... "
Gerutuan Keysha di dalam toilet itu terus dia lakukan karena merasa gerakannya tidak bebas.
Sedangkan di dalam kamar, Julian masih menunggu Keysha keluar dari toilet untuk menanyai kejanggalan yang dia rasakan tadi.
" Aku harap apa yang aku pikirkan tidak sama dengan apa yang terjadi. "
Julian berharap harap cemas menunggu Keysha. Di luar kamar, tepatnya di ruang makan, Violla sekarang sedang duduk berdua dengan Alex untuk menikmati sarapan pagi mereka.
Anak buah Alex belum ada membawakan Keysha sarapan karena mereka takut mengganggu tidur dari Keysha dan Julian.
__ADS_1
" Kau sampai kapan akan berada di tempat ini? sepengetahuan aku, sekarang situasi di luar sana sudah aman untuk Mu. Lalu kenapa kau masih berada di tempat ini? "
" Kau mengusir ku? "
" Bila aku katakan iya, kau mau bilang apa? "
" Kau... "
Violla pagi pagi sudah berdebat dengan Alex. Alex sebenarnya hanya tidak suka saja melihat tibgkah laku Violla yang terlalu egois dan sombong. Jadi dia melakukan semua itu.
Disaat dirinya mendengar Violla ingin menguasai Keysha, disaat itu juga Alex tidak menyukai Violla. Sikap Violla yang begitu menurut Alex sangat merepotkan.
" Aku ingin tau keadaan Keysha dulu. Setelah aku melihatnya, aku akan segera pergi dari tempat ini. Tenanglah aku tidak akanengganggu mu lagi. "
" Yakin sekali kau berucap. Padahal kau hanya bisa membawa masalah saja untuk Keysha selama ini. "
" Hey.... "
Keysha menyela pembicaraan mereka setah dia keluar dari kamar untuk menghindari Julian. Keysha meminta Julian membersihkan badannya fulu sebelum mereka berbicara lagi. Jadi Julian menurut dan di saat itu Keysh mengambil kesempatan untuk keluar dari kamar dan menemui Alex.
" Key... bagaimana keadaan kamu? "
Violla langsung menghamoiri Keysha dan menarik sedikit tangannya untuk di ajak duduk berdampingan dengan dirinya.
" Aku baik baik saja. Kau bagimana? Apa kau terluka? Quenza membuat kau terluka kemarin? "
" Tidak.. aku baik baik saja. Tidak ada apapun yang terjadi pada aku. "
Perhatian Keysha padanya membuat Violla senang. Namun tidak dengan Alex. Dia takut Violla tidak akan melepaskan Keysha dan masih tetap terobsesi padanya.
" Kenapa kamu menatap kami begitu? Ada yang salah? "
" Tidak.. "
__ADS_1
" Lex, kak Julian bisa sampai di tempat kemarin, apa kau yang menghubunginya dan memintanya datang? Untuk apa kau lakukan hal itu? Kenapa kau harus menghubungi dia?"
*Gluk.*
Alex mulai berkeringat dingin di tanyai hal ini oleh Keysha. Sebelumnya dia tidak memikirkan apapun mengenai jawaban yanv harus dia berikan pada Keysha bila sampai Keysha menanyai dia tentang hal ini. Namun sekarang dia menyesal tidak menyiapkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Keysha.
" Itu.. anu.. Key.. sebenarnya.. "
" Apa aku tidak boleh datang ke negara ini dan menemui kamu Key? Atau kamu ingin orang lain yang datang dan membantu kamu kemarin? Kenapa aku tidak boleh di hubungi oleh Alex? Apa yang kamu sembunyikan? "
Melihat ketegangan yang terjadi di antara Julian dan Keysha, Alex berdiri dan segera menarik tangan Violla untuk menjauh dari tempat ini.
" Kemari kau. Biar mereka menyelesaikan masalah mereka berdua. Kau ikut saja dengan aku. Kita harus menjauh dari mereka saat ini. "
Keysha yang di tanyai begitu oleh Julian memilin ujung baju yang dia pakai. Dia takut mengatakan apa yang ada di pikirannya sekarang pada Julian.
" Key.. ada apa? Kenapa kamu diam saja? Apa ada hal yang sudah kamu sembunyikan dari aku? Apa aku tidak kamu harapkan untuk datang kemari menemui kamu lagi? "
Keysha menggelengkan kepalanya untuk menjawab apa yang di tanyakan Julian. Dengan perlahan, Keysha mengangkat kepalanya dan menatap wajah Julian yang dari tadi sedang menatap dirinya.
" Sebenarnya, aku hanya takut... "
" Takut? Takut apa? "
Julian bingung dengan jawaban yang di berikan Keysha. Karena Keysha menjawab setenagj setengah pertanyaan darinya.
" Kakak pasti sekarang melihat aku dengan cara yang berbeda setelah mengetahui sisi aku yang kejam begitu. Maaf selama ini aku menyembunyikan hal itu dari kakak. Aku sungguh tidak ingin sampai kakak melihat aku seperti kemarin. Namun aku tidak tau kalau Alex memanggil kakak untuk datang kesana. Jadi kakak akhirnya melihat keadaan aku yang sedang kacau kemarin. Bila memang menurut kakak aku bukan wanita yang baik dan ingin kakak jauhi, aku tidak apa. Aku tidak akan menahan kakak untuk tetap bersama aku. "
*Bug*
Dengan kuat Julian menarik tangan Keysha yang sehat dan memeluknya dengan erat. Julian tidak ada berpikiran seperti itu. Malah yang daribtadi dia pikirkan adalah Keysha yang sudah tidak ingin bersama dengan dirinya lagi.
" Tak akan pernah ada hal seperti itu terjadi. Selamanya kita akan selalu bersama. "
__ADS_1