Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Permaian Licik


__ADS_3

Keysha duduk diruangan rahasia yang hanya dia dan Alex yang tau tempat itu. Disana Keysha mencari cari berkas kasus yang seblumnya di tangani Alex yang berhubuntan dengan pemerintahan.


Begitu semua berkas itu di dapat Keysha, dia membaca satu persatu berkas tersebut. Semua data dari klien Alex tercantum dengan jelas di dalam sana. Bahkan hasil dari kasusnyapun di tuliskan oleh Alex.


" Untung dia menulis semua informasi dalm setiap berkas ini. Bila tidak, aku akan kerepotan dalam menyelidiki memuanya. Namun dari sekian banyak berkas ini yang mana yang bermasalah dengan Alex? "


Keysha terus membaca satu persatu berkas tersebut dan dia mulai mengingat ngingat kejadian yang sebelumnya terjadi.


" Munculnya Max, dan hilangnya anak buah Alex. Aku rasa ini kasus baru. Hanya saja, bila kasus baru, kenapa aku tidak tau apapun? Harusnya aku curiga bila kasusnya belum selesai. "


Keysha terus berguman sendirian sambil melihat lihat berkas ditangannya. Begitu dia sampai pada berkas terakhir yang di terima Alex, disana Keysha baru menemukan fakta kalau orang klien Alex merupakan saudara dari penjabat pemerintahan.


" Aku melewatkan hal ini. Lagipula kenapa Alex sampai tidak mencari tau dulu latar belakang kliennya? Aku harap dugaan aku tidaklah benar. Bila memang ini faktanya, sepertinya aku akan menghadapi masalah yang besar untuk membantu Alex. "


Keysha membawa berkas itu dan berjalan menuju kamar dimana Alex sedang beristirahat. Begitu Keysha masuk kedalam, Keysha melihat Alex yang sedang tidur di atas tempat tidurnya. Jadi Keysha hanya bisa duduk dan menunggu Alex bangun dulu baru berbicara dengan dirinya nanti.


" Masalah, masalah, masalah terus yang harus aku hadapi. Aku sungguh lelah dan ingin beristirahat. Namun tempat ternyaman aku untuk istirahat saat ini tidak ada di dekat aku."


Keysha melamun membayangkan kebersamaan dirinya dengan Julian dulu. Dimana saat itu Julian lah tempat ternyaman untuk dirinya beristirahat dari semua kegiatan yang dia lakukan selama ini.


Julian adalah rumah untuk Keysha pulang dan menjadi dirinya sendiri tanpa harus menggunakan topeng lagi.


" Aku merindukan mu kak... "


Gumaman lirih Keysha itu terdengar sangat sedih. Perasaan yang dia pendam selama ini seperti air yang berusaha dia bendung. Semakin haribair itu semakin banyak dan akhirnya meluap juga. Begitupun rindu Keysha pada Julian. Selama ini dia tahan rindu itu dan sekarang sepertinya dia sudah tidak bisa menahannya lagi dan berakhir mengungkapkan isi hatinya.


Keysha merogoh saku bajunya untuk melihat hp miliknya. Dia berharap Julian mengirimkan dirinya pesan sekedar untuk menanyakan kabarnya saja saat ini.


" Kenapa tidak ada juga pesan dari kamu kak? Apa kamu sudah melupakan aku? Atau kamu sangat sibuk saat ini? "


Keysha berpikir apa harus dia yang menghubungi Julian lebih dulu atau bagaimana. Keysha bimbang dengan keputusannya saat ini. Hingga sebuah suara mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


" Key.. "


" Oohh.. "


Keysha segera memasukkan hp milikny akembali ke dalam saku dan berjalan mendekati Alex yang sudah bangun dari tidurnya.


" Bagaimana keadaan mu? "


" Aku tidak apa apa. Aku sudah di obati dan sudah lebih baik. Sekarang boleh aku bertanya pada kamu Key? "


" Hemm.. "


Alex diam dulu sebelum bertanya karena pandangannya tertuju pada berkas yang sedang di pegang oleh Keysha.


" Apa kau mau menanyakan kenapa aku bisa tau kau dalam masalah? "


Alex hanya mengangguk sebagai jawaban atas ucapan Keysha. Dia masih memikirkan kenapa Keysha sampai membawa berkas klien miliknya itu.


Keysha tau apa yang ada di pikiran Alex jadi dengan cepat dia mengatakan hal tersebut. Dia juga harus segera menyelidiki semuanya.


" Tadi saat aku di rumah, tiba tiba saja aku ingat dengan dirimu. Aku mencoba menghubungi kamu untuk bertanya bagaimana perkembangan masalah yang kamu hadapi. Namun tak ku sangka kalau kau tidak bisa aku hubungi. Semua cara aku coba untuk menghubungi kamu tapi tidak bisa ya sudah aku yakin kau dalam masalah. Jadi aku mencari mu ke rumah kamu tapi seperti yang aku lihat di cctv rumah mu, tidak ada satupun orang disana. Lanjut aku memastikan keadaan di sana dengan melihat cctv rahasia yang kau pasang dan aku melihat kau keluar rumah dengan penampilab yang menarik dan rapi. Hingga aku simpulkan kau pergi menemui kekasih mu itu. Jadi aku lacak keberadaan kekasih ku dan aku menemukan dia berada di tempat tersebut. Aku yang memang tidak bisa percaya dengan dia, langsung menyuruh anak buah mu ikut aku untuk perfi ketempat tersebut dengan mengatakan kau sedang di sekap oleh seseorang. Namun aku tak menduga kalau ucapan aku benar adanya. "


Penjelasan Keysha yang singkat itu masih tidak di percayai sepenuhnya oleh Alex. Karena untuk apa Keysha sampai menanyakan mengenai kasus dia dengan orang pemerintahan kalau tidak ada hubungannya dengan penyekapan dirinya tadi.


" Apa lagi Key? "


" Haah? "


" Jangan pura pura begitu. Jelaskan semuanya. "


" Saat aku sampai di tempat itu, secara tidak sengaja aku melihat ada mobil negara yang memantau banguan tua itu dari jauh. Mobil itu pergi tak lama setelah aku sampai. "

__ADS_1


" Apa orang dalam mobil itu melihat kamu? "


" Aku rasa tidak. Jarak kami cukup jauh dan aku berada di tempat yang aman saat itu. Makanya aku bertanya apa kasus yang kamu terima selama ini masih ada yang belum tuntas? "


Alex berpikir kembali untuk masalah ini. Dia merasa semua berjalan normal dan tidak ada masalah apapun.


" Aku rasa semua sudah beres dan tidak ada masalah Key. "


Keysha menghela napasnya dan menyerahkan berkas yang dia pegang.


" Coba lihat verkas itu.Baca dengan teliti dan cari hal yang mencurigakan. "


Alex langsung membaca berkas tersebut dan sudah sampai 3 kali dia membolak balik kertas xisana namun tidak juga menemukan hal yang mencurigakan.


" Tidak ada. "


" Kau benar benar.... "


*Huuufffttt*


" Oke Lex dengar baik baik. Apa kau sudah menyelidiki keluarga dari klien kamu ini? Orang tua dari anak yang kamu selamatkan itu kamu sudah selidiki latar belakangnya? "


" Sudah. Semua aman. "


" Lihat saudara dari ayah anak itu. Disana datanya menyebutkan kalau saudaranya seorang pejabat tinggi di pemerintahan. Aku pikir di dalam kasus hilangnya anak itu ada hubungannya dengan perdagangan barang terlarang dan senjata api Lex. "


Alex yang dari tadi mendengarkan apa yang Keysha ucapkan langsung memukul tempat tidurnya dengan keras. Dia merasa sudah di bodohi dalam hal ini.


" Sial... ternyata mereka bermain licik dengan aku. Sepertinya mereka sudah dari awal menginginkan aku terlibat dalam kasus ini hingga mereka dengan mudah menyingkirkan saingan bisnis gelap mereka. "


Keysha hanya mengangukan kepala mendengar ucapan Alex. Dia juga berpikir hal yang sama sepertti Alex saat ini.

__ADS_1


__ADS_2