Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Hadiah untuk Keysha


__ADS_3

Keesokan paginya, Keysha dan Julian sudah siap untuk pergi berbelanja bersama. Keysha santai dengan pakaian casualnya begitu juga dengan Julian. Tanpa mereka sadari pakaian mereka ternyata senada hingga terlihat seperti pakaian couple.


" Key, apa nanti kita masih bisa pergi ke mall juga?"


" Kakak mau mencari apa lagi? "


" Apa kamu tidak mau main game? Anggap saja ini traktiran karena aku mendapatkan gaji pertama aku. "


" Sungguh? "


Senyum mengembang di wajah Keysha saat di janjikan akan di ajak bermain ke time zone oleh Julian. Sifat kekanak kanakan Keysha ini yang sangat di sukai oleh Julian selama ini. Karena dengan begini, Keysha terlihat lebih hidup lagi saat bersama dengan dirinya.


" Kamu bisa bermain sepuas yang kamu mau disana. "


Keysha dengan semangat mengendarai mobilnya menuju super market untuk berbelanja. Bahkan senyum di wajahnya tidak pernah dia lunturkan karena memikirkan dirinya akan di temani bermain.


" Kak belanjaan ini biar aku saja yang bayar. Aku tidak mau kakak banyak menghabiskan uang kakak untuk hal begini. "


" Key, dengar aku bilang aku akan meneraktir kamu, jadi aku akan melakukannya. Kamu tenang saja untuk hal ini, aku masih ada uang. "


Keysha menatap Julian lekat seolah bertanya apa benar uang yang dia dapat bisa di pakai belanja sebanyak itu?.


" Percaya pada aku, aku punya uang dan nanti aku akan jelaskan pekerjaan apa yang aku lakukan selain membuat video video itu. "


" Jadi kakak punya pekerjaan lain? "


" Tentu Key. Aku harus melakukan banyak hal agar tidak mengecewakan kamu nanti. Kamu memberikan banyak modal untuk aku memulai hidup aku yang baru. Jadi mana mungkin aku menyianyiakan semua hal itu hanya untuk bersemang senang saja. "


Keysha bangga dengan pemikiran Julian. Julian tipe pria yang pekerja keras dan sangat perhatian. Itu membuat Keysha sangat nyaman dengan Julian saat ini.


" Kalian pasangan yang romantis. Apa kalian baru menikah? Kalian terlihat sangat serasi bersama. "


Saat antre di kasir untuk membayar barang belanjaan mereka, mereka di sapa oleh ibu ibu yang juga menganter di sana. Perkataan ibu itu membuat Keysha dan Julian menjadi malu. Mereka tidak menyangka kalau ada yang memperhatikan mereka dan menganggap mereka pasangan. Jadi mereka hanya menjawab dengan senyuman saja.


" Key, apa kamu mau main sekarang atau kamu mau beli es krim dulu? "

__ADS_1


Keysha mengerutkan dahinya pertanda dia berpikir. Karena apa yang di tawarkan oleh Julian adalah hal yang sama sama dia sukai.


" Sudah ayo jalan. Nanti saja kamu berpikirnya. "


Julian mendorong Keysha begitu mereka sampai di mall. Kecanggungan yang mereka rasakan sebelumnya mereka abaikan saat sampai di mall tersebut.


Begitu melihat permainan, Keysha lupa akan keinginan dirinya membeli es krim. Dia langsung masuk kedalam untuk mencoba semua tempat permainan itu. Julian yang melihat prilaku Keysha hanya bisa menggelengkan kepala saja.


" Kamu sangat manis Key, sungguh bila aku boleh serakah, ingin sekali rasanya aku memiliki kamu juga. Akan tetapi kenyataan menampar aku dengan keras. Aku seperti tidak tau diri dan terimakasi karena kamu sudah menolong aku selama ini. "


Perasaan kagum yang Julian rasakan pada Keysha dia akhirnya sadari kalau itu adalah cinta. Julian pahan bila rasanya tidak boleh tumbuh terlalu besar karena perbedaan mereka yang cukup jauh. Namun, hati yang sudah memilih tidak bisa dia hentikan lagi.


" Key.. kamu ingin mencoba yang mana? "


" Aku mau semua.. aku akan coba semuanya kak"


Keysha sangat semangat mencoba semua permainan sampai tidak mengetahui kalau Julian pergi untuk mencari sesuatu lagi di luar.


" Aku akan membelikan kalung yang bagus untuknya. Aku yakin dia akan terlihat sempurna dengan kalung menghiasi lehernya. "


Julian pergi ke toko perhiasan dan memilih satu kalung yang bermata berlian kecil satu. Kalung sederhana tetapi sangat cantik bila di pandang.


Julian benar benar memanjakan Keysha hari ini. Bila bisa dia ingin mengabadikan moment di saat mereka bersama dan menghabiskan waktu berdua.


" Aku harap kamu akan menerima kalung ini key"


Setelah mendapatkan hadiah itu, Julian kembali mencari Keysha dan menemani dia bermain lagi. Keysha yang sangat asyik bermain sampai tidak menyadari kalau Julian sempat pergi dari sisinya.


" Kamu sangat bersemangat Key.. apa tidak lelah?"


" Ahhh maaf.. apa aku terlalu lama bermain dan kakak capek? Ayolah kita pulang saja. "


" Key.. aku tidak ada mengatakan hal itu. Aku hanya bertanya apa kamu tidak capek? "


" Tidak.. Tapi jam sudah sangat siang. Ayo keluar kak.. kita harus pulang untuk memasak untuk makan siang kita. "

__ADS_1


" Kita bisa makan di luar. "


" Aku tidak mau. Tidak bebas. Ayo pulang. "


Keysha berjalan lebih dulu daripada Julian. Dia ingat kalau dirinya harus pergi meeting nanti dengan David, jadi harus menyiapkan makan lebih nanti agar Julian bisa memanaskannya saja saat malam harinya.


Sesampainya Keysha di apartemennya, dia langsung menata belanjaan dan memeriksa setiap notanya. Itu adalah kebiasan Keysha dari dulu hingga dia bisa memastikan kembali berapa uang yang telah dia habiskan dalam sekali belanja.


" Aku menghabiska banyak uang kakak Julian. Ini tidak boleh seharusnya. Aku tidak bisa menerima semua ini. Dia pasti perlu untuk memenuhi kebutuhan dia yang lain. Aku tidak boleh membebani. "


Julian samar samar mendengar apa yang di gumamkan oleh Keysha. Dia tidak menyangka kalau Keysha begitu takutnya menjadi beban orang lain. Padahal dia begitu ingin suatu saat nanti Keysha bisa tergantung padanya.


" Key, kamu mencemaskan hal yang tidak tidak lagi. Sudah sini biar aku bereskan semuanya."


Keysha tersenyum saja dan membiarkan Julian membantu dia membereskan belanjaan. Sedangkan dirinya menyiapkan makan siang mereka.


" Kak.. apa sungguh tidak apa aku nanti pulang agak malaman? Aku kawatir kakak kenapa kenapa. "


" Asal kamu ingat Key, aku pria. Aku juga sudah berlatih beladiri dasar. Walaupun tidak bisa seperti kamu, setidaknya aku bisa menjaga diri aku. Lagipula aku hanya akan ada di sini saja tidak keluar. Jadi apa yang kamu cemaskan? "


Keysha hanya takut saja terjadi sesuatu pada Julian tanpa sepengetahuan Keysha. Maka dari itu dia ragu meninggalkan Julian sendirian di rumah. Apalagi selama ini Keysha belum pernah pulang malam saat Julian sudah tinggal bersama dengannya.


Selesai makan siang bersama, Keysha yang ingin membersihkan tempat makan di tahan oleh Julian.


" Key.. aku ada sesuatu untuk kamu. Aku harap kamu suka. "


Julian mengeluarkan kotak kalung itu di depan Keysha dan membukanya di hadapan Keysha. Keysha yang baru pertama kali di berikan hadiah semahal itu menjadi kaget dan tak percaya. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kalung yang sangat indah sebagai hadiah.


" Kak.. ini.. "


" Ini untuk kamu. Aku pikir sangat bagus berada di leher kamu. "


" Tapi ini..."


" Jangan tanya harga lagi. Pakai saja Key.. aku ingin kamu memakainya terus. "

__ADS_1


Keysha benar benar bahagia dengan kejutan ini. Dia tidak bisa menahan air matanya saat menerima kalung itu.


" Apa aku akan terlalu egois bila berharap lebih? "


__ADS_2