
Kedekatan antara Keysha dan Julian tiga hari ini sudah sangat jauh berkembang. Tidak ada lagi nada cuek dan dingin dari Keysha pada Julian. Mereka berkomunikasi dengan sangat santai dan nyaman saat berdua.
Julian sengaja tidak ingin terlalu mengikut campuri semua urusan Keysha. Karena itu akan membuat Keysha tidak nyaman dan merasa risih dengan keberadaan dirinya. Jadi Julian hanya sebatas menemani Keysha bercerita dan mengerjakan semua kerjaan yang Keysha bawa pulang. Beberapa hari ini sempat Julian berpikir bagaimana cara istirahat Keysha . Karena Julian memperhatikan pekerjaan Keysha sangat banyak dan bila sudah berkerja, Keysha akan lupa waktu.
" Key kamu akan ke kampus hari ini? "
" Tidak kak.. Aku akan menghadiri pertemuan dengan dosen aku. Untuk pengajuan proposal yang waktu ini aku buat itu. Ada apa? "
Kondisi mental Julian juga jauh lebih baik saat ini. Itu di akibatkan oleh Keysha yang mau di ajak bercerita dan tidak pernah mengabaikan dirinya. Hingga dalam dua hari ini, Julian sudah berani membeli makanan atau apa yang dia perlukan sendirian keluar dari gedung apartemen itu.
" Aku berncana untuk keluar sebentar nanti. Apa kamu akan pulang malam nantinya? "
" Maaf kak.. aku tidak tau jam berapa aku akan pulang. Jadi bisakah kakak tunda dulu untuk keluarnya. Tunggu aku saja. "
" Aku akan keluar sendiri Key. Kamu tidak usah kawatir. Aku sungguh tidak apa apa. "
Keysha terlihat ragu untuk hal ini. Dia takut saat dia sibuk nanti, dia mendapatkan telpon dari orang untuk mengabari kondisi dari Julian.
" Percayalah. Aku akan menjaga diri dengan baik. Aku perlu membeli sesuatu saat ini. "
Keysha memang memberikan beberapa uang untuk Julian membeli beberapa alat keperluan dia untuk membuat konten di yang akan dia upload. Jadi itu yang akan di pakai oleh Julian untuk membeli barang saat ini.
" Baiklah. Kakak harus menjaga diri dengan baik. Dan gunakan saja hp aku ini dulu saat keluar nanti. Aku sudah membawa hp aku yang lagi satu. Bila ada telpon dari nomor negara kita, jangan di angkat. Itu dari orang tua aku. Aku tidak mau mereka menanyakan banyak hal pada aku nantinya. "
__ADS_1
Julian paham dengan semua pesan dari Keysha. Dan setelah sarapam itu mereka kembali kekamar masing masing untuk bersiap..
Keysha berpenampilan berbeda kali ini. Dia memakai pakaian semi formal dengan bawahan celana bahan yang membuat kaki Keysha terlihat semakin indah. Riasan wajah yang tipis dan memakai pewarna bibir sedikit menyempurnakan penampilan Keysha saat ini.
Bahkan Keysha tidak akan ada yang menyangka kalau dirinya adalah wanita yang dingin dan cuek dari penampilanya. Saat Keysha keluar dari kamar, Julian yang ada di ruang tamu melihat penampilan Keysha yang begitu menakjubkan. Dia bahkan terpesona dengan kecantikan wanita tersebut.
" Sangat cantik. "
Gumaman dari Julian samar samar di dengar oleh Keysha. Tapi tidak begitu jelas. Maka dari itu dia memastikan lagi apa yang di katakan oleh Julian barusan.
" Kakak bilang apa barusan? Aku tidak mendengarnya. "
" Ah.. bukan apa apa Key.. sudah mau berangkat?"
" Iya.. Aku pergi dulu.. "
" Bodoh kenapa aku sampai lupa diri begini. Dia Keysha. Dia orang yang sudah menolong aku dan memberika aku kesempatan untuk bisa memulai hidup baru lagi. Kenapa aku bisa melakukan hal seperti tadi. Aku sangat tidak tau diri dan tidak tau terimakasi. "
Julian akhirnya mengambil air di dapur dan meminumnya cepat. Dia ingin menyadarkan diri dan posisinya saat ini. Dia harus kembali fokus untuk mencari uang agar bisa meringankan beban dari Keysha.
" Aku harus berangkat sekarang. Semua harus cepat aku lakukan. Aku tidak mau sampai Keysha terus yang menanggung hidup kami di sini. Aku sebagai pria merasa tidak berharga saat di perlakukan seperti ini. "
Julian akhirnya pergi. Dia pergi kepasar yang menjual barang bekas dan ingin membeli beberapa barang yang basih bagus dan akan dia jual kembali nantinya. Hal ini bisa menguntungkan untuk dirinya bila dia menekuni semua kegiatan tersebut. Selain itu dia tidak bisa mengandalkan uang dari penghasilan online saja untuk sekarang. Karena itu akan sangat lama untuk bisa dia dapatkan.
__ADS_1
Sedangakn Keysha, dia sudah sampai di gedung perusahaan yang di katakan oleh mr. Karl untuk pertemuan mereka nanti. Keysha sudah menunggu di ruangan yang di sediakan di gedung itu dan tak lama kemudian mr. Karl akhirnya datang dan mncari Keysha.
" Keysha apa proposalnya sudah kamu revisi seperti perkataan saya? "
" Sudah pak. Saya sudah melakukan sesuai yang bapak katakan. "
Baru saja mereka berbicara begitu, terdengar suara ribut dari arah pintu masuk dan itu mengalihkan perhatian mereka berdua. Mr. Karl langsung berjalan mendekati orang yang datang tersebut dan ikut beramah tamah dengan orang tersebut. Sedangkan Keysha, dia memilih untuk membaca ulang lagi materi yang akan dia bawakan nanti di hadapan pemilik perusahaan itu.
Keysha sudah mencari tau kalau pemilik perusahaan W Coporation itu adalah orang yang sangat teliti dan juga mendetail dalam segala hal. Jadi Keysha hanya ingin memastikan materi yang dia akan sampaikan itu sama dengan proposal yang dia bawa.
" Keysha.. kemari. "
Panggilan dari mr. Karl mengalihkan pikiran dirinya dari pekerjaan dan segera menghampiri mr. Karl.
" Iya pak.. ada apa? "
" Key.. beliau ini adalah pemilik perusahaan ini. Dan kali ini beliau langsung yang akan menilai semua proposal pengajuan dari semua yang hadir di tempat ini. "
Keysha hanya menganggukan kepanya menghadap kearah dosenya. Dia sama sekali tidak ada melihat pemilik perusahaan itu. Sampai selesai mr. Karl berkata, barulah Keysha melihat pemilik perusahaan tersebut.
Keysha hanya menganggukan kepalanya saja sebagai sambutan dia pada pemilik perusahaan yang terlihat dingin, arogan dan sombong itu. Senyum yang Keysha berikan juga hanya sebatas formalitas saja. Dan hal itu mengejutkan untuk David William. Dia adalah pemilik perusahaan tersebut.
David berpikir kalau Keysha akan sama seperti wanita lain yang di ajak ketempat seperti itu dengan tujuan merayu dirinya agar mendapatkan proyek dengan mudah. Tapi saat bertemu ternyata Keysha sangat berbeda. Dia tidak menunjukan gerak gerik seperti wanita yang biasa dia temui. Tapi Keysha lebih seperti wanita elegan yang memang tidak mudah untuk di taklukan.
__ADS_1
" Siapa wanita ini? kenapa baru kali ini ada orang yang bisa mengabaikan aku begini. "
Pikiran David langsung teralihkan saat dia mendengar acara akan segera di mulai. Jadi dia mulai berjalan menuju tempat duduk yang sudah di sediakan untuk dirinya.