Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Proyek Pertama


__ADS_3

Keysha keluar dari toilet dan masih melihat Julian tersadar. Jadi dia mengkerutkan dahinya, karena dia merasa bingung kenapa Julian belum tertidur setelah meminum obat malamnya. Karena efek obat itu adalah untuk menenangkan pikiran dan bisa berisirahat denga tenang. Jadi seharusnya Julian saat ini tertidur pulas bukan malah masih menatap dirinya yang baru keluar dari toilet.


" Kenpa belum tidur? "


" Belum mengantuk. "


" Tidurlah. Aku ada kerjaan yang harus aku lakukan saat ini. Jadi tidak bisa menemani kamu bicara. "


Julian menatap Keysha dalam dia ingin tau mengenai hidup Keysha dan apa yang dia kerjakan. Tapi perkataan Keysha sebelumnya mebuat Julian mengurungkan niatnya. Dia memilih memperhatikan apa yang di lakukan oleh gadis itu.


" Tidurlah. Ini sudah sangat larut. "


" Kamu kapan akan tidur? "


" Aku akan tidur sebentar lagi. Setelah ini selesai. "


Julian tidak memperpanjang obrolan mereka lagi kerena tidak ingin mengganggu Keysha dan memperlambat jam istirahatnya. Jadi Julian benar benar tertidur saat ini.


Sedangkan Keysha, dia yang sedari kemarin belum tertidur itu juga merasa lelah dan mengantuk. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Karena proyek baru yang dia terima dari kenalannya tadi itu harus cepat dia buat dan agar nanti bisa meluangkan waktu lagi untuk pekerjaan yang di berikan oleh dosenya.


" Alex sungguh tidak berpikir sebelum mengambil kerjaan. Dia hanya melihat keuntungan saja tanpa tau betapa susahnya membuat program ini. "

__ADS_1


Tak lama setelah Keysha mengatakan hal itu, dia mendapatkan email dari Alex dan itu terpaksa di bukanya, karena dia mengira yang di kirim Alex adalah hal penting. Sedangkan saat di buka isinya hanya perkataan jahil Alex.


* isi email Alex. *


Hei... gadis dingin. Aku tau kau saat ini pasti sedang mengerjakan pekerjaan yang aku berikankan? Tapi kebiasaan kamu itu pasti sambil menggerutu tidak jelas. Dan aku sangat hafal akan perkataan yang keluar dari bibir tipis kamu itu. Kamu pasti bilang aku hanya melihat keuntungan saja dalam proyek ini. Tapi kau tidak akan berkerja bila tidak ada uangnya sayang. Jadi jangan menggerutu terus dan lanjutkan saja menyelesaikan programnya. Uang yang kamu dapatkan akan sangat setimpal dengan hasil kerja kamu saat ini.


Isi email menyebalkan itu, membuat Keysha ingin memukuli Alex saat ini juga. Mereka yang baru saja saling mengenal beberapa bulan terakhir ini, sudah sangat dekat dan seperti sudah sangat paham akan satu dengan yang lain.


Tapi hubungan mereka murni hanya teman dan partner kerja saja. Tidak ada hal special yang terjadi karena tipe kesukaan Alex itu bukanlah yang seperti Keysha. Tapi Alex suka yang berotot dan agak lemah lembut dari dirinya. Yah memang karena Alex seorang penyuka sesama. Tapi itu adalah hal yang wajar di negara tersebut. Karena disana mereka semua bebas mengekspresikan diri mereka.


Walupun tau akan hal itu, Keysha sama sekali tidak ada menjauhi atau menunjukan rasa tidak sukanya pada apa yang di jalani Alex. Keysha berpikir itu semua tergantunb orang yang menjalani. Bila mereka memang bahagia, dia tidak ada hak untuk menghakimi. Apalagi mereka baru saling mengenal. Setidaknya dengan begini, dia bisa nyaman dengan pertemanan mereka Karena dia tidak akan diperlakukan buruk oleh Alex nanti.


Ketakutan Keysha bukannya tidak beralasan, tapi sangat masuk akal bila merasakan takut di negara itu. Karena negara yang Keysha tinggali saat ini terkenal dengan kejahatan yang begitu banyak. Apalagi saat ini dia perempuan sendiri di negara orang yang sangat besar. Jadi Keysha harus lebih bisa menjaga dirinya.


Keysha melanjutkan pekerjaannya hingga waktu 3 dini hari. Karena dia lelah melihat laptop terus, akhirnya Keysha memejamkan matanya sebentar dan memasang alrm agar dia bisa bangun di waktu yang dia inginkan.


Sebelum Keysha memejamkan mata, dia melihat lagi kearah tempat Julian tidur untuk memastikan Julian aman. Barulah Keysha memejamkan matanya. Dia hanya akan tidur selama 2 jam saja. Karena dia harus mengerjakan tugas kamusnya setealah ini.


Sedangkan di rumah keluarga William, Vince sedang membayangkan betapa manisnya wanita yang dia temui di kampusnya tadi. Dia ingin bertemu dan berkenalan dengan Keysha nanti bila bertemu lagi. Dan ingin membuat Keysha menjadi miliknya.


" Karena kau sangat menarik, jangan salahkan aku bila aku menginginkan kamu untuk aku miliki saat ini. Aku akan tunjukan pesona yang tidak akan bisa di tolak oleh gadis manapun di negara ini. Pesona seorang Vince William akan membuat kamu takluk gadis asia. "

__ADS_1


Dengan sangat percaya diri Vince menargetkan Keysha untuk bisa menjadi miliknya. Tanpa dia ketahui di kepala Keysha sudah terbentuk tekad yang mengharuskan dia belajar dan berkerja saja. Tidak ada hal asmara yang akan dia jalani bersama orang asing di negara ini. Selain karena tekad itu, Keysha memang sudah tidak mempercayai laki laki lagi untuk sekarang.


Pengalaman masalalunya mengajarkan banyak hal untuk dirinya. Jadi untuk maslah asmara, hati Keysha sudah sangat beku dan sulit di cairkan kembali.


Vince memikirkan cara agar dia bisa bertemu lagi dengan Keysha di kampusnya. Tapi dia ingin hal itu seperti kebetulan. Dia tidak mau di curigai sudah menargetkan Keysha menjadi incarannya.


" Apa aku harus menyelidiki siapa gadis itu ya? aku baru tau kalau dia asisten dosen dan kuliah dengan 2 jurusan yang berbeda. Apa dia tidak pusing akan hal ini? Aku satu jurusan saja tidak mampu. Tapi dia... aahhh memang hanya gadis luar biasa saja yang bisa membuat seorang William tertarik"


Semalaman Vince hanya memikirkan Keysha saja. Hinga dia benar benar mewujudkan keinginan dia keesokan paginya. Pagi pagi sekali tidak seperti biasanya Vince sudah rapi dan siap untuk pergi ke kampusnya.


" uuuhuukk"


Nyonya Ana William yang sedang meminum teh di meja makan tiba tiba tersedak karena melihat lutra bungsunya sudah bangun pagi dan terlihat sangat rapi. Ini sebuah keajaiban yang terjadi di keluarga itu. Karena biasanya Vince paling sulit untuk di bangunkan di pagi hari.


" Apa aku bermimpi? apa yang merasuki anak itu bisa bangun sepagi ini? "


Tuan William dan David juga melihat Vince dengan tatapan tidak percaya. Mereka hafal betul bagaimana prilaku Vince selama ini jadi sekarang ini adalah hal yang baru di pandangan mereka semua.


" Ooohhh ayolah... kalian jangan memandang aku seperti itu. Aku hanya mau pergi kekampus pagi ini. "


" tiiing"

__ADS_1


suara sendok jatuh setelah Vince mengatakan tujuan dia pagi ini.


__ADS_2