Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bukan Julian yang Dulu


__ADS_3

Tinggal di kamar yang sempit dengan fasilitas seadanya membuat Revan dan kedua orang tuanya tidak betah tinggal berlama lama berada di temlat itu.


" Aku tidak kuat lagi. Hari ini ayo kita temui Julian untuk meminta uang agar kita bisa pindah dari tempat kumuh ini. "


Safira ibu dari Revan berkata demikian. Dia tidak bisa tinggal di kamar sempit itu lagi. Walau kehidupannya tidaklah bergelimang harta, tapi rumah mereka tidaklah sesempit kamar yang di sewa anaknya.


" Baiklah.. papa juga tidak kuat berlama lama tinggal di tempat ini. Ayo kita temui Julian hari ini."


Burhan juga setuju dengan ide istrinya. sekarang mereka hanya harus mencari cara agar bisa menemui Julian dan mendapatkan simpati dari Julian lagi.


Saat hari semakin siang, Burhan dan Safira sengaja membeli makanan untuk mereka bawa ke perusahaan Julian. Mereka akan berusaha bersikap baik dulu pada Julian agar Julian mau menerima mereka kembali.


" Permisi, saya mau bertemu dengan Julian."


" Maaf ibu, bapak, Julian siapa yang anda maksud? "


" Julian.... "


Saat akan menyebutkan nama Julian, dari arah lift Julian berjalan ingin keluar dari perusahaannya. Safira melihat hal itu dan segera menarik tangan suaminya agar berhenti bicara dan segera menghampiri Julian saat ini.


" Julian... lama tidak bertemu. "


Sapaan Safira membuat langkah kaki Julian terhenti. Dalam bayangan Julian sekarang, kejadian masalalu itu kembali beroutar di kepalanya. Namun sekuat tenaga dia menahan emosinya saat ini karena hal tersebut tidak baik untuk citranya saat ini.


" Ada apa kalian kemari? "


" Kami mendengar dari Revan kalau kamu berada di negara ini sekarang. Jadi kami datang sengaja ingin menemui kamu dan memastikan keadaan mu. Ini bibi bawakan makanan untuk makan siang mu. Makanlah nanti. "


" Kalian sudah melihat dan mendengar kabar aku. Sekarang oergilah. Aku masih banyak pekerjaan. Untuk makanan itu, bawalah pulang bersama kalian, karena aku yakin kalian pasti belum makan saat ini. "


Julian hendak berjalan lagi tapi Burhan menahan dirinya kembali. Rencana mereka tidak boleh gagal begitu saja untuk membujuk Julian sekarang. Setidaknya dengan mencari simpati orang orang akan membuat Julian mau menerima mereka kembali. Itulah yang di pikirkan oleh Burhan sekarang.

__ADS_1


" Paman merindukan mu nak.. Sudah lama kita tidak bertemu. Kenapa kamu jadi seperti ini? Apakah kamu tidak bisa meluangkan waktu kamu sebentar untuk kami? Kami keluarga kamu. "


Burhan bicara dengan wajah memelas dan ekspresi sedih di hadapan Julian. Bikannya kasihan, Julian mencibir pamannya tersebut.


" Keluarga? Sejak kapan? Sudah, jangan membuat drama di tempat ini. Kalian membuang buang waktuku saja. "


Tanpa memperdulikan apapun oagi, Julian langsung melangkahkan kakinya keluar dari perusahaannya tersebut. Burhan dan Safira mengepalkan tangan mereka saat tidak mendapatkan sambutan baik dari Julian saat ini.


" Anak itu sudah berani melawan sekarang. Dia sudah berani mengabaikan kita. Tunggu saja nanti, aku akan beri dia pelajaran. "


" Sudah, ayo kita pulang dulu pa. Dia tidak mungkin mau menemui kita hari ini. Kita harus memikirkan cara lain lagi untuk membujuk dia agar menerima kita. "


Mereka akhirnya pergi meninggalkan perusahaan itu dan langsung menuju tempat tinggal mereka. Julian yang berada di dalam mobil menghubungi anak buahnya untuk mengawasi setiap gerak gerik mereka agar dia tau semua yang akan mereka lakukan.


" Bila kalian berpikir aku masih bisa kalian manfaatkan, kalian salah besar. Julian yang dulu telah mati. Sekarang aku sudah mempunyai kehidupan baru dan tujuan baru. Tak akan aku biarkan parasit seperti kalian menghalangi jalanku kembali. "


Julian berkata begitu dalam hatinya. Selama perjalanan menuju tempat meeting tersebut, Julian gunakan untuk memikirkan rencana untuk menyingkirkan Revan dan orang tuanya dari sekitar dirinya.


Di mansion Violla, saat ini Violla dan Keysha sedang duduk berdua untuk membicarakan mengenai masalah Daren. Keysha di beritahu oleh Alex kalau Daren tidak sesederhana yang mereka kira. Keysha memang tau kalau Daren adalah orang kepercayaan dari Robert seorang pejabat pemerintahan. Namun Keysha tidak tau kalau Daren juga orang kepercayaan dari kelompok pengedar obat obatan terlarang.


" Apa yang ingin kamu bicarakan Key? "


" Aku mau bertanya mengenai Daren. Apa saja yang kamu ketahui tentang dia? "


" Aku sudah katakan pada kamu, kalau Daren itu orang kepercayaan dari Robert. "


" Apa ada yang lain yang kamu ketahui? "


" Tidak. Hanya itu. Apa ada masalah? "


" Dia ternyata orang kepercayaan dari kelompok pengedar barang terlarang. Aku tadi dapat informasi ini dari Alex. "

__ADS_1


Violla diam. Dia memikirkan cara untuk menghadapi orang orang itu. Karena di saat Daren mereka hukum, sudah pasti mereka harus menghadapi banyak orang setelah itu.


" Apa Quenza tau mengenai hal ini? "


" Dia tidak ada menuliskan apapun dalam buku tentang hal ini. "


" Bisa aku bicara dengan Quenza? Aku tidak pernah lagi bertemu dengannya setelah kehadian perkelahian kami. "


Violla mengangguk dan memejamkan matanya. Dia memanggil sisi lainnya dalam hati dan berharap itu bisa berhasil. Sedangkan Keysha memperhatikan sembari menunggu kemunculan Quenza.


" Aku baru tau hal seperti ini. Apa memang begini cara mereka saling bertukar peran? Hal baru begini masih saja membuat aku kaget. "


Keysha terus menatap Violla dan begitu Violla membuka mata, Keysha mmulai waspada. Dia takut kalau Quenza muncul dan langsung menyerang dirinya.


" Kenapa kau ingin bertemu dengan ku? Apa kau masih ingin mendapatkan pukulan dari aku? "


Keysha menatap mata Violla untuk memastikan kalau memang Quenza lah yang saat ini dia ajak bicara. Walaupun dari nada suara dan sikap memang menunjukan kalau Quenza yang sedang ada di hadapannya, tapi sikap waspada dari Keysha masih sangat kuat.


" Kau mancari atau aku siapa? Kau benar benar bodoh. "


" Stop bicara hal yang lain. Aku ingin kita bicara langsung ke intiny saja sekarang. Apa yang kau ketahui tentang Daren? "


Quenza menyeringai. Dia mencibir Keysha saat bertanya hal seperti itu pada dirinya.


" Kau perlu bantuan ku sekarang? "


" Jawab saja. Bila kau tidak mengatakan sebenarannya, Violla akan dalam bahaya nanti. Kau tidak mau hal itu terjadi bukan? "


" Baiklah, selain menjadi orang kepercayaan dari orang pemerintahan, Daren juga menjadi orang kepercayaan kelompok penjual obat obatan terlarang. Kau pikir kenapa aku tidak bisa mengatasinya? Apa kau pikir aku begitu lemah hingga tidak berani pada dia? Bukan itu yang jadi masalah. Banyak dukungan orang orang bawah yang melindungi dia selama ini. Sekarang, aku yakin kalau dia pasti sudah bisa lolos dari teman kamu itu."


Keysha kaget mendengar hal ini. Kalau itu terjadi, berarti mereka sekarang dalam masalah besar.

__ADS_1


__ADS_2