Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Menjerat Gadis Asia


__ADS_3

Perkataan Vince membuat Nyonya Ana menjatuhkan sendok yang dia pegang saat ini. Dia menatap tidak percaya kepada anak bungsunya itu.


" Reaksi mommy sangat berlebihan. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Kalian jangan memandang aku seperti itu. Sangat menyebalkan."


" Apa kau sehat boy? "


Pertanyaan tuan William semakin membuat Vince jengah. Dia hanya ingin cepat ketemu dengan gadis incaranya. Tapi reaksi keluarganya sangat menyebalkan. Dengan malas Vince menatap semua yang ada di meja makan. Lalu mengambil roti untuk dijadikan sarapan dan ingin langsung pergi meninggalkan rumah.


" Vince.. ini pertama kalinya.. ada apa? "


Kakaknya yang sangat dingin juga sedang penasaran saat ini. Jadi terpaksa Vince duduk sebentar untuk mengatakan apa tujuan dia sebenarnya.


" Kalian jangan memandang aku aneh begitu. Aku hanya sedang tertarik pada seorang gadis asia di kampus. Aku dengar dia adalah asisten dosen disana. Dia sangat pintar dan juga cantik. Jadi apa salahnya aku ingin mendekati dia dan bertemu dia pagi pagi begini. "


Jawaban Vince yang seperti itu menghancurkan semua hayalan orang tua dan kakaknya. Mereka sempat mengira kalau Vince sudah berubah dan ingin serius dalam pendidikan. Tapi ternyata Vince masih sama seperti sebelumnya. Dia sedang menargetkan seorang gadis untuk di jadikan mainannya dia saat ini.


Melihat semua yang di meja makan mulai mengabaikan dirinya, Vince menjadi kesal. Dia ingin pergi kembali tapi tertahan oleh perkataan kakaknya.


" Jangan terlalu sering kau mempernainkan wanita. Takutnya nanti kau kena karmanya dan di tolak oleh wanita yang kau suka. "


" Tidak akan ada yang bisa menolak seorang William. Bukankah kau juga percaya akan hal itu. Tidak ada seorang wanita pun yang bisa menolak kita karena kita memiliki semua yang mereka mau. Harta, kedudukan, wajah tampan semua kita punya. Jadi aku tidak yakin ada yang berani menolak seorang William di dunia ini. "


Setelah mengatakan hal itu Vince pergi dari rumahnya. Dia menuju kampus untuk bertemu dengan gadis yang sudah menjadi incarannya. Sedangkan di meja makan, David merasa apa yang di ucapkan adiknya adalah kebenaran. Banyak wanita yang berlomba lomba untuk datang dan menyerahkan diri dengan cuma cuma pada mereka. Agar para wanita itu bisa menikmati sedikit dari kekayaan yang mereka punya.


" Dav... apa kau akan ikut dalam penentuan siapa yang akan mendapatkan proyek baru kita? "

__ADS_1


" Bukankah aku memang harus ikut. "


" Maksud daddy, kau ikut dalam pertemuan itu? Biasanya kamu tidak suka akan keramaian. Apalagi sudah di pastikan bila kamu datang, mereka akan mencari perhatian dari mu karena tau kau pemimpin perushaan itu "


" Aku tidak peduli. "


Percakapan singkat antara David dengan tuan William itu memang terlalu kaku. Mereka hanya akan berbicara mengenai pekerjaan saja. Dan hanya Vince yang kadang bisa mencairkan suasana. Tapi nyonya Ana selalu merasa rumah mereka sepi dan tidak hidup.


Semua hanya datang berkumpul saat sarapan pagi atau makan malam saja. Mereka jarang untuk duduk mengobrol layaknya keluarga yang bahagia. Mereka semua mempunyai bisnis masing masing yang mengharuskan mereka untuk berada di luar dan sibuk dengan urusan masing masing.


Kadang mansion tempat mereka tinggal hanya bisa di sebut tempat singgah saja. Tidak ada kehidupan yang benar benar nyata di dalam sana. Bahkan untuk mencari tau kabar atau keberadaan masing masing anggota keluarga, mereka hanya menggunakan orang kepercayaannya saja.


Itulah kenpaa komunikasi di dalam keluarga sangat kurang. Dan keluarga itu terasa sangat dingin. Nyonya Ana sering kali mengeluh dan ingin seperti keluarga lain. Walaupun tidak punya uang yang banyak, tapi mereka semua rukun dan bisa berkomunikasi dengan baik.


Di rumah sakit, Keysha yang di tunggu oleh Vince di kampus saat ini masih berada di rumah sakit untuk mengurus keperluan Julian pulang. Pemeriksaan dokter sudah selesai dan sekarang dia akan mengantarkan Julian ke apartemennya.


" Kamu tidak sibuk hari ini? "


" Kenapa? "


" Kamu belum pergi ke kampus sekarang ini. "


Keysha menatap Julian dengan seksama. Apa Julian tidak sadar kalau dia masih belum kekampus itu karena dirinya yang harus pulang dari rumah sakit saat ini? Tapi semua perkataan itu di telan kembali oleh Keysha dan tidak akan di katakan. Dia hanya memilih untuk diam saja menanggapi pertanyaan Julian.


" Kamu tidak menjawabnya. Apa karena aku kamu belum pergi? "

__ADS_1


" Hemm"


" Maaf"


" Bila aku pergi, bagaimana kau akan ke tempat aku? Apa kau tau alamat tempat aku? Apa kau tau sandi tempat aku? lagipula ada yang harus aku ambil disana saat ini. Jam kuliah aku agak siangan. Jadi tidak masalah. "


Keysha sengaja mengatakan hal itu untuk membuat Julian tidak kepikiran lagi. Dan benar saja Julian akhirnya dia saja dan mulai ikut berkemas.


" Tadi aku belikan kamu pakaian baru. Sana ganti dulu. Sepulang aku dari kampus akan aku carikan yang lain lagi. Tadi aku beli hanya sepasang saja. Baju kamu sebelumnya sudah tidak layak pakai jadi aku buang saja. "


Julian menatap Keysha dengan tatapan besalah dia merasa sangat membebani untuk gadis di hadapanya saat ini.


" Jangan memandang aku begitu. Cepat ganti pakaian dan kita pulang sekarang. Jangan membuang waktu lebih lama. "


Peringatan dari Keysha membuat Julian segera pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya. Dan setelah itu ikut dengan Keysha pulang.


Keysha sudah melunasi semua biaya Julian di rumah sakit dan juga menyiapkan keperluan Julian nanti di tempatnya. Hingga saat dia memikirkan apa saja yang dia sudah lakukan membuat dia mendesah pasrah. Dia sudah lumayan mengeluarkan uang untuk orang asing itu.


" Sebenarnya aku merasa sangat di rugikan dalam hal ini. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun saat ingat akan keadaan dia saat ini. Dia tidak punya apa apa dan berada di negara yang kejam begini. Jadi aku harus menolong dia. Yah.. semoga saja nanti semua di mudahkan oleh Tuhan dan rejeki aku di lancarkan. "


Sepanjang jalan, Keysha hanya melamun saja. Dia bahkan tidak sadar beberapa kali Julian melihat kearahnya dan ingin bertanya. Tapi di urungkan saat melihat tatapan mata Keysha sangat kosong.


" Sebenarnya apa yang membuat kamu berusaha sekeras ini pada diri kamu sendiri Key.. aku sangat penasaran dengan siapa kamu sebenarnya. Aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan sekarang pada aku. Aku tidak ingin terus menjadi beban kamu nantinya. "


Niat Julian untuk membalas apa yang sudah di berikan oleh Keysha sangat kuat. Hingga dia saat ini mempunyai tujuan lagi dalam hidupnya. Dia tanpa dia sadari pertemuan dia dengan Keysha mengubah dirinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2