
Hari itu pagi pagi sekali Keysha pergi dari kediaman keluarga Williams. Dia tidak mau sampai Nara bangun dan terjadi drama di pagi hari lagi. Jadi sebelum Nara bangu Keysha sudah meninggalkan rumah tersebut.
Namun dia tidak lupa untuk membuatkan sarapan untuk anggota keluarga yang lain. Karena semalam Keysha sudah berpamitan dengan nyonya Ana dan tuan William, jadi pagi ini mereka tidak kaget lagi kalau Keysha sudah meninggalkan rumah.
Sedangkan David dan Vince yang tidak tau akan hal itu jelas merasa ada yang salah dengan tingkah laku Keysha.
" Pagi mom, dad. Loh, Keysha belum siap untuk sarapan bersama. Apa dia masih mandi? "
" Kamu menyapa kami tapi kamu mencari keberadaan Keysha. Keysha sudah pergi tadi pagi pagi dari rumah. Dia hanya membuatka kita sarapa saja lalu meninggalkan rumah. "
Nyonya Ana menjelaskan situasinya tapi saat menjelaskan hal itu Vince muncul dan mendengar semuanya. Sontak saja tatapan mata Vince mengarah pada David. Dia mengira Keysha pergi dari rumah pagi pagi itu pasti karena ulah David.
" Pasti kau sudah melakukan sesuatu hingga membuat dia meninggalkan rumah bukan? "
Dari tatapan mata Vince, dia seolah sedang berkata demikian pada David. Namun hal itu tidak di perdulikan oleh David. Karena dia juga sedang memikirkan hal tersebut.
" Apa Keysha pergi dari rumah ini hanya untuk menghindari aku? Apa harus sampai segitunya dia menghindar dari aku sekarang? "
Karena David dan Vince sibuk dengan pikiran mereka masing masing, itu membuat mereka diam dan melamun. Nyonya Ana dan tuan William tau apa yang di pikirkan anak anak mereka. Jadi dengan cepat nyonya Ana mengkonfirmasi lagi alasan Keysha berangkat pagi pagi sekali.
" Hey, jangan melamun. Keysha sudah membuat sarapan untuk kita. Ayo makan. Dia pergi dari rumah pagi pagi sekali itu karena tidak mau mendengarkan drama dari Nara. Keysha harus kuliah pagi hari. Jadi kalau sampai dia bertemu dengan Nara, dia bisa terlambat sampai di kampus. Bukankah kamu tau kalau Keysha hari ini ada janji dengan dosennya Vince?"
Setelah mendengar penjelasan dari ibu mereka, barulah David dan Vince bernapas lega. Mereka percaya bila alasan Keysha pergi cepat karena Nara. Karena memang keponakan mereka itu sangat lengket pada Keysha.
Di kampus Keysha sedang berada di perpustakaan sembari menunggu hari sedikit lebih siang. Karena nanti dia harus bertemu dengan dosen dulu sebelum menghadiri kelasnya.
" Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang berat lagi untuk aku. Haaahhh aku merasa lelah menghadapi hal seperti ini terus. "
Keysha sudah melihat ada beberapa orang yang mengawasi dirinya sedari tadi. Dari saat dia masuk kehalaman kampusnya, dia terus di awasi.
" Sepertinya mereka dari kelompok yang berbeda. Aku yakin kalau mereka dua kelompok. Satu dari Violla dan satu lagi dari Alica.Yaaahhh hari aku akan semakin sibuk setelah ini. Sepertinya nanti aku harus meminta banyak tugas dari dosen untuk menutupi absensi aku yang bolong. "
Keysha bersiap siap akan apa yang akan terjadi kepada dirinya. Namun begitu dia ingat rencana dia sebelumnya, Keysha mulai tersenyum lega. Dia hanya harus mengikuti apa yang akan terjadi pada dirinya namun tidak akan menurunkan kewaspadaannya. Hari semakin siang dan Keysha sekarang sedang menunggu dosennya datang.
Begitu urusan mengenai tugasnya sudah selesai, Keysha mengikuti jam kuliah seperti biasanya. Vince juga sudah ada di dalam kelas tersebut.
__ADS_1
" Kamu pergi pagi sekali. Padahal aku berharap bisa pergi barengan dengan kamu. "
" Kalau seandainya Nara tidak akan membuat drama saat aku pergi, mungkin aku akan berangkat barengan dengan kamu. Lagipula aku memang harus bertemu dosen dulu. Makanya aku harus menghindari Nara. "
" Sungguh hanya karena hal itu? "
" Apa maksud kamu? "
Mendapatkan reaksi begitu dari Keysha, Vince sadar kalau dia hanya terlalu banyak berpikir kalau Keysha menghindari David.
" Ooohhh gak apa apa. "
Obrolan mereka terputus disana saja. Keysha tidak mau melanjutkan obrolan karena dia tau kalau Vince akan bertanya mengenai David.
" Key, kita pulang bareng ya? "
" Maaf Vince, aku ada urusan dulu. Kamu pulanglah. Aku harus melakukan sesuatu dulu. "
" Kamu pulang ke mansion bukan? "
" Aku ke apartemen. Ada yang harus aku lakukan. Nanti aku hubungi mommy dan daddy. "
*Sreet*
*Hemmm*
*Bug*
" Dia sudah pingsan. Ayo bantu aku membawa dia pergi dari tempat ini. Jangan sampai ada orang yang tau. "
" Aku pikir dia wanita yang berbahaya, namun ternyata dia hanya wanita lemah yang dengan mudah kita lumpuhkan."
" Jangan banyak bicara, ayo cepat. "
Mereka membius Keysha begitu Keysha ingin oeluar dari dalam toilet. Mereka mulai menggotong Keysha melalui jalan belakang dan berusaha menghindar dari mahasiswa yang berlalu lalang.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju tempat mereka akan membawa Keysha mereka sudah berencana banyak hal untuk mengerjai Keysha.
" Tubuhnya bagus, aku rasa nanti setelah bos puas melampiaskan sakit hatinya, gadis ini akan di serahkan pada kita. "
" Aku akan sangat senang bila hal itu terjadi. Lihatlah betapa mulusnya kulit dia. Walau pakaian dia tertutup, tapi dari kulit tangan dan wajahnya saja aku sudah bisa membayangkan betapa indahnya tubuh bagian dalamnya. "
Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan dan begitu sampai di tempat penyekapan untuk Keysha, salah satu dari mereka menggendong Keysha untuk di bawa masuk.
" Bos, kami sudah membawa dia kemari. "
" Cepat ikat dia di kursi itu. Ikat dengan kuat agar dia tidak bisa membuakanya nanti. "
" Baik bos. "
Suara itu milik Alica. Anak buah Alica lah yang ternyata melakukan rencananya terlebih dahulu. Alica manarik kursi dan duduk di hadapan Keysha. Dia meneliti wajah Keysha dan mmitu semakin membuat dia geram dan juga marah.
" Kau memang cantik. Pantas saja David tergoda oleh mu. Namun sekarang, kecantikan mu ini akan aku hilangkan agar tidak ada lagi orang yang bisa mengenali siapa diri mu. "
Alica terus memainkan belati ditangannya dan dia sangat ingin langsung menggores wajah Keysha. Namun dia tidak suka lawannya tidak sadarkan diri saat dia melakukan hal itu. Dia mau Keysha sadar dan berteriak kesakitan saat dia menggoreskan pisaunya di wajah Keysha.
" Siram dia dengan air. Aku mau dia cepat sadar. "
Tanpa bicara anak buah Alica langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh bos mereka.
* Byuurrr"
" Hemmm"
" Sudah sadar hemmm? "
" Alica.. "
" Iya ini aku... Apa kau pikir kau bisa mengancam aku? Apa kau pikir aku takut dengan ancaman murahan mu itu? Tidak Keysha.. Kali ini aku akan menghancurkan wajah mu agar kau tidak bisa lagi menggoda David. "
Dengan percaya diri Alica mengatakan semua hal itu. Sedangkan Keysha, dia hanya diam dan membiarkan Alica bicara sampai puas. Walau Keysha terikat dan tidak bisa bergerak, dia tetap tenang dan tatapan matanya tidak menunjukan ketakutan sama sekali.
__ADS_1
" Kau ingin melakukan apa pada milik ku nona? Kau ingin menyakiti dia? Apa kau sudah meminta ijin dari aku sebelum melakukan hal itu? "
Suara lantang terdengar dari arah belakang Alica. Hingga perhatian semua orang tertuju pada asal suara tersebut. Sedangkan Keysha, dia mulai mengubah ekspresinya agar terluhat lemah dan terpengaruh pada obat bius tersebut.