
Begitu sampai di Tiongkok, Keysha tersenyum bahagia. Dia senang karena dia akan bertemu dengan kekasihnya lagi.
Namun karena dirinya belum sempat mandi, jadi Keysha memutuskan untuk mandi dulu baru menemui Julian di perusahaannya.
" Aku harus cari hotel dulu agar bisa mandi dan menitipkan barang. Aku tidak mungkin membawa semua ini ke perusahaannya kak Julian. Yang ada aku bisa di usir dan tidak di ijinkan masuk nanti. "
Keysha bergegas menuju hotel terdekat dengan perusahaannya Julian dan dia sudah menyewa satu kamar untuk dia tempati sementara di negara itu. Keysha tidak ingin kedatangan dirinya merepotkan Julian, jadi dia memilih menginap di hotel saja.
Selesai membersihkan diri, Keysha yang seharusnya sarapan, memilih tidak melakukannya karena ingin segera menemui Julian.
Di perusahaan Julian, karena dari semalam Keysh tidak bisa dia hubungi, hari Julian pagi itubsedikit berantakan. Emosinya tidak stabil dan pekerjaannya juga banyak yang kacau.
" Maaf tuan, apa tanda ingin minum kopi dulu? Sepertinya suasana hati anda sedang tidak baik baik saja saat ini. "
" Hemm tolong buatkan untuk aku. Kepala aku rasanya mau pecah sekarang. "
Asisten Julian membuatkan Julian kopi. Sedangkan di lobi perusahaan Keysha sedang bicara dengan resepsionis agar dirinya bisa menemui Julian.
" Maaf nona, bos kami tidak menerima tamu sekarang. Sebaiknya anda datang esok hari saja setelah membuat janji untuk bertemu dengan beliau. "
" Ooohh begitu, Baiklah tunggu sebentar. "
Keysha menghubungi asisten Julian untuk mengatakan kalau dirinya ingin bertemu dengan Julian namun dia ingin memberikan kejutan pada Julian. Jadi Keysha meminta agar asisten Julian tidak memberitahukan hal itu pada Julian.
" Silakan kalian bicara dengan orang ini. "
Begitu ponsel Keysha dia berikan pada resepsionis tersebut. Asisten Julian berbicara padanya agar mengijinkan Keysha masuk kedalam.
" Maaf nona, nona silakan masuk kedalam. Ruangan Presedir berada di lantai 8 perusahaan ini. "
" Baiklah, terimakasi. "
Keysha berjalan masuk dengan elegan. Dia memperhatikan setiap detail perusahaan itu dengan baik. Dia sangat senang melihat kemajuan yang sudah dibbuat oleh Julian selama ini. Karena Keysha masih tidak menyangka kalau Julian bisa bangkit dan menjadi sukses setelah apa yang dia alami sebelumnya.
" Kamu luar biasa kak.. Kau sungguh membuktikan dirimu kalau kau bisa. Baru berjalan setahun kamu membangun semua ini, tapi perusahaan yang kau dirikan sudah sangat besar. Aku sangat banga pada mu kak. "
Keysha berjalan perlahan dan begitu dirinya sampai di depan ruangan asisten Julian, dia di sambut oleh asisten Julian.
" Nona, senang bertemu dengan anda. Saya Roni, saya baru berkerja dengan tuan Julian. "
__ADS_1
" Senang bertemu dengan mu Roni. Bisa saya masuk dan menemui kak Julian?"
" Tentu silakan masuk nona. "
Selama ini Kesyah berkomunikasi dengan Roni melalui telpon saja untuk memastikan keadaan Julian. Jadi baru kali ini mereka bertemu dan berkenalan secara langsung.
*Tok.. tok.. tok.. *
" Masuk"
Di saat terdengar sahutan dari dalam, barulah Keysha membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Julian.
Julian berpikir yang datang adalah asistennya. Jadi dia tetap menunduk dan tidak melihat siapa yang baru saja masuk kedalam ruangannya tersebut.
" Ada apa lagi Ron? "
" Apa anda terlalu sibuk hari ini tuan? "
Keysha sambil tersenyum menggoda Julian dengan panggilan itu. Julian mendengar suara Keysha berada di ruangannya seketika mengalihkan pandangannya.
Disaat mata mereka bertemu, ada rasa tidak percaya di diri Julian karena Keysha tiba tiba sudah berada di hadapannya.
Keysha merasa geli mendengar gumaman Julian itu. Jadi Keysha berjalan mendekati Julian dan berdiri tepat di sebelah Julian.
" Apa kakak masih merasa aku hanya hayalan kakak saja? "
Julian diam dan tak bisa mengatakan apapun. Dia terus menatap kearah Keysha hingga Keysha memegang wajah Julian dan mengecup pipi Julian sebentar.
" Kau.. Key.. kau ada di tempat ini?"
" Ini benar benar kamu yang ada di tempat ini? "
Julian yangasih tidak percaya segera berdiri dan terus memegang tangan Keysha untuk memastikan kalau Keysha sungguh berada di perusahaanya dan datang menemui dirinya.
" Aku sungguh ada di hadapan kakak sekarang. Aku berangkat semalam, baru saja aku sampai di tempat ini dan hanya dapat mandi saja sebelum menemui kakak"
Tanpa mengucapkan kata lagi Julian segera memeluk Keysha dengan erat. Dia sangat merindukan Keysha dan begitu khawatir akan keadaan Keysha dari kemarin. Namun hari ini dia bisa memeluk Keysha dengan erat di dalam dekapannya.
" Aku sangat bahagia. Kamu sungguh datang kemari untuk menemui aku di sini. Aku bahagia Key.. "
__ADS_1
Julian ingin mencium Keysha namun tertahan karena mendengar suara dari perut Keysha yang meminta makanan.
*Krrruuukkk*
" Kamu belum makan ya?"
" Kita makan dulu ya.. "
" Kamu mau makan apa? Biar aku pesankan kamu makanan untuk kamu makan. "
Julian membrindong Keysha dengan berbagai macam pertanyaan. Keysha melihat begaimana raut wajah bahagia itu terpancar di wajah Julian. Membuat dirinya bahagia.
Jadi ssgera Keysha memeluk kembali Julian dengan erat. Julian mendapatkan pelukan mendadak dari Keysha hanya bisa berdiri dengan kaku. Dia masih belum terbiasa dengan sikap Keysha yang seperti ini.
" I miss you kak.. Maaf karena aku membuat kakak khawatir dari kemarin. "
Mendengar ucapan Keysha, barulah Julian sadar dari keterkejuatannya dan ikut membalas pelukan dari Keysha
" Aku juga sangat merindukan kamu Key.. Sangat.."
" Namun sekarang yang terpenting kamu harus makan dulu. Kamu mau makan di tempat ini atau di luar? "
Keysha senang dengan semua perhatian Julian. Dia merasa sangat di sayangi dan dicintai oleh pria yang berada di pelukannya saat ini.
" Aku ingin makan di tempat ini saja kak. Kakak pesan saja makanan apapun yang kakak inginkan. Aku akan makan semua itu. Hanya saja kakak harus ingat, jangan pesan makanan yang banyak. "
Keysha berbicara begitu sambil terus memeluk Julian dengan erat. Dia belum ingin melepaskan pelukannya dari Julian. Karena bagaimanapun, Julian adalah rumah bagi Keysha.
Rumah untuk dirinya beristirahat dan menjadi dirinya sendiri. Jadi begitu Keysha memeluk Julian, dia akan merasakan ketenangangan dan kenyamanan.
" Lepas sebentar sayang, Aku akan memberitahu Roni dulu agar dia memesankan kita makanan. "
" Kakak bisa hubungi dia melalui telpon. Kenapa kakak mau keluar lagi? Sudah biarkan aku memeluk kqkak begini dulu."
Julian membiarkan Keysha melakukan apa yang dia mau sekarang. Jadi setelah selesai bicara dengan Roni, Julian mengangkat Keysha untuk dia bawa duduk di sofa ruangan itu.
" Kalau duduk begini, kamu tidak akan capek sayang. Jadi kamu bisa lebih nyaman memeluk aku. "
" Kalau dengan posisi begini, aku bisa tertidur kak.. Pelukan kakak sangat nyaman untuk aku. "
__ADS_1