Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Aku Tak Tahan Lagi


__ADS_3

Selesai berbicara dengan Violla di telpon, Keysha langsung menghubungi David. Dia sudah tidak tahan menghadapi wanita wanita gila yang membuat masalah dengan dirinya saat ini.


" Dav, apa kamu sudah tidur? "


" Aku masih di kantor Key, ada apa? Kenapa suara kamu seperti sedang menahan amarah? "


" Cepat selesaikan masalah kamu dengan wanita yang bernama Alica itu. Aku tidak mau berurusan dengan wanita itu lagi. "


Dav diam setelah mendengar perkataan Keysha. Memang hari ini anak buahnya belum ada melaporkan apapun mengenai kegiatan yang di lakukan Keysha. Jadi David belum tau masalah apa yang di alami oleh Keysha hari ini.


" Dia buat mmasalah dengan kamu? Kamu bertemu dengan dia? "


" Cepat selesaikan masalah kamu dengan dia dan setelah itu aku akan ambil tangannya. "


" Dia melakukan apa pada kamu? "


Nada suara David terdengar sangat dingin dan serius saat bertanya pada Keysha. Dia tidak suka bila ada yang menyakiti Keysha. Jadi reaksi yang di tunjukan David menurutnya sangat wajar untuk situasi saat ini.


" Urusan aku dengan dia, kmu jangan ikut campur. Aku sendiri yang akan memberikan dia pelajaran. "


" Baiklah.. aku akan segera menyelesaikan masalah dengan wanita itu. Aku tidak suka ada yang mengganggu kamu Key. "


" Hemm. "

__ADS_1


Keysha menutup telponnya dan segera mengotakatik laptopnya untuk mencari informasi mengenai Violla. Keysha tidak mau salah melangkah lagi untuk menghadapi Violla nantinya.


" Hemm.. cukup menarik. Sepertinya dia sama seperti Vince. Hanya saja nasibnya jauh lebih miris dari Vince. Namun aku yakin dia bisa berubah menjadi wanita yang baik nantinya. Kalau dia mau menjalin hubungan dengan David, aku rasa mereka akan menjadi pasangan yang serasi."


Keysha yang telah melihat data dari Violla mendapatkan kesimpulan kalau Violla masih mempunyai sisi baik. Hanya saja karena kurang pergaulan menjadikan Violla pribadi yang buruk.


" Kenapa aku jadi membayangkan hal yang tidak tidak. Aku harusnya mencari jalan agar bisa terbebas dari ambisi Violla saat ini."


Di saat Keysha memikirkan cara untuk menghindari ambisi Violla, dia tiba tiba tersentak saat ingat keadaan Alex. Keysha hampir lupa dengan Alex yang sedang dalam masalah saat ini.


" Apa masalah dia sudah selesai? Kenapa Alex tidak menghubungi aku lagi? "


Karena cemas dengan Alex, Keysha langsung melacak keberadaan Alex dan juga meretas cctv di rumah Alex.


" Aku harap kau tidak dalam masalah besar lagi Lex."


" Kenapa aku tidak bisa melacak keberadaan Alex ya? "


Karena merasa ada yang tidak beres dengan keadaan sekarang, Keysha memutuskan akan mendatangi rumah Alex untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.


" Apapun yang terjadi, dia tetap teman baik aku. Dia orang yang sudah berjasa dalam hidup aku selama aku tinggal di tempat ini. Aku harap Alex tidak dalam masalah besar. Atau aku akan membuat orang yang menyakiti Alex menangging akibatnya nanti. "


Keysha bergegas pergi dari apartemennya tanpa berpamitan pada Ana atau ingat akan keberadaan Ana di dalam apartemen tersebut. Ana yang saat itu berada di dalam kamarnya, dia hanya mendengar suara ribut dari luar kamar dan suara pintu terbuka. Yang artinya Keysha keluar rumah lagi tanpa ada memberitahu pada dirinya.

__ADS_1


" Kau memang tidak peduli pada aku Key. Kau hanya bersikap manis dan peduli pada aku saat Julian masih di tempat ini saja. Semenjak Julian pergi, kau bahkan tidak ada berbicara pada aku dan menyapa aku. Padahal aku tinggal di tempat yang sama dengan kamu. Kau seperti tidak menganggap aku ada di tempat ini. Jadi jangan salahkan aku bila aku ingin memanfaatkan semua fasilitas yang kau punya untuk aku bertahan hidup tanpa dirimu nantinya. "


Ana sudah bertekad untuk meninggalkan Keysha begitu dia punya pegangan hidup nanti. Setidaknya ilmu yang dia sedang pelajari sekarang bisa dia gunakan nanti untuk mencari pekerjaan saat meninggalkan Keysha.


Ana juga tidak tanggung tanggung membeli barang barang menggunakan kartu kredit milik Keysha yang sengaja Keysha berikan pada Ana agar dia bisa belanja sendiri untuk keperluan dapur dan lain lain di apartemen tersebut. Namun yang dilakukan Ana adalah dia membeli semua peralatan untuk dia bawa pergi nantinya meninggalkan Keysha.


" Key, sesibuk apapun kau sebelumnya, kau pasti masih sempat menyapa aku dan Julian di tempat ini. Sekarang, kau bahkan tidak peduli dengan keadaan aku setelah Julian tidak ada. Apa ini adalah dirimu yang sebenarnya Key? Kau melakukan semua itu agar di anggap baik oleh Julian selama ini? Aku sungguh kecewa pada dirimu Key. "


Amarah di hati Ana semakin terpupuk karena kurangnya komunikasi antara dirinya dan juga Keysha selama ini. Memang karena kesibukan Keysha sampai mengabaikan Ana. Namun Keysha tetap memantau perkembangan Ana dari guru pengajar Ana.


Ana yang tidak tau kalau Keysha tulus pada dirinya, membuat Ana terus salah paham dan menganggap semua kebaikan Keysha itu palsu dan cara Keysha mencari perhatian Julian.


Selama dalam perjalanan menuju rumah Alex, Keysha terus memantau GPS nya apakah bisa terhubung dengan Alex atau tidak. Semakin dekat dengan rumah Alex, perasaan Keysha semakin tidak nyaman. Seolah Keysha mendapatkan firasat buruk mengenai temannya itu.


" Lex, aku harap aku belum terlambat dalam menemui kamu saat ini. Aku sama sekali tidak mau bila terjadi hal buruk pada kamu nantinya Lex. Selama ini kamu selalu membantu aku dalam setiap masalah yang aku hadapi. Aku akan merasa sangat bersalah bila terlamabat dalam menolong kamu bila kamu kenapa kenapa. "


Lanju mobil Keysha semakin cepat karena perasaannya semakin tidak menentu. Dia bahkan tidak memperdulikan ada panggilan telpon dari dosennya. Hanya satu dalam pikiran Keysha sekarang yaitu mengetahui keadaan Alex.


Alex yang saat itu sedang terikat di sebuah bangunan kosong hanya diam dengan tenang. Dia tidak bisa melawan atau bertindak gegabah karena kondisi tubuhnya sedang tidak memungkinkan saat ini.


" Kau masih mau diam? Kenapa kau begitu keras kepala Lex, kau hanya perlu mengatakan dimana surat surat itu berada dan semua urusan kita akan selesai. Apa kau mau aku siksa dulu baru akan berbicara? "


Walau badanya sedang lemas dan tidak bisa melawan, Alex masih bisa menunjukan tatapan mengejek untuk orang orang yang sudah menjebak dirinya dan membawa dia ketempat tersebut.

__ADS_1


" Kau masih saja angguh. Kau berani menatap kami dengan mata mu itu. Sungguh kurang ajar... "


*Bug.. Bug.. Bug... *


__ADS_2