Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Di Tiongkok, Julian semakin sibuk dengan pekerjaannya. Banyak masalah yang harus dia selesaikan saat ini. Dia tidak mau menjual bahan mentah dari hasil tambangnya, dia mau dirinya mengelpla bahan mentah itu dan setelah jadi barulah dia akan jual. Karena harga dari batu mulia lebih mahal saat sudah menjadi perhiasan.


Disaat Julian sedang melakukan pertemuan dengan seorang ahli batu sekaligus tukang potong batu, tak sengaja dia melihat ada sepupunya di tempat itu juga.


" Dia disini? Apa dia berkerja di tempat ini?"


Semua kenangan buruk yang Julian dapatkan di masalalu tentang keluarga pamannya kembali dia ingat begitu tidak sengaja melihat sepupunya.


" Tuan, apa ada masalah? "


" Ooooh tidak, ayo lanjutkan. Dimana orang itu? "


" Kita sudah dekat dengan tokonya tuan. "


Julian menganggukan kepalanya dan melanjutkan perjalanan mereka. Di sisi berbeda, sepupu Julian yang bernama Revan ternyata juga melihat Julian. Dia tidak percaya dengan pengelihatannya saat ini. Jadi diam diam Revan berjalan mengikuti Julian dari belakang.


" Apa sungguh dia masih hidup? Kenapa hidupnya jadi berubah begini? Bukankah mama dan papa bilang, dia sudah di jual pada orang untuk di jadikan budak di tempat itu. Lalu kenapa sekarang dia malah terlihat seperti bosnya sekarang? "


Revan terus mengikuti Julian sampai pada sebuah tempat potong batu yang cukup terkenal di tempat itu.


" Untuk apa dia datang kesana? Apa dia punya batu berharga? Bila dia memang sekaya itu, aku harus memanfaatkan hal ini untuk dapat uang dari dia. Aku juga akan kabarkan hal ini pada mama dan papa, agar mereka tau kalau Julian sudah kaya sekarang. Jadi kehidupan kami tidak akan sulit lagi mulai sekarang. "


Revan terus mengawasi Julian dan mengikyti kemana pun Julian pergi. Dia berada di Tomiongkok memang untuk berkerja disana. Namun ternyata pekerjaannya sangatlah berat hingga dia memilih berhenti dan sudah semingguan Revan hidup luntang lantung tak jelas di tempat itu.

__ADS_1


Julian bukannya tidak menyadari kalau dirinya di ikuti dari tadi, dia sadar namun membiarkan saja tindakan sepupunya tersebut. Hingga saat dia akan kembali lagi keperusahaanya, dia sengaja menghampiri Revan.


" Kenapa kau mengikuti aku dari tadi? "


Revan cukup kaget karena tiba tiba saja Julian sudah berada di dekatnya saat ini. Karena tidak ada alasan untuk mengelak lagi, Revan hanya bisa bersikap seolah dia senang bertemu dengan sepupunya itu.


" Waahhh ternyata ini benar benar kau Jul, aku tadi tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Kau terlihat sangat berbeda sekarang dengan penampilab ini. "


" Jangan basa basi. Apa mau mu? "


Walau dalam hatinya Revan mengutuki sikap Julian yang tidak perduli pada dirinya, tapi saat ini dia harus menunjukan kalau dia baik di hadapan Julian.


" Hey, kenapa kamu begitu dingin pada aku? Kita sudah lama tak bertemu jangan sombonglah.. "


Julian hanya diam dan tetap menatap sepupunya itu. Dia tau kalau Revan sedang berpura pura baik sekarang padanya, jadi tidak ada alasan Julian bersikap baik pada dirinya.


Julian sedikit mengangkat sudut bibir dan membuat senyum mencibir untuk Revan. Karena merasa tidak ada hal penting yang ingin Revan katakan, Julian tanpa membalas pekataan Revan langsung pergi meninggalkan dia begitu saja.


" Hey, kamu mau kemana Jul? Tunggu dulu. Aku belum selesai bicara. Julian apa aku bisa tinggal bersama kamu? "


Julian tak menggubris perkataan Revan dan tetap berjalan menuju mobilnya. Urusan dia di tempat itu sudah selesai da ln sekarang dia harus kembali ke perusahaannya.


Begitu Julian masuk kedalam mobilnya, Revan juga ingin ikut masuk kesana. Namun Julian tidak membiarkan Revan masuk.

__ADS_1


" Siapa yang mengijinkan kau masuk? Pergi dari sini. Aku tidak ingin bertemu dengan mu. Kau ingin uang bukan? Ambil ini dan jangan pernah kau tunjukan wajah mu di hadapan aku lagi. "


Tanpa perasaan Julian melemparkan segepok uang pada Revan dan langsung menutup pintu mobilnya dan mobil itu berjalan meninggalkan Revan yang masih mematung di tempatnya.


" Dia menghina aku dengan cara seperti ini? Kurang ajar kau Julian. Aku pasti akan membalas mu. Kau sangat sombong setelah menjadi orang kaya. Aku tidak akan memaafkan mu untuk hal ini."


Walau Revan berkata dia tidak akan memaafkan Julian, dan juga merasa terhina karena perbuatan Julian tadi. Revan tetap memungut uang yang sekarang berserakan di hadapan dirinya. Karena dia sangat butuh uang itu untuk melanjutkan hidupnya.


Julian selama perjalanan menuju perusahaannya, dia menutup mata dan mengingat semua penderitaan yang dia terima dari keluarga pamannya. Walau dia sudah tinggal di oanti asuhan, Julian tetap saja di siksa oleh mereka hingga dia harus berkali kali pindah panti asuhan untuk dia tinggali.


" Semua kenangan pahit yang kau dan keluarga mu berikan pada aku tidak akan pernah aku lupakan. Aku sebenarnya tidak ingin berurusan dengan kalian lagi, tapi kenapa aku harus bertemu lagi dengan mu di tempat ini? Aku tidak akan diam lagi bila kau sampai berniat buruk pada aku nanti. Aku bukan Julian yang kau kenal dulu. Sekarang aku sudah berubah dan aku akan melawan kau dan keluarga mu nanti. "


Semua bayangan masa lalu Julian berputar jelas di ingatannya. Semua bayangan itu sangat menyakitkan untuk Julian. Dulu saat dia ingat akan semua penderitaannya itu, Julian akan sangat ketakutan dan berusaha menghindar agar tidak bertemu lagi dengan keluarga pamannya. Namun kali ini berbeda, dia sudah mempunyai alasan untuk melawan sekarang.


*Keysha* Keysha adalah alasan utama Julian berjuang dan akan melawan keluarga pamannya itu. Dia tidak mau nanti masalah masa lalunya mengacaukan kehidupannya lagi bersama Keysha.


" Key, kau alasan aku tetap bertahan sampai sekarang. Kau adalah kekuatan dan kelemahan aku. Jadi tolong tetaplah di sisi aku apapun yang terjadi. "


Dalam hatinya Julian terus berkata begitu karena hanya dengan mengingat Keysha dia akan merasa kuat dan semangat kembali.


" Aku merindukan mu Key, bila aku menghubungi mu sekarang, apa aku akan mengganggu mu Key?"


Julian ingin sekali menghubungi Keysha tapi takut kalau dia akan mengganggu Keysha nanti. Jadi dia mengurungkan niatnya itu dan hanya melihat foto Keysha di hpnya saja sekarang.

__ADS_1


Keysha sekarang sedang menunggu Violla sadar. Dia membawa obat bius di tangannya untuk perlindungan diri. Bila misalkan nanti begitu sadar yang muncul adalah sosok Quenza, Keysha berarti bisa langsung membiusnya kembali. Dia tidak mau melawan Quenza lagi karena tubuhnya sudah sangat lelah.


" Aku harap yang sadar bukan Quenza. "


__ADS_2