
Violla dan Quenza sudah sampai di markas Alex setelah sebelumnya mereka datang ke apartemen Keysha.
" Lex, apa kau membiarkan begitu saja Daren pergi tanpa persiapan apapun? "
Alex tersenyum mendengar apa yang Keysha bicarakan. Memang cara kerja Alex hampur sama dengan Keysha. Mereka tidak akan membiarkan musuh mereka lolos begitu saja.
" Aku dengar mereka akan datang mencari kita. Aku pikir kau tidak akan bisa menghadapi mereka seorang diri. Walau kau memimpin semua anak buah yang ada disini, aku rasa tidak akan berhasil."
" Berapa banyak mereka? "
Alex bergerak menuju meja kerjanya dan menghidupkan komputer miliknya. Disana terlihat lokasi dari markas tempat Daren berada dan ada juga rekaman suara milik Daren disana.
" Aku pikir mereka hanya satu kelompok, namun aku tidak yakin akan jumlah mereka. Aku sudah suruh anak buah aku untuk menyelidiki kesana langsung. "
" Apa dia bawa binatang buatanku? "
" Tentu. Apa kau mau dia melepaskannya sekarang? "
Interaksi antara Keysha dan Alex dari tadi di perhatikan oleh Quenza. Dia melihat kekompakan mereka dan cara kerja mereka yang sepertinya sudah biasa melakukan hal seperti itu.
" Apa kalian butuh bantuan? Ada yang bisa aku bantu dalam hal ini? "
Pembicaraan Alex dan Keysha terhenti dalam membahas rencana mereka. Mereka secara bersamaan melihat ke arah Quenza.
" Aku hampir melupakan mu. Kau bisa membantu dalam hal apa? Kau punya keahlian apa? Jangan hanya menyombongkan diri kalau selama ini kau menjaga Violla. "
Provokasi dari Keysha berhasil. Karena Quenza tiba tiba mengambil hp miliknya dan menghubungi seseorang.
" Dengar, bukan hanya kau yang punya rahasia begini. Aku juga punya. Untuk mengenai perlindungan ku pada Violla, itu bukan sekedar bualan. Kau akan tau betapa hebatnya aku dalam memberantas musuh musuh ku. "
__ADS_1
Keysha menyembunyikan senyumannya saat mendengar apa yang Quenza katakan. Alex yang duduk membelakangi keduanya tersenyum lebar saat tau rencana Keysha.
" Kau benar benar licik Key. Kau memanfaatkan dia disaat kau tau kita kekurangan orang untuk melakukan penyerangan. Kau benar benar luar biasa. "
Keysha melihat senyum Alex dan memukul kepala Alex dengan pelan. Dia tidak mau sampai Quenza curiga pada dirinya yang sedang memanfaatkan Quenza saat ini.
" Lex, karena semua rencana kita sudah matang, sembari menunggu laporan dari anak buah mu, aku dan Quenza akan kembali ke mansion Violla dulu. Kau atur mereka semua agar menyelinap perlahan dalam markas mereka. Aku akan datang bersama Quenza sebagai tawanan mereka nanti. "
" Kau sungguh ingin melakukan hal gila itu? "
" Apa kau takut? "
" Bukan begitu, bila mereka memberikan kita obat tidur melebihi dosis dan saat kita tidak sadar mereka melecehkan kita bagaimana? "
Keysha mendekat dan menepuk dua kali bahu Quenza dan mendekatkan bibirnya ketelinga Quenza.
Mau tidak mau Quenza mengikuto semua rencana Keysha. memang dalam hal ini Quenza kalah dari Keysha. Untuk perencanaan Keysha jauh lebih unggul dari Quenza.
" Key, apa tidak sebaiknya kau mengajak beberapa anak buah kita ikut dengan mu? Seandainya mereka datang dengan menggunakan topong, kita bisa menghabisi mereka dan menggantikan mereka dengan orang kita. "
" Kau tau Lex, kalau kita melakukan hal itu, disaat mereka nanti bicara hal yang kita tidak tau, itu akan lebih bahaya lagi. Rencana kita akan gagal total. "
Alex dan Quenza mengangguk dan mulai bersiap siap. Mereka mengambil beberapa senjata api dan juga senjata kecil kecil untuk perlundungan diri.
" Kau mau bawa apa Key? "
" Hanya ektrak tanaman kesayangan aku saja. Aku baru sekali menggunakannya. Itupun sebelum dia aku sempurnakan. Sekarang saatnya uji coba yang sebenarnya dari tanaman ini. "
Keysha mengambil sqtu botol kecil cairan berwana ungu dan juga satu kptak jarum. Tak lupa Keysha menyelipkan pisau belati yang selalu dia bawa kemana mana.
__ADS_1
" Kau hanya membawa hal itu? "
" Ini jauh lebih berguna dari semua barang yang kau bawa. Kita lihat saja nanti kau bisa mengalahkan berapa orang dengan kemampuan mu. "
Keysha terus meremehkan Quenza agar emosinya terus bangkit dan semangat dia melawan musuh nanti besar. Keysha tau, kalau seandainya emosi Quenza kembali normal, kemungkinan yang akan muncul nanti adalah Violla. Kalau seperti itu, mereka pasti akan dalam bahaya besar. Walau Violla bisa melakukan hal seperti itu, tapi Violla tidak sekejam Quenza.
Kondisi fisik Violla juga tidak sekuat Quenza. Jadi Keysha mencoba mempertahankan Quenza di sisinya.
Keysha dan Quenza sudah kembali ke mansion Violla. Mereka akan menunggu orang orang itu menangkap mereka disana.
" Aku tidak mengerti kenapa kau menyembunyikan sisi kejam mu ini? Aku yakin banyak hal yang masih belum aku ketahui dari kamu Keysha. "
" Apa yang kau ketahui dari aku ha? Kau tidak tau apapun. Kau hanya tau aku orang yang menarik perhatian Violla saja. Kau bahkan tidak tau hal yang lainnya. "
" Seperti Violla, aku rasa aku tertarik pada mu juga. Emosi mu membuat aku bersemangat. "
" Ketertarikan karena emosi, bagus juga. Silakan lakukan apapun namun jangan klaim aku sebagai milik mu. Karena aku tidak suka hal itu. Kau bisa berteman dan jadi patner dengan ku. Jangan pernah berpikir yang sama seperti Violla. "
Quenza hanya menunjukan senyum tipisnya untuk menanggapi kata kata Keysha. Dia masih sangat penasaran akan kehidupan yang di jalani Keysha selama ini. Yang dia tau dari penyelidikannya tentang Keysha, dia hanya seorang mahasiswi Bisnis dan IT saja.
" Key, apa selama ini kau sering melakukan hal seperti ini? Sebenarnya apa saja yang kau lakukan selama ini? "
Saking penasarannya Quenza, dia sampai bertanya hal ini pada Keysha. Dia selalu melihat tatapan mata Keysha yang polos dan lugu saja selama ini. Namun tadi saat mereka membicarakan mengenai musuh mereka, tatapan mata Keysha terlihat sangat tajam dan menakutkan. Dia seperti oernah melihat tatapan mata itu dulu. Namun Quenza lupa melihatnya dimana.
"Jangan terlalu banyak mencari tau tentang aku. Kau bisa terikat dengan aku nantinya. Aku tidak suka ada yang menempeli aku seperti yang Violla lakukan. Pikirkan saja apa yang harusbkau lakukan nanti setelah kita sampai di markas mereka. "
Quenza diam dan menatap kearah jalan yang mereka lalui.
" Aku yakin pernah melihat tatapan mata itu. Namun dimana? Kenapa aku bisa lupa dengan hal ini? Aku merasa tidak asing saat berada di dekat Keysha disaat dia menunjukan sisi lainnya. Kenapa aku memiliki rasa ini? Seharusnya Violla yang punya rasa ini? Siapa kau sebenarnya Key? "
__ADS_1