
"Apa itu?" Tanya Railene sambil berjalan mendekati Inchara.
Di tangan Inchara terdapat kristal seukuran genggaman tangan orang dewasa dengan pendar cahaya biru di sekitarnya. Dilihat dari dekat, kristal itu memiliki banyak sisi yang memiliki poros utama bola biru dalam kristal. Setiap sisinya memiliki simbol yang dikenalnya.
"Apakah petunjuk lain?" Tanya Railene dan mengambil kristal yang diserahkan kepadanya.
Sensasi sejuk dan dingin langsung meresap ke telapak tangannya.
"Tidak tau. Ini muncul tiba-tiba di udara dan aku mengambilnya. Tidak ada suara petunjuk seperti yang biasanya muncul, makanya aku manggil kamu," kata Inchara menjelaskan dengan bingung.
Railene sedikit mengernyit dan kelamaan merasakan sensasi dingin yang merambat dari leher dan pergelangan kakinya. Mendapati dirinya sedikit merasakan sensasi yang berbeda karena kalung dan gelang di kakinya, Railene segera memasuki ruang meditasi dan duduk di tengah dengan tenang. Dia masih memegang kristal biru yang kelamaan bersinar lebih terang.
Dalam sekejap, dia menutup mata dan merasakan tubuhnya menjadi dingin secara keseluruhan. Itu terasa beku pada awalnya, tapi kelamaan dia merasa nyaman. Dalam kendali mistik yang entah dari mana munculnya, Railene merasakan tubuhnya ringan. Seperti mengambang di atas air yang tenang. Perasaan yang dia miliki terlalu nyaman dan dia tidak melawan kekuatan yang perlahan masuk ke dalam setiap inci aliran darahnya.
Sensasi sejuk dalam tubuhnya membuatnya santai. Perlahan, Railene merasa seakan dia tenggelam dalam lautan luas. Ada langit luas di atasnya yang perlahan menjauh. Tergantikan dengan jernih air yang perlahan terdistorsi. Seperti tenggelam ke dalam palung. Dia mendapati dirinya berada di antara kegelapan. Tanpa suara, tanpa melihat apapun, hanya merasakan bahwa dia berada di dalam air.
Hingga tiba-tiba, terjentik dalam detik. Suara gelembung mulai membuatnya tertidur. Lelap dan hilang.
...
"Bibi, kristal biru sepupu kecil mulai bersinar!"
Seorang anak laki-laki dengan penampilan modis berusia 17 tahun menerobos suatu ruang kerja di manor mewah di pinggir kota. Wanita yang ada di dalamnya sedang membaca buku dan diinterupsi suara keras yang heboh, mengangkat alis. Dia tengah duduk di belakang meja kerja dengan postur santai yang mempesona. Gaun biru sutranya membungkus penampilannya yang cantik dan anggun. Seseorang bisa mengenalinya sebagai Kaho.
__ADS_1
"Apa katamu?" Tanyanya dengan kerutan di kening. Ada nada terkejut dalam suaranya dan dia segera berdiri dari duduknya.
Mendekati anak laki-laki jangkung yang tengah heboh dengan binar bahagia di matanya. Dia mengguncang bahu bocah itu dengan kejutan dan ketidaksabaran.
"Katakan dengan jelas!" perintahnya mendominasi.
"Bibi lepaskan dulu. Biar aku jelaskan!" jawab bocah itu mencoba menghentikan Kaho dari mengguncang tubuh kurusnya yang jangkung.
"Aku sedang berjalan di sekitar ruang ketiga dan tiba-tiba Kana keluar dari sana dan bilang kalau kristal biru milik sepupu bersinar. Dia berteriak histeris dan pingsan. Aku akhirnya masuk ke ruang ketiga dan memang benar bahwa kristal biru milik sepupu bersinar sedikit. Bibi, ayo kita lihat!" Bocah itu menarik tangan Kaho dengan antusias.
Kaho berjalan mendahului dan setengah berlari. Dia melewati lorong bangunan samping dan segera menuju bangunan utama. Berlari ke tangga menuju lantai tiga manor utama. Dalam beberapa menit dia sampai di depan pintu dan melihat kerabatnya yang lain sedang berkumpul mengelilingi sesuatu.
Kaho mengerutkan kening dan segera datang ke kerumunan yang terdiri dari adik perempuan, keponakan sulungnya, dan ayahnya bercakap tentang kristal biru milik keturunan misterius keluarganya. Sepertinya hanya dia orang terakhir yang tahu tentang kabar ini. Di belakangnya, bocah 17 tahun bernama Ryu itu mengikuti. Sorot matanya sangat bahagia dan menantikan.
Dia masuk dan matanya langsung tertuju pada objek satu-satunya di ruangan ini. Di atas meja khusus, sebuah kristal biru dengan simbol tertentu seukuran genggaman tangan orang dewasa ditempatkan di sana. Tertutup kaca jernih dengan sensor keamanan yang istimewa. Kristal itu berkedip kecil dengan pendar kecil yang semakin redup dan semua orang di sana beserta dia menyaksikan itu kembali diam tak berfluktuasi beberapa detik kemudian.
"Ini hanya bertahan selama sepuluh menit sebelum berkedip dan menjadi redup lagi. Tapi, ini juga kabar baik bahwa cucuku yang paling bungsu telah memasuki tahap mengenal simbol." Suara lelaki tua dengan pakaian tradisional Jepang membuka kesunyian di ruangan. Wajahnya yang berkeriput masih menampakkan kegagahan masa mudanya. Rautnya sangat serius namun semua orang dapat melihat binar harapan di mata lelaki tua itu.
"Ayah benar, ini luar biasa. Keponakan kecilku akhirnya mulai mengenali asal-usulnya sedikit. Ini kabar baik. Kakak, kita harus memberitahu Kakak perempuan dan Kakak Laki-laki!" Seru seorang wanita berusia 23 tahun yang merupakan adik perempuan Kaho.
Kaho termenung sebentar dan mengangguk.
"Aku mengunjungi Kakak beberapa minggu lalu, sepertinya dia masih di mansionnya. Aku akan meneleponnya sebentar lagi." Kaho bersuara dengan tenang tapi, ada fluktuasi harapan dalam suaranya. Dia tentu saja bahagia bahwa keponakannya yang hilang akhirnya dalam perjalanan mengenal keluarga misteriusnya.
__ADS_1
"Bagus, tapi sebaiknya kamu menemuinya langsung. Berita seperti ini akan membuatnya sangat emosional. Aku akan kembali ke klan dan menyiapkan upacara setelah perjalanan cucuku. Para tetua di sana pasti sudah tahu perkembangan ini," ujar ayah Kaho dengan nada bersemangat.
Kaho mendengarnya dan kebahagiaannya menjadi sedikit rumit. Dia adalah sosok yang paling dekat dengan Kakak perempuannya yang mana merupakan ibu dari keponakan bungsu yang sedang dibahas ini. Keponakan yang sekaligus adalah penerus klan misterius dengan beban dan bahaya yang paling besar. Ini juga menjadi kontradiksi kakak perempuannya selama bertahun-tahun.
Kakaknya ingin anaknya kembali dan mengenali keluarga, tapi dia juga tidak ingin anaknya menanggung beban yang sangat besar hanya karena takdir yang dia terima dalam legenda seribu tahun sekali ketika dia kembali. Kaho sangat mengerti ini. Meskipun dia hidup di dunia modern dan bahkan terlibat dalam dunia showbiz, hal-hal dalam keluarganya tidak dapat dilupakan begitu saja.
Kaho sangat sadar itu. Keluarganya adalah para utusan bagi sebagian umat manusia, dan keponakan bungsunya adalah Orang Pilihan yang harus menanggung takdir besar. Antara kebahagiaan keluarga dan kewajiban, Kaho tahu mana yang lebih dipedulikan oleh keluarganya.
Terkadang dia bersyukur bahwa dia adalah milik keluarga yang spesial dan dilahirkan dengan bakat yang besar. Namun, terkadang perbedaan untuk menjadi minoritas membuatnya menjadi 'yang unik' dan kesepian di antara orang-orang. Itu karena keluarganya spesial dan berbeda. Hanya dia dan seluruh keluarganya yang tahu siapa mereka dan tugasnya. Dan mereka ditakdirkan untuk terus menjaga rahasia ini.
"Oke, aku akan ke mansion Kakak dulu," ujar Kaho lalu melihat sekitar dan mendapati satu anggota keluarga yang hilang.
"Dimana Kana?" Tanyanya dengan alis terangkat.
"Oh, aku membawanya ke kamar karena asmanya kambuh lagi. Ckckck, dia pasti sangat suka akhirnya bisa memiliki sepupu perempuan lain dan tahu bahwa sepupu kecil dalam perjalanan," ujar keponakan Kaho yang lain. Itu adalah seorang laki-laki berusia 19 tahun dengan dandanan yang anggun, Keita.
Kaho mengangguk dan tidak lagi heran. Dia keluar dan bersiap menuju mansion kakaknya. Tidak tahu apakah kabar yang dibawanya adalah kabar baik atau buruk untuk kakaknya.
***
Sorry ngilang lama, ada kendala sinyal provider teman pintar.
Oke jangan lupa like dan komentar.
__ADS_1
Have a nice day!😊