Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
121. Legenda 50.000 Tahun Lalu


__ADS_3

Sebuah lorong akhirnya terbuka. Railene yang telah melepaskan telapak tangannya, benar-benar kelelahan. Dia jatuh terduduk di depan pintu yang telah terbuka dan memperlihatkan sebuah lorong panjang dengan dinding kayu yang memajang berbagai bingkai foto.


Dia tidak langsung berdiri dan duduk untuk sementara. Perlahan kekuatan mentalnya terisi karena akumulasi energi di ruang spiritual Alam Jiwa. Penyerapan energi oleh batu safir tersebut hampir habis-habisan. Dia tidak pernah selelah itu sebelumnya dan rasanya berbagai kekuatan tercerabut dari tubuhnya.


Setelah beberapa saat, dia telah pulih. Energi kembali mengalir di seluruh tubuhnya dan dia mulai mengamati lorong yang ada di depannya. Terlihat sangat panjang dan terang dengan pencahayaan hangat.


"Rumah ini kelihatan kecil tapi sebenarnya lebih luas dari yang seharusnya, apakah ini sejenis ilusi?" Railene bergumam dan menyapu pandangan ke sekitar.


Ruangan yang ditempati oleh miniatur seluas ballroom hotel bintang lima. Ada ratusan miniatur yang ditempatkan pada posisi tertentu dan tidak terlihat memenuhi ruangan. Hanya saja, itu ditempatkan dalam skala yang luas dengan kedudukan jarak yang teratur sehingga luas ruangan terlihat dengan jelas. Rumah yang terlihat kecil dari luar ternyata menjadi sangat luas dengan langit-langit yang tinggi.


Tidak hanya luas, itu juga memanjang dengan ukuran yang melebihi lima kali lipatnya karena keberadaan lorong di depannya. Railene mengira ini adalah semacam ilusi yang bahkan tidak dapat dia kendalikan. Dan dia menyadari bahwa kekuatannya belum begitu banyak saat ini.


"Lebih baik aku lanjutkan sampai selesai. Lagipula Inchara belum membangunkanku, jadi di luar pasti belum pagi." Railene berkata pada dirinya sendiri dan berjalan memasuki lorong.


Yang tidak dia ketahui adalah, Inchara tidak dapat menghubungi Railene dari luar dengan ikatan batin saat ini. Namun, meskipun begitu, Railene masih sangat tepat dalam menentukan waktu. Itu memang belum pagi di asrama EPS.

__ADS_1


Railene menelusuri dinding lorong ketika dia masuk. Berbagai bingkai dengan lukisan terpapar. Jenis lukisan yang Railene yakin itu sangat kuno dengan didasarkan pada bentuk-bentuk bangunan di dalam lukisan dan cara melukis yang tidak dia kenali. Dan ketika melihat beberapa setelahnya, Railene menyadari bahwa itu membentuk sebuah kisah sendiri.


Lukisan pertama bergambar pegunungan dan beberapa orang yang menempati wilayah itu. Terlihat seperti sebuah suku. Terdapat lima simbol utama yang menempati beberapa bagian di dalam lukisan. Railene belum mengerti artinya karena terlalu luas untuk pemaknaan satu kali tanpa konteks. Akhirnya dia beralih ke lukisan kedua yang bergambar sebuah wilayah dengan bangunan primitif pegunungan. Dalam gambar orang-orang terlihat magis karena memiliki kekuatan yang mewakili alam.


"Seperti kekuatan spiritual. Kayaknya lima simbol di lukisan pertama mewakili jenis kekuatan spiritual," ujar Railene kemudian beralih ke lukisan ke tiga.


Semakin dalam dia masuk, Railene semakin mengerti apa yang coba disampaikan oleh lukisan ini.


Lukisan-lukisan ini bercerita tentang asal-usul sebuah legenda berusia 50.000 tahun. Wiilayah pegunungan dalam gambar disebut Pingchu, Railene tidak tahu apakah pengucapan dari huruf-huruf di lukisan benar atau salah, tapi dia dapat menebak bahwa lukisan ini berasal dari sekitar tujuh atau delapan ribu tahun lalu karena berbentuk gambar sederhana. Legenda dalam lukisan menceritakan tentang sebuah suku kehidupan yang berkumpul di hutan pegunungan. Mereka hidup sebagai penghuni wilayah itu dan menggunakan kekuatan ajaib dalam kesehariannya. Menggunakan elemen sumber yang mengakar, mereka hidup dalam harmoni yang jarang terjadi pada sebuah kelompok pada masa itu.


Suku ini sangat bahagia di awal, tapi itu tidak bertahan lama. Debu asteroid jatuh di beberapa titik muka bumi dan salah satunya dekat dengan wilayah suku tersebut. Di dalam lukisan, seseorang benar-benar keluar dari tempat jatuhnya debu asteroid dan menemukan wilayah suku itu. Orang itu memperkenalkan dirinya sebagai Dewa. Pemikiran primitif yang agak maju pun tidak serta merta menolak entitas baru di antara mereka. Mereka menerimanya sebagai tamu.


Namun, tamu yang disebut Dewa ini merupakan perwujudan wabah. Keadaan suku yang damai, menjadi kekacauan yang luar biasa ketika parasit-parasit halus tumbuh di dalam darah dan aliran spiritual orang-orang suku. Kehilangan kontak dengan kekuatan Alam, akhirnya sang pemimpin turun tangan. Dia berusaha mengurung yang disebut Dewa dan berencana membunuhnya. Sayangnya itu tidak mudah dan Dewa berhasil lolos begitu saja.


Pemimpin adalah orang paling spiritual di suku itu, dia bisa "berbicara" dengan Alam dan mengetahui beberapa petunjuk tentang kehancuran dunia luar saat ini. Dia tahu bahwa ternyata yang disebut Dewa berjumlah lebih dari satu orang dan "Sang Nature" atau Alam memberikan petunjuk untuk mengurung sumber kekacauan itu dengan lima sosok Dewi yang bersumber dari lima kekuatan Alam.

__ADS_1


Disebut Dewi karena Alam menciptakan gender lima orang itu sebagai perempuan untuk melawan entitas Dewa yang dia lihat sebagai laki-laki. Meskipun pada akhirnya yang disebut Dewa tidak semuanya laki-laki. Mendapat misi dari Alam dan memiliki dukungan suku spiritual, lima Dewi berpencar ke seluruh wilayah tempat Dewa berada.


Dunia dalam kekacauan karena beberapa suku terserang hingga mereka menjadi mirip mayat hidup. Tubuh mereka melakukan pembusukan dengan cepat karena mereka adalah manusia biasa, bukan orang spiritual di suku Alam (untuk sementara Railene menyebut suku Alam karena tidak ada petunjuk untuk mengetahui identitas suku tersebut). Ini seperti virus zombie yang menyerang imun manusia, tapi mereka tersebar melalui udara. Banyak kematian di mana-mana.


Dewa dan Dewi bertemu satu per satu. Melawan kekacauan dari sumbernya dan setelah hampir lima puluh tahun pertarungan, para Dewa berhasil di tangkap dan dipenjara di sebuah pulau khusus yang terlindungi oleh kekuatan Alam sehingga orang-orang tidak dapat melihatnya. Para Dewi yang berhasil melakukan tugas pun mengalami "kematian".


Cerita berakhir di sini dan Railene untuk sementara mecerna semua hal-hal baru ini. Sebuah legenda yang terasa begitu fantasi untuknya, tapi beberapa titik memberikan gaya realitas karena dia menyadari satu hal. Semua cerita dalam legenda, dia merasa akrab.


"Keakraban ini lagi, duh sebenarnya apa sih yang aku lupakan?" Railene bergumam dengan kesal. Dia melihat sekelilingnya untuk mendapatkan petunjuk tapi tidak ada yang lain di ujung lorong ini selain sebuah penyangga kecil yang di atasnya terdapat sebuah benda.


"Apa itu?" Railene heran dan berjalan mendekat.


...****************...


Note: Beberapa hal nggak ada hubungannya dengan dunia nyata dan nama-nama tempat di bab ini aku ngarang semua. Karena..., siapa yang tahu nama sebuah tempat lebih dari puluhan ribu tahun lalu..., kalo ada yang tahu boleh deh komen, tapi pengetahuan author terbatas jadi ngarang aja. Sebagai petunjuk, itu berhubungan dengan hutan Amazon. Tapi yang Denisova itu bener ada ceritanya. Kalian googling aja sendiri okeey! Sip.

__ADS_1


__ADS_2