Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
92. Casting Film Baru


__ADS_3

"Siapa yang datang kali ini?" Tanya Jack pada asisten di sampingnya.


"Ada Nona Kaho yang baru saja selesai dari syuting film di luar negeri. Dia membuat reservasi khusus untuk mengikuti casting," kata asisten.


Jack memunculkan kejutan di matanya. Dia baru saja mendengar sebuah nama paling fenomenal dalam sepuluh tahun terakhir. Siapa pun mengenal Kaho Tanaka, perempuan yang memulai debut di usia muda dan langsung meraih penghargaan aktris pendatang baru terbaik setelah film pertamanya rilis. Saat ini usianya baru menginjak 25 tahun dan memiliki jam terbang yang tinggi untuk syuting film-film terkenal. Dan Jack tentu saja tidak menyangka bahwa Nona Kaho yang terkenal sibuk, dapat meluangkan waktunya untuk datang ke casting film yang akan dia garap.


"Biarkan dia masuk," kata Jack menjadi serius dengan senyum misterius di wajahnya. Dia tidak tahu apa yang membuat perempuan itu datang kepadanya saat ini. Jelas filmnya saat ini tidak seterkenal yang perempuan itu ambil sebelumnya. Tapi, dia repot-repot datang tanpa aba-aba. Pasti ada sesuatu.


Jack memecah lamunannya begitu pintu kantornya diketuk. Mempersilakan masuk, seorang perempuan dengan tinggi 170 memasuki ruangan. Gayanya yang terkenal kasual dan seksi memancarkan aura aristokrat yang kental. Matanya tajam dan agak sipit, hidung bangir dengan harmonisasi bibir ceri yang menggoda. Kaho adalah gambaran model kelas atas khas oriental Asia.


"Selamat siang, Tuan Jack." Suara Kaho terdengar dalam dan anggun.


Jack bangkit dan menyapa. "Selamat siang, Nona Kaho. Silakan duduk dulu," kata Jack mempersilakan Kaho duduk di sofa kantornya. Dia duduk di seberangnya dengan aura pimpinannya.


"Jarang melihat Nona Kaho di negara ini. Saya terkejut Anda memiliki rencana untuk mengikuti casting film yang akan saya garap," ucap Jack tanpa basa-basi. Dia lugas dan ramah dan sepenuhnya tidak menyangka.


"Itu tidak mengejutkan. Bagaimana pun film Tuan Jack selalu menjadi box office dan bahkan beberapa difilmkan di luar negeri. Itu luar biasa," jawab Kaho dengan senyum santainya. Latar belakang dan kemampuannya mengizinkannya bersikap santai dan toleran kepada siapa saja. Bahkan pimpinan beberapa perusahaan teratas akan menghormatinya.


Jack tertawa ringan. Semakin heran dengan tujuan kedatangan Kaho kepadanya.


"Sepertinya Anda memiliki tujuan khusus lainnya, apakah itu berhubungan dengan film saya kali ini?" Tanya Jack lugas. Dia dapat dengan tepat mengatakan bahwa seseorang setinggi posisi Kaho, tidak mungkin datang tanpa tujuan tertentu.


Kaho tersenyum dalam. Dia adalah veteran dalam industri ini dan memiliki banyak hal di belakangnya yang tidak sederhana. Dia memilih datang memang karena menginginkan sesuatu.

__ADS_1


"Tuan Jack selalu sangat langsung. Sepertinya saya sudah ketahuan." Kaho tertawa ringan dan mengubah posisi duduknya menjadi lebih condong ke depan. Sosok anggun itu benar-benar cantik bahkan dalam setiap gerakan. Visi yang bagus dan benar-benar pantas menjadi bintang teratas industri hiburan negara ini.


"Nona Kaho dapat menyebutkannya. Jika saya bisa memenuhi kepentingan Anda, saya pasti akan memastikan itu berhasil," kata Jack.


Kaho diam sejenak. Matanya memandang keluar gedung pencakar. Perhatiannya tertuju pada layar iklan komersial yang sedang ditayangkan di salah satu gedung perbelanjaan tepat beberapa meter dari gedung perusahaan. Wajah yang familiar dan dia telah mengamati lebih dari satu tahun untuk memastikan banyak hal.


"Sebenarnya, ini adalah rahasia. Jika Tuan Jack bisa membantu, saya akan sangat berterima kasih," kata Kaho.


Jack memandang pemandangan yang dilihat Kaho dan tidak bisa tidak heran.


"Apakah berhubungan dengan dia?" Tanya Jack sambil menunjuk arah pandang Kaho.


Kaho tersenyum misterius.


Sebuah gedung khusus cukup ramai oleh para aktor dan aktris dari berbagai latar belakang. Di salah satu ruangan penguji, Railene duduk diam dan mengamati daftar peserta casting untuk berbagai tokoh dalam film terbaru yang akan dibintanginya. Dia berhenti pada karakter tokoh Ibu dan melihat sebuah nama yang dikenalnya cukup banyak karena ketenarannya. Kaho Tanaka.


Mengangkat alisnya dengan heran, dia melirik ke arah asisten sutradara di sampingnya yang juga juri casting. Mau tak mau dia gatal ingin menanyakan sesuatu. Dia heran dengan nama dewi besar yang fenomenal ini muncul tiba-tiba di daftar casting.


"Om Didi, apa Kaho Tanaka ikutan casting?" Tanya Railene lugas. Sejujurnya dia bingung dan merasa tiba-tiba. Film ini masih dalam skala nasional dan tidak sebagus film-film Kaho sebelumnya. Dia tidak tahu mengapa aktris besar ini datang ke kru film terbarunya dan bahkan masih mengikuti casting.


Asisten sutradara bernama Didi menoleh dan dengan ramah menjelaskan. "Nona Kaho datang ke Sutradara Jack dan minta biar bisa ikut casting. Om juga nggak tau kenapa dia datang, Sutradara Jack nggak ngasih tau. Juga..., keikutsertaannya masih dirahasiakan." Didi menjelaskan dengan senyum kebapakannya. Mereka sudah sering bekerja sama dan akrab dengan panggilan masing-masing.


"Hmmm, aneh. Tapi, aku jadi penasaran. Artis sekelas Kaho tiba-tiba menurunkan skalanya ke film ini?" Railene bergumam dengan heran. Tiba-tiba menantikan kehadiran orang misterius ini.

__ADS_1


Railene, meskipun tidak suka ikut campur dan jarang mengenali situasi industri hiburan, dia masih mengenali beberapa artis papan atas seperti Kaho. Bagaimana pun, kemampuan aktingnya tidak datang sendiri. Dia belajar dari tips akting Kaho beberapa kali sebagai referensi. Jadi dia tahu bahwa ada keberadaan seperti dewi ini di industri hiburan.


Jika Railene adalah artis terkenal dengan jutaan penggemar di sosial media dan fenomenal karena akting dan kecantikannya, Kaho adalah sosok besar yang legendaris. Dia bisa dibilang pendahulu yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang kuat sehingga karirnya maju sangat pesat. Railene memang dewi di kalangan remaja-dewasa, tapi skala Kaho bahkan mencapai pengetahuan sesepuh yang menonton televisi di rumah dan tidak update sosial media. Itu juga karena Railene hanya mengandalkan film saja. Sedangkan Kaho memiliki bidang yang lebih luas karena dia adalah selebriti sejati. Tidak seperti Railene yang menganggap akting sebagai karir sampingan.


Railene melirik jam dan casting resmi dimulai. Bagiannya adalah casting untuk pemeran Ibu dan tokoh perempuan kedua sebagai sahabat tokoh utama. Beberapa gadis yang mendaftar adalah pendatang baru dan kebanyakan lebih tua darinya. Jarang ada yang seumuran atau bahkan lebih muda darinya.


Satu per satu datang dan pergi dengan bagian adegan yang dipilih. Beberapa memiliki kualifikasi yang kurang, beberapa berlebihan, dan yang lainnya biasa saja. Hanya sedikit yang unik dan sesuai dalam temperamen maupun manajemen ekspresi dan gaya.


Hingga akhirnya datang ke urutan terakhir. Railene menyadari bahwa itu adalah Kaho Tanaka. Orang yang ditunggunya dengan penasaran. Para juri di sampingnya gugup, hanya dia yang menantikan dengan tenang.


"Peserta 93, silakan masuk."


Semua mata tertuju ke arah pintu. Sebelum terlihat, suara sepatu hak tinggi lebih dulu menggema. Semua orang dalam ruangan sangat gugup kecuali Railene.


Beberapa saat, seorang perempuan tinggi yang menawan masuk. Railene memperhatikan dengan lekat setiap gerakan yang dibawa Kaho hingga sampai di tengah ruangan. Tatapan semua orang tertuju pada Kaho. Sedangkan Kaho...


Dia menatap Railene dengan senyuman.


***


Hai hai, gomene.. yang udah nunggu cerita ini. Maafkan aku yang kebanyakan bolong update. Alasannya banyak, dan yah... ehem, ada pokoknya.


Jangan lupa like dan komentar.

__ADS_1


Have a nice day!😊


__ADS_2