
Film pertama Railene tayang setelah syuting dan pengeditan yang memakan waktu hampir satu tahun. Bahkan Railene sudah akan memasuki film ke duanya. Sejak tayang perdana, perusahaan yang menandatangani Railene menyuruhnya membuat akun instagram sebagai pemasaran nasional dan perkenalan sebagai aktris pendatang baru.
Railene yang sejak dulu malas bersosial media, menyerahkan tugas itu ke Maria sebagai asistennya. Dia juga memberikan kata sandi akunnya kepada Ben supaya pria kecil itu bisa membantunya mengelola segala macam yang diperlukan. Railene dengan tenang menjalani hari biasanya.
Dia tidak tahu menahu tentang penggemar sampai tiba di konferensi pers film. Dia datang bersama Arkan dan bertemu dengan aktor-aktor yang membintangi film itu juga. Ada satu pemeran yang memerankan Eda Mimo remaja dan dewasa. Nama kakak itu adalah Lucy. Berusia 20 tahun dan merupakan aktris yang sudah belasan kali memainkan film layar lebar sejak berusia 12 tahun. Dia sangat cantik dan beberapa fitur mirip dengan garis kecantikan Railene sebanyak 20 persen.
Dia pulang ke rumah setelah berbalas kata dengan para aktor dan direktur film serta Jack. Dia memiliki home teater yang bisa membuatnya menonton film di rumah, jadi hanya membeli salinan film dan pulang ke rumah tanpa mengikuti acara menonton film perdana bersama para aktor. Yang lain tidak mengalami masalah karena dia hanya aktris kecil. Bahkan Arkan, Lu Shizu, dan dua pemeran kecil lainnya juga tidak mengikuti.
Railene bicara dengan Inchara sesekali dan menerima pesan dari Ben.
Benedict: [Rail, tebak berapa banyak followers kamu sekarang?]
Railene mengangkat alis bingung dengan pertanyaan random Ben. Tidak biasanya anak itu bertanya demikian. Sepertinya Ben terlalu sering bergaul dengan Arkan baru-baru ini sehingga tertular sifat acak Arkan. Tapi, meskipun heran, Railene tetap membalas pesan itu.
Railene: [Nggak tau. Mungkin 100?]
Railene memperkirakan tidak pasti karena dia baru membuat akun itu kurang dari satu bulan sejak promosi film. Dia tidak tahu pertumbuhan penggemarnya sama sekali dan bahkan tidak merasakan antusias itu. Dia pikir itu tidak terlalu penting baginya.
__ADS_1
Benedict: [Apa kamu bercanda Rail? Ini bukan 100, tapi ada lebih dari lima ratus ribu!!! Gila, banyak banget!]
Railene ikut terkejut dengan berita itu. Inchara di sampingnya yang sedang mengintip ponselnya menjadi agak bingung dan seperti memikirkan sesuatu. Dia bertanya-tanya seberapa banyak lima ratus ribu yang dikatakan Ben itu. Railene tidak memperhatikan dan membalas.
Railene: [Oh itu cukup banyak dalam sebulan. Oke, buat seterusnya kamu bisa urus akun itu. Kamu juga punya banyak fotoku kan? Kamu bisa posting sebulan sekali.]
Benedict: [Apa kamu nggak senang, Rail?]
Railene: [Aku kaget, tapi lumayan senang. Kenapa?]
Benedict: [Nggak apa-apa. Apa kamu udah pulang?]
Inchara tidak banyak beraktivitas. Karena dia adalah jiwa yang kuat dan memiliki kekuatan, dia bisa menyentuh benda-benda. Mulai dari saat kemunculannya hingga saat ini, dia punya banyak hobi. Dari musik, rubrik, hingga buku seperti kesukaan Railene. Dia sedang membaca buku cerita fantasi horor saat Railene mengobrol dengan Ben yang kini berganti menjadi panggilan telepon.
Hari-hari berjalan damai. Railene berlatih sesekali dan meningkatkan kekuatan. Sebulan sekali dia mengubungi Selena. Terkadang dia sibuk mengikuti latihan karate, terkadang berpartisipasi dalam lomba-lomba nasional maupun internasional. Terkadang dia membaca buku, memainkan alat musik, membuat lagu, dan berlatih hari demi hari.
Hari berganti minggu, lalu berganti bulan, dan berganti tahun. Setiap tahun Railene memainkan film-film yang berbeda. Di tahun kedua dan film keduanya, dia berhasil masuk nominasi aktris pendatang baru terbaik dan memiliki lebih banyak penggemar. Jumlahnya bahkan hampir mengalahkan penggemar aktris veteran. Itu juga tahun keberuntungan dimana Diza memutuskan menerima Bram dan menikah setelah persiapan selama setahun.
__ADS_1
Pernihakan diadakan sederhana dan banyak yang datang berkunjung terutama kolega, guru-guru Railene dan Ben, kenalan mereka, dan bahkan Selena yang sedang di tengah penyelidikan tentang keluarga kandungnya. Setelah menikah, Diza maupun Railene tidak berpindah tempat karena sebelumnya Bram dan Ben hanya tinggal di apartemen kelas atas. Dan karena aturan budaya matriarki Aristokelly, keluarga suami hanya bisa pindah ke rumah istri.
Untungnya rumah Diza yang ditempati bersama Railene dan kakek neneknya adalah rumah besar yang memiliki banyak kamar. Ben pindah di samping kamar Railene. Mereka bertetangga kamar dan Ben menjadi anak laki-laki paling bahagia. Mereka bermain setiap hari dan terkadang tidak melakukan apapun. Ben lebih sering berlari mencari Railene dan menemaninya membaca buku atau bermain musik. Keduanya telah menjadi kakak adik yang baik dan Railene juga mengubah panggilannya kepada Ben.
Karena keduanya hampir tidak bisa dipisahkan, Railene memberitahu Ben tentang Inchara setahun setelah mereka menjadi satu keluarga. Rahasia Railene dibagi sedikit kepada Ben. Ben yang hampir tidak memiliki rahasia di depan Railene menjadi bahagia karena ada adik tambahan yang cantik. Awalnya dia takut karena Inchara bisa beterbangan bahkan menghilang dan muncul tiba-tiba. Tapi kelamaan mereka akrab dan sering mengobrol dengan seru. Terkadang sampai mengabaikan Railene yang diam di sudut sambil membaca buku.
Mereka juga lulus SMP dan masuk SMA unggulan negeri. Dan kali ini mereka tidak mengambil akselerasi. Jadi menunggu lulus dalam tiga tahun. Railene adalah juara ujian dan dewi sekolah. Ben adalah dewanya dan keduanya adalah pasangan kakak beradik yang paling dikagumi di sekolah. Tentu saja terlepas dari identitas aktris dan model dari mereka berdua, ada banyak penggemar murni dan haters murni di sekitarnya.
Waktu berjalan cepat dan Railene berusia 15 tahun saat ini. Dia berada di tahun ketiga SMA bersama Ben dan bahkan ada di kelas yang sama. Terpisah dari Arkan dan Archi yang berada di kelas sebelah. Keempat orang itu adalah kelompok yang paling dikagumi di sekolah. Arkan dengan band sekolahnya, Archi dengan klub basketnya, Ben dengan keanggotaan OSIS-nya, dan Railene yang dikenal sebagai pemalas unggulan. Dia menguasai hampir semuanya dan sering tidak terlihat di kelas seperti kebiasaannya dulu. Dia tidak terikat ekstrakulikuler manapun, tapi sering terjun membantu sana-sini terutama di band Arkan dan kegiatan OSIS Ben. Untungnya dia pintar dan nilainya selalu menjadi yang tertinggi dimana-mana.
Di tahun ketiga sekolah, mereka berempat masih sama saja. Railene juga masih berlatih hingga suatu malam, Inchara menubruknya yang sedang tidur. Dia terbangun dengan berita spektakuler yang ditunggu-tunggu olehnya hampir selama lima tahun ini.
"Railene bangun! Petunjuk buku kedua muncul!"
***
Hai hai... masih belum terlalu sibuk, tapi mungkin dalam dua minggu akan menghilang seperti mantan.
__ADS_1
Oke, jangan lupa like dan komentar.
Have a nice day.😊