
Railene yang berada di kegelapan, samar melihat sinar redup di sekitar. Dia kemudian melihat bahwa dia tengah berdiri di depan jutaan gambar bergerak yang seperti layar untuk dia tonton. Sangat banyak sampai Railene tidak dapat menghitungnya. Semua gambar-gambar bergerak itu mengelilinginya dengan tanpa suara di setiap adegan gambar.
"Apa ini memori?" Railene bergumam dan suara kecilnya bergema seperti dia berada di ruang dengan gaung yang besar.
Dia tidak tahu ada di mana. Objek di sekitarnya hanyalah kegelapan dan klip-klip gambar yang dia kenali sebagai memori di buku kedua Ghost Gypsy. Kakinya juga melayang tak berpijak pada tanah. Dia masih seperti melayang dan hanyut, tidak merasakan gelombang apapun. Dia tidak tahu apa yang terjadi dan mengapa dia bisa sampai di sini.
Mencoba mencari tahu, Railene mulai melihat-lihat klip berjumlah jutaan itu. Semua wajah orang-orang di dalamnya asing, namun Railene entah mengapa merasakan keakraban yang samar. Kesannya melihat orang-orang dalam memori ini seperti kesan yang ia dapatkan saat bertemu dengan Kaho sebulan lalu. Dia mengingat perasaan ini dengan sangat jelas.
Keningnya berkerut dengan tebakan samar di hatinya. Dia dapat mengenali perasaan akrab ini sebagai kekeluargaan. Dia tidak tahu mengapa dia harus merasakan hal-hal ini ketika melihat wajah-wajah tak dikenal yang memiliki perbedaan era. Seperti evolusi, orang-orang ini masih memiliki kemiripan yang khas. Mereka sangat cantik dan tampan. Hampir semua fitur memiliki kemiripan paling sedikit 2 atau 3 poin. Seperti keluarga besar.
Karena penasaran, Railene menyentuh salah satu memori klip bertanggal Maret 1930. Ada dua orang di dalamnya dengan pakaian kemeja bangsawan kuno China. Keduanya adalah wanita yang sangat cantik. Ketika menyentuhnya, dia dapat mendengar apa yang terlihat dalam klip tersebut.
Sebuah percakapan dalam bahasa China.
Salah satunya lebih tinggi dengan cheongsam biru bermotif phoenix bordir emas di atasnya. Orang pertama memiliki lesung pipi yang terbentuk ketika sudut bibirnya sedikit terangkat. Yang lainnya adalah wanita yang lebih tua dengan setelah cheongsam qipao berpola bunga sulur emas panjang dan memakai aksesori selendang berbulu angsa di pundaknya. Dia juga terlihat cantik meskipun ada sedikit keriput di ujung matanya.
Keduanya membicarakan sesuatu yang asing bagi Railene, tapi sepertinya dia mengerti tentang apa.
"Ibu, gerakan klan Hongzu sudah terlihat jelas di permukaan. Aliansi penyeimbang semakin kewalahan dan sepertinya akan terjadi sesuatu jika mereka tidak mengambil tindakan tegas." Wanita yang lebih muda berbicara.
Yang lainnya terdiam mendengarkan sambil menyeruput teh dari cangkir antik bernilai jutaan. Dia menanggapi dengan bergumam pelan. "Ada lebih banyak masalah karena pewaris mereka dibunuh ketika empat klan lain belum memilikinya," ujarnya kemudian.
"Ini akan menjadi masalah dalam seribu tahun mendatang. Orang-orang Hongzu selalu berdarah panas dan tidak sabar, terutama tetua salah satu faksi pendukung mereka," lanjutnya dengan kalimat yang lebih jelas.
"Apa empat klan akan melakukan gerakan lain?" Tanya wanita muda berlesung pipi.
__ADS_1
"Tidak akan berguna. Hanya takdir anak-anak terpilih yang bisa menyelesaikannya. Empat dari mereka akan memiliki beban yang sangat berat," jawab sang ibu menghela napas.
Klip berhenti di sini.
Railene tidak dapat menyimpulkan begitu saja apa maksudnya. Yang dia tahu, dia mendapat satu nama baru, Hongzu, sebagai sebuah nama suatu klan yang bermasalah di tahun itu. Klan dan kekuatan yang tidak Railene tahu apa tujuannya dan apa itu. Railene tidak mengenalnya, dia bahkan baru mendengar bahwa ada 5 kekuatan klan yang hadir di era itu.
"Untuk apa?"
Railene membatin dengan rumit. Pikirannya penuh dengan kemungkinan-kemungkinan dari semua yang di alami sejak terlahir kembali. Dia menebak bahwa "anak-anak terpilih" yang dimaksud dalam percakapan dua perempuan itu adalah orang-orang sepertinya. Orang Pilihan.
Railene beralih ke klip lain yang lebih dekat dan menyentuhnya. Suara dalam adegan langsung terdengar di telinganya. Kali ini memiliki lebih banyak orang dan semuanya memiliki temperamen tua dan terhormat.
Ada sejumlah lima orang yang kesemuanya orang tua di dalamnya. Tiga laki-laki dan dua perempuan. Sama seperti sebelumnya, mereka sangat gagah dan cantik bahkan setelah usia meninggalkan jejak di fisik mereka.
Kelima orang itu duduk mengelilingi meja bundar yang terlihat lebih modern. Railene melirik tahun dan itu memang lebih maju, Juni 2005. Namun, pakaian mereka masih lebih tradisional dan kesemuanya beraksen Asia dari Jepang dan China. Meskipun begitu, Railene masih dapat mengenalinya sebagai pakaian berkabung.
"Wajar, dia hampir 200 tahun. Untuk usia faksi fana dia sudah sangat panjang hidupnya," kata seorang wanita tua di sampingnya.
Kelimanya menghela napas. Lalu seorang pria berusia 30-an masuk dan memberitahu mereka tentang pemakaman.
"Para Tetua, pemakaman Kakek Hunter akan segera dilaksanakan," katanya dengan menyebut satu nama lain.
"Ayo pergi!"
Kelimanya berpindah dengan cepat dan menuju sebuah aula besar dengan banyak orang tampan dan cantik di dalamnya. Tua muda berkumpul seperti surga pencuci mata. Mereka terlihat mirip beberapa persen, persis keluarga.
__ADS_1
Ada satu peti di tengah kerumunan dan mewah. Sosok dalam foto berkabung adalah lelaki tua dengan gaya dermawan yang tampan. Rambutnya putih dengan kacamata bingkai emas berantai. Tampak konvensional dan terkendali.
Nama di bawah foto adalah Grandmaster Ghost Hunter Vetrov.
Klip berhenti di sini.
Railene terdiam sesaat ketika mengenali nama itu. Ghost Hunter? Bukankah itu nama penulis serial buku Ghost Gypsy yang membuat seluruh petunjuk tentang asal-usulnya?
Railene terkejut sejenak ketika mengetahui bahwa Ghost Gypsy sudah meninggal dengan usia tutup hampir 200 tahun.
"Apakah dia manusia biasa?"
Railene tidak tahu. Yang dia mengerti saat ini adalah bahwa semua yang ada di depannya adalah memori yang berhubungan dengan asal-usulnya. Dia menjamin itu setelah menonton dua klip dengan banyak bukti di dalamnya.
Orang-orang berwajah kelas atas yang memiliki beberapa persen kemiripan satu sama lain, cara mereka menyebut pembicaraan tentang pewaris dan klan juga Orang Pilihan, dia tidak bisa lebih yakin lagi tentang itu.
Dan akhirnya dia bisa menjelaskan rasa keakraban itu muncul darimana. Ya, dia tahu sekarang. Orang-orang ini adalah apa yang disebut klan tempat dia berasal. Dia seharusnya merupakan bagian dari orang-orang ini. Dan jawaban tentang kelahiran kembalinya seharusnya ada di dalam jutaan memori yang tersebar ini.
Railene memutuskan untuk mencari memori terkait. Namun, sayangnya sebelum dia mulai mencari, tubuhnya mulai terasa lebih ringan lagi. Railene mengantuk seketika dan dalam sekejap, dunianya kembali menjadi gelap.
***
Hai hai....
Jangan lupa like dan komentar.
__ADS_1
Have a nice day!😊