Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
64. Informasi


__ADS_3

Penampilan Railene berhasil membuat heboh lokasi syuting. Para kru, banyak diantara mereka menjadi fans Railene. Seketika membuat proses syuting tertunda selama lima belas menit karena Arkan yang sibuk berpose-pose bersama Railene. Dengan sedikit kontradiksi di hatinya, Railene menemukan bahwa sesuatu yang terjadi padanya sedikit berlebihan.


Setelah selesai, Arkan harus mengulang adegan bersama Angga. Kali ini bebas pengulangan dan keteledoran. Semua orang dalam semangat yang baik.


Railene juga mengikuti syuting dengan baik. Meskipun ada beberapa NG karena Angga yang sedikit tidak fokus, tapi itu masih diperbaiki dengan lancar. Memang layak menjadi aktor profesional, Angga memiliki akting yang sangat bagus dan mampu menyesuaikan keadaan dibawah tekanan aura Railene.


Syuting selesai di sore hari, Railene pulang ke rumah dan bertemu Diza yang sedang berdiskusi dengan Bram, ayah Ben.


"Bunda aku pulang!" Railene menyapa cerah, "Oh, halo Om Bram!" tambahnya dengan senyum kecil.


"Kamu udah pulang? Mandi dan makan malam bersama," kata Diza mengelus kepala Railene.


"Om Bram makan malam di sini juga?"


"Iya, kebetulan masih ada perlu dengan Diza," kata Bram dengan senyum tulus.


"Oh, apa ini? Om Bram manggil Bunda pake nama langsung??? Chara, sepertinya kita bakal punya ayah baru!" Railene bersenandung dalam hatinya. Memanggil Inchara untuk bergosip. Dia berjalan ke kamarnya sambil bergosip dengan Inchara.


"Nah, Rail. Selamat untukmu. Tapi, apa kamu bakal baik-baik aja? Kamu tidak pernah memikirkan untuk punya ayah karena masa lalu," ujar Inchara penasaran.


"Aku nggak tau. Bagiku yang penting Bunda bahagia. Lagi pula, nggak semua ayah seperti ayahku. Om Bram pasti beda, liat aja Ben. Dia punya sopan santun yang baik dan selalu lembut sama aku. Walaupun Ben benci beberapa orang, dia nggak pernah bikin orang-orang yang dibencinya kesusahan. Dia pasti dididik sama Om Bram dengan sangat baik," kata Railene berspekulasi.


"Hmm, bagus kalau gitu," ujar Inchara dengan nada cerah.


"Semoga begitu," gumam Railene tersenyum kecil.

__ADS_1


...


"Kapan kita akan berangkat?" Selena bertanya pada rekan sekaligus atasannya. Dia duduk di depan komputer seperti menunggu sesuatu. Hal ini disamarkan dengan pertanyaannya yang langsung.


"Dalam dua hari. Kita beraksi pada malam hari. Target mengadakan makan malam di restoran Jepang dan memesan tempat pribadi. Atur pengintaian di dekat tempat pribadi. Dia tidak terlalu hati-hati perihal lingkungan luar dan hanya peduli menyingkirkan hal-hal mengganggu di depannya. Selesaikan sebelum pertemuan dimulai. Tangkap dan temukan rahasianya." Atasannya berkata dengan penjelasan rinci.


Selena meliriknya sekilas dan berguman sendiri. Dalam hatinya ia tidak terlalu percaya bahwa operasi ini akan berjalan dengan lancar. Target adalah sosok sensasional yang tidak tertangkap selama bertahun-tahun. Tidak mudah mengungkap isi pikiran apalagi hal-hal yang disembunyikannya di belakang. Itu pekerjaan yang menguras tenaga dan sumber daya.


Dia terus menatap layar komputer dan melihat satu pesan masuk ke email pribadinya. Bibirnya sedikit terangkat. Hampir tidak ada perbedaan dengan wajah dinginnya yang biasa. Tapi matanya bersinar puas dengan penantian.


[Jemput aku di lokasi syuting]


Begitulah isi pesan yang langsung terhapus dalam beberapa detik setelah ia membacanya. Segera dia mematikan komputer dan mengambil kunci mobilnya. Dia memandang atasannya sebentar. Berkata dengan datar dan dingin.


Sang atasan memandang Selena dengan mata tajam. Ia menemukan bahwa perempuan di depannya memiliki niat tersembunyi yang tidak berbahaya. Hanya melibatkan dirinya sendiri dan misi untuk pertanyaannya sendiri. Meskipun semua anggota resimen memiliki hal-hal rahasia ini. Tapi atasan itu selalu melihat bahwa apa yang dibawa Selena sebagai rahasia, memiliki bobot yang sangat berat dengan misi yang melibatkan nyawa.


"Baik. Selalu berhati-hati pada pengawasan orang ini. Dia memiliki pelindung di sisi gelap," kata sang atasan mengingatkan.


"Saya tau," kata Selena dan langsung pergi.


Dia menuju mobil Hummernya dan melaju melalui jalanan menuju pusat kota. Sekarang ada yang lebih penting daripada membawa atasan untuk diskusi mengenai misi. Ini adalah salah satu janji yang dibuat dalam kontrak antara Railene dan dia. Railene meminta akses untuk memperluas informasi, sedangkan ia meminta Railene untuk menemukan petunjuk tentang kebenaran masa lalu yang ia lupakan serta rahasia yang tersembunyi darinya mengenai kematian orang tua angkatnya.


Dan hari ini sepertinya Railene siap menjelajahi lautan memori tersembunyi dalam kepalanya. Itu berarti latihan yang dijalankan Railene memiliki peningkatan yang signifikan. Itu memperdalam kekuatan otaknya dan juga menembus kekelaman orang di ingatan mereka.


Satu jam kemudian dia sudah sampai di depan gedung Film dan TV. Menunggu Railene keluar untuk menghipnosisnya dengan ingatan terpendam atau mencongkel paksa dan membiarkannya menemukan sendiri. Dia sedikit gugup. Dalam hidupnya yang berada di kegelapan, dia jarang merasakan kegugupan ini. Dia terbiasa kesepian, sendiri, berteman dengan rahasia dan kekejaman dunia bawah. Dia bahkan masih bisa gugup dengan hasil yang akan ia dapat dari informasi yang akan ia dapat dari Railene.

__ADS_1


Tok tok.


Selena menoleh dan mendapati wajah Maria, asisten Railene yang ditemuinya dua minggu lalu. Membuka pintu Railene masuk dan mengatakan sesuatu kepada Maria. Lalu asisten itu menjauh dan memandang mobilnya dari pintu masuk gedung Film dan TV.


"Kak Lena, apa di sini nggak papa? Aku masih ada syuting dua jam lagi dan Kak Maria nggak bakal ngizinin aku pergi sama Kakak sekarang." Railene berujar dengan wajah kecilnya yang takzim.


"Oke. Di sini juga bukan masalah." Selena menjawab segera. Suaranya masih mantap dan tanpa distorsi apapun.


Railene segera membawa Selena pada keheningan. Terobosan dalam kepala Railene adalah sesuatu yang sudah memiliki kekuatan besar. Meskipun belum mampu memberikan hipnosis tidur yang mengungkapkan ingatan asli, tapi dia masih memiliki kekuatannya sendiri untuk menemukan dan memberi Selena petunjuk.


Dalam lima menit, Railene memberitahu Selena apa yang dia ketahui. Sesuatu dari masa lalu Selena ternyata lebih rumit daripada yang dia bayangkan. Itu penuh intrik dan rencana besar seseorang. Ini terutama menjadi penyebab utama bagaimana Selena kehilangan ingatannya pada saat itu.


"Aku akan memberikan titik kunci yang bisa Kak Lena selidiki sendiri," kata Railene memulai. Dia memandang Selena dengan sedikit rumit dan rasa sakit. Bagaimana mungkin hidup seseorang bisa begitu berat dan gelap? Railene tidak tahu bagaimana rasanya itu, tapi untuk bertahan dengan benar, memang layak disebut kuat dan tangguh.


"Kematian orang tua angkat Kakak berhubungan dengan orang tua kandung Kakak. Kakak bisa memulai dengan raksasa bisnis di Kanada bernama Logan Derward. Ada satu lagi seseorang yang punya tato ular di leher belakangnya dan bermata biru. Kayaknya keluarga Kakak bukan orang biasa. Terlalu berbahaya buat mulai sendiri, aku bakal cari cara buat membantu memunculkan ingatan Kakak," ujar Railene dengan jelas dan ada sorot serius dalam matanya.


Selena sendiri terpaku dalam keterkejutan. Informasi ini benar-benar tidak biasa sama sekali.


***


Hai hai... karena kesibukan akhir-akhir ini aku jadi jarang update. Maafkan daku...


Jangan lupa like dan komentar ya...


Have a nice day!😊

__ADS_1


__ADS_2