Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
62. Permintaan


__ADS_3

Railene duduk di salah satu bangku yang tersedia di depan toko permen. Dia menikmati satu permen lemon dan memegang satu kantong berisi permen jenis sama dengan varian rasa berbeda-beda. Satu dua dapat ditemukan lolipop berbagai bentuk di dalamnya.


Di samping Railene, Maria duduk tegak tidak bergerak. Menonton Railene makan dan tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap sesekali dan mengedarkan matanya ke sekeliling. Tidak tahu apa yang dipikirkannya, wajahnya tidak memiliki fluktuasi apapun.


"Apa Kakak mau?" Railene menawarkan permennya untuk kedua kalinya. Dia memperhatikan tatapan Maria beberapa kali dan merasa sedikit aneh. Seperti diamati dengan cermat.


"Tidak." Maria menjawab dengan tegas, namun suaranya tidak keras.


Railene tidak memaksa. Dia melirik jam tangan kecilnya dan menghitung mundur dalam satu menit. Tepat ketika angka mencapai titik nol, sebuah Hummer hitam berhenti di depan toko permen. Sosok cantik, tinggi, dan dingin keluar dari mobil itu, berjalan menuju tempat Railene duduk.


Maria bereaksi melihat orang itu. Menatapnya tajam dan bolak-balik melirik Railene yang memiliki senyum cerah. Tidak lama, suaranya yang jernih menyapa secerah cahaya matahari.


"Kak Lena!" Railene melambaikan tangannya. Dengan penampilan lucu, dia duduk dan memegang kantong permen dan melambaikan tangan lainnya. Wajahnya yang imut dan cantik itu menggetarkan hati orang-orang di sekitarnya. Merasa hangat tiba-tiba.


Selena berjalan mendekat dengan senyum kecil di wajahnya. Dia merasa lebih baik ketika melihat wajah gadis kecil itu. Hanya dengan gadis kecil itu dia melepaskan ekspresinya yang santai. Memperhatikan sekitar, dia menoleh pada Maria yang menatapnya dengan tanpa ekspresi. Selena tidak mengenal Maria, tapi dia tahu bahwa perempuan di samping Railene itu memiliki keistimewaan tersendiri. Dia bisa merasakan matanya yang sedikit kosong namun memiliki ketajaman yang akurat.


"Railene," sapa Selena lalu duduk di seberang kedua orang itu.


"Kak Lena, apa kamu membawa pesananku?" Tanya Railene lugas. Tidak menyembunyikan apapun di depan Maria.


Selena mengangkat alis terkejut, dia melirik Maria sebelum mengangguk ke arah Railene. Maria tidak berkata apa-apa, sedang mencerna urusan artis yang sedang diikutinya. Ada pertanyaan di kepalanya, namun dia tidak menanyakan karena tidak begitu penasaran. Dia menganggap perempuan dingin dengan aura kuat di depannya sebagai kenalan Railene. Bagaimana pun, gadis semacam Railene pasti memiliki kualitas lingkungan dengan aura yang sekuat ini.


"Dimana itu?" Tanya Railene.


"Ada di mobil. Mau mengambilnya sekarang? Aku belum merakitnya." Selena menawarkan untuk sebuah hal yang akan dia bicarakan secara rahasia dengan Railene.

__ADS_1


"Oke," kata Railene meletakkan kantong permennya di meja. Dia menoleh ke arah Maria, " Kak, aku ke mobil Kak Lena sebentar, Kakak bisa tunggu di sini," tambahnya kemudian.


Maria mengangguk. Mengawasi Railene yang berjalan di samping Selena. Keduanya terlihat akrab dan alami, meskipun agak aneh karena terlihat memiliki dua kepribadian yang saling bertabrakan. Dia tidak peduli, tetap mengawasi dalam diam.


Railene duduk di samping kemudi. Selena mengeluarkan kotak kayu yang dia bawa. Ia menyerahkan kepada Railene.


"Ada beberapa barang yang sulit di dapatnya, tapi untungnya temanku memilikinya," kata Selena.


"Terima kasih. Gimana aku gantinya? Berapa jumlah total barang ini?" Tanya Railene dengan penasaran.


Sebenarnya meskipun dia sudah melakukan observasi harga pasar, dia belum mampu menentukan harga pasnya. Sebagian kecil dari barang yang dia pesan memang langka dan hanya bisa didapatkan di pasar-pasar gelap atau internasional. Bisa juga didapatkan melalui pelelangan yang biasanya dilangsungkan di dunia bawah.


"Nggak perlu. Ini nggak banyak. Kamu bisa simpan uangmu dan sebagai gantinya, aku membutuhkan bantuanmu," kata Selena segera. Dia datang bukan hanya untuk memenuhi janji mengantarkan barang, tapi ada suatu kasus tak terpecahkan dan telah berlangsung lama. Ini membuat tentara rahasia jengkel dan terpaksa menunda perencanaan yang sudah disiapkan. Musuhnya terlalu kuat dan ada banyak pencarian yang tak terhitung jumlahnya. Menjadikan banyak waktu terbuang sia-sia.


"Aku akan membantu sebisaku." Railene bertekad dengan tenang. Sejujurnya sedikit mengantisipasi apa yang akan Selena minta.


Railene tahu Selena sedang membicarakan tentang kekuatan membaca masa lalu miliknya. Jadi dia segera mengangguk. Dia pernah mencoba banyak hal dengan kekuatan alaminya. Pada usia 8 tahun, dia sudah meningkat sangat banyak. Dia bisa melihat masa lalu orang lain bahkan melalui ingatan orang lain.


Ketika pihak A adalah orang yang dilihat masa lalunya oleh Railene dan ada pihak B di ingatan pihak A. Dia bisa melihat ingatan pihak B dengan menyelam lebih dalam. Ini juga membutuhkan energi pikiran yang besar dan seringkali Railene pingsan dalam percobaannya karena terlalu pusing.


Sehingga bahkan dengan teropong atau kamera langsung, dia bisa melihatnya lebih mudah.


"Kalau begitu bagus," ucap Selena dengan menghela napas tipis. Dia menoleh kepada Railene dan menceritakan kasusnya. Tidak mengungkapkan banyak rahasia, tapi cukup memberikan informasi dasar.


"Seorang ******* dengan label S karena menghadapinya sangat sulit bagi tentara rahasia. Kami berhasil mengidentifikasi beberapa yang terlibat, tapi kami belum berani bertindak karena situasi pihak lain benar-benar tersembunyi. Dia sering terlihat di kasino bawah tanah mafia Jepang. Tapi, sesekali menyamar di padatnya jalanan komersial. Dia melakukan kejahatan dengan tingkat bahaya tinggi. Kami nggak bisa menangkapnya begitu saja karena rahasia yang kami nggak tahu tentang organisasi di belakangnya," kata Selena. Dia menghela napas panjang. Terdengar lelah namun nadanya masih tajam dan berbahaya.

__ADS_1


"Dalam dua minggu, dia akan terlibat dengan para investor internasional. Saat itu, dia mungkin akan mengujungi pusat-pusat perbelanjaan untuk observasi. Nyatanya, dia merupakan seorang pengusaha sebagai identitas penutup kejahatannya. Dan yang ingin aku minta dari kamu adalah awasi dari salah satu sisi gedung. Aku mau kamu menangkap informasi dari masa lalunya, dimana markas besar dan apa rahasia serta kelemahannya," ujar Selena.


Dia menoleh ke arah Railene yang sedang memperhatikan ceritanya. "Apa kamu bisa?" Tanya Selena kemudian.


Railene termenung sejenak. Mencoba mencerna informasi dasar ini. Lalu memikirkan cara bagaimana operasi akan berjalan. Sejujurnya ini pertama kalinya ia terlibat dalam operasi militer rahasia yang benar-benar berbahaya.


"Gimana caranya aku keluar dan bekerja sama?" Tanya Railene kemudian. Dia memiliki banyak jalan keluar di kepalanya. Tapi dia masih ingin mendengar rencana Selena yang lebih mengerti medan perang intelejen seperti ini.


"Aku akan mengaturnya," kata Selena. Lalu dia menjelaskan caranya dan menanyakan kesediaan Railene. Dalam beberapa hari ke depan, mereka akan terhubung kembali.


"Aku nggak tau apa aku bisa membantu banyak dengan lancar. Semua yang aku lakukan di bawah pengawasan Bunda dan perusahaan. Mungkin cuma Kak Maria yang bisa diajak kerja sama. Tapi, nggak bisa melampaui batas aturan perusahaan," ujar Railene setengah curhat.


"Maria? Perempuan yang bersamamu itu?" Tanya Selena melirik ke luar jendela mobil. Memperhatikan Maria yang duduk tegak mengawasi mobilnya.


"Iya. Dia asisten baru yang dibawa agen untukku," kata Railene lalu sadar bahwa dia lupa memperkenalkan kedua orang itu.


"Oke, berikan nomor ponselmu, aku akan menghubungimu dalam beberapa hari." Selena mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan kepada Railene.


"Jangan. Aku nggak punya ponsel yang tanpa pengawasan. Aku akan menghubungi kakak dulu. Barang-barang ini bakal selesai aku rakit minimal lusa. Lusa, aku akan memberikan informasi kontak yang bisa aku gunakan buat komunikasi pribadi," ujar Railene.


Selena mengangguk dan setuju. Railene keluar dari mobil dan melambaikan tangannya pada Hummer yang melaju di jalanan. Dia kembali pada Maria dan pulang.


***


Apa kabar? Bagus.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar.


Have a nice day!😊


__ADS_2