
Pada akhirnya, Jack menyetujui semua persyaratan Railene dalam kontrak. Dia yang seharusnya mengeksploitasi Railene, malah dieksploitasi balik. Sekretaris Jack juga sudah lama tertawa karena nasib temannya itu.
Keduanya membentuk pemahaman baru tentang sosok iblis kecil yang menjelma dalam bentuk gadis kecil imut berusia delapan tahun. Siapa yang percaya pemikiran gadis itu melebihi ekspektasi orang normal? Dia bahkan menjerat orang-orang tiran seperti Jack untuk tunduk pada permintaan yang keluar dari bibirnya.
"Terima kasih, Tuan Jack. Senang bekerja sama dengan Anda, saya meminta tolong untuk menjaga Railene dibawah nama perusahaan Anda dengan baik," ujar Jean dengan senyum sejuta watt. Kacamata bingkai emasnya menambah cemerlang penampilan wanita bisnis itu. Cantik, mempesona, dan pintar. Dia baru saja memenangkan kekayaan batin dan material yang berguna untuk keberlangsungan bisnis dan sekolahnya.
"Senang bekerja sama dengan Anda," kata Jack sedikit masam. Namun, dia senang lagi. Meskipun masih harus bekerja keras, keuntungan dari kerja sama keduanya menghasilkan banyak talenta berbakat di perusahaannya. Itu merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Hanya lubang kecil Railene saja yang membuatnya masam.
"Sampai jumpa seminggu lagi, Railene. Ini film pertamamu, aku harap kamu memberikan yang terbaik tahun ini," ujar Jack tersenyum tiga jari. Dia sudah mengganti kata-kata formalnya menjadi lebih kasual. Seperti bicara dengan teman sendiri.
"Oke!" jawabnya singkat. Railene mengangguk dan tersenyum.
Jack dan sekertarisnya pergi. Railene kembali ke kelasnya dengan senyuman kecil. Dia baru saja memulai rencana untuk hal-hal yang masih menjadi misteri baginya. Dia bermain taktik dan tidak menjadi langsung karena dia masih seorang bocah. Bahkan jika jiwanya tidak sabar dan otaknya bekerja dengan sangat cepat, dia tidak bisa mengambil tindakan begitu saja.
Hal pertama dalam tugas yang di ingat adalah berbahagia dan membuat keluarganya bahagia. Adapun misteri-misteri tentang tugas-tugas lainnya, itu harus menjadi tugas sampingan. Bukan sesuatu yang pokok, tapi dia merasa bahwa menyelesaikan tugas sampingan akan membawa dampak baik bagi hidupnya.
Saat ini dia terlalu buta dan tidak tahu arah tujuan yang sebenarnya. Siapa dia, apa tujuan aslinya terlahir kembali, dan siapa orang-orang yang merancang semua ini. Railene tidak mempercayai kebetulan. Semuanya pasti telah diatur. Entah itu oleh makhluk atau pun tuhan. Dia akan mencari jalurnya dan menemukan kebenaran.
***
__ADS_1
Seminggu kemudian.
Sebuah mobil menjemput Railene dan Arkan di depan sekolah. Ben sendiri tidak berhubungan dengan akting, jadi dia dengan enggan menyingkir. Membiarkan mantan rivalnya menjaga dan bersenang-senang dengan Railene.
Di dalam mobil yang dikirim khusus oleh perusahaan, Railene dan Arkan diperkenalkan kepada broker profesional. Itu adalah agen artis yang mengatur segala jenis pekerjaan di masa depan mereka. Agen ini juga spesial, dia hanya menangani dua orang itu secara khusus selama masa kontrak.
"Halo kalian berdua, namaku Tamara. Aku akan jadi agen untuk kalian berdua selama 10 tahun kontrak. Aku akan mengatur asisten untuk kalian berdua dan sesuai dengan perminataan kalian. Kita sekarang sedang menuju perusahaan buat menangani asisten. Setelah itu kalian bisa melanjutkan untuk casting film sutradara Jack, ada pertanyaan?"
Agen Tamara adalah sosok perempuan berusia akhir 20-an yang cukup tinggi dan atletis. Dia memiliki senyum ramah dan dari pengaturannya, dia bersikap profesional serta efektif. Dalam pandangan pertama Railene, dia langsung merasa cocok dengan perempuan itu.
"Halo, Kakak Tamara. Namaku Arkana Kinoka, dia adik baptisku, Railene Aristokelly. Apa kamu menjemput kami sendiri?" Arkan yang sangat sosial sudah memulai intro dan perkenalannya. Sepertinya dia juga mengenali aura pihak lain yang memiliki preferensi sesuai penampilan dan sikap.
"Ya, benar. Untuk hari pertama kalian, aku akan menjemput dan mengantar kalian selama belum memiliki asisten. Di masa depan, setelah kalian punya asisten, kalian akan berangkat dengan mereka. Kalau memerlukan sesuatu yang penting atau membutuhkan sesuatu, kalian bisa menghubungiku. Juga, mobil perusahaan ini adalah mobil khusus untuk Railene. Untuk Arkana, kamu akan mendapatkannya yang lain di perusahaan setelah menentukan asisten," ujar Tamara dengan senyum cerah yang masih sopan.
"Kalian bisa bersama untuk berangkat syuting. Namun, di masa depan, kalian akan punya jadwal yang berbeda. Kamu masih akan berjalan masing-masing karena banyak agenda untukmu tahun ini. Dan Railene hanya memiliki jadwal yang lebih sedikit sesuai isi kontrak resmi." Tamara menjawab dengan sabar. Dia memperhatikan Arkan yang langsung bereaksi kaget. Namun, dia sedikit memiliki kesedihan dangkal di matanya.
"Rail, ternyata kita nggak bakal selalu bareng," kata Arkan dengan ekspresi sedihnya.
Railene tergerak untuk tertawa geli. "Kita tetap bakal syuting bareng untuk film ini. Sisanya jalan-jalan sendiri. Aku bakal nonton film Kak Arkan nanti," ujar Railene menghibur.
__ADS_1
"Oh itu bagus!" Arkan kembali bersemangat. Kata-kata pengiburan kecil itu membuat Arkan normal lagi.
Railene berkedut di sudut bibirnya. Merasa gampang membujuk Arkan daripada Ben yang memiliki banyak kecemburuan. Arkan dan Ben memang dua kutub yang berlawanan.
Tamara menyaksikannya dua anak kecil itu dengan senyum kecilnya. Dia terbiasa mengatur artis-artis cilik dan membimbing mereka sampai remaja dewasa. Ada banyak pengalaman dan banyak juga karakter yang ia temui. Karakter Arkan pernah ia temui sebelumnya, jadi dia merasa bisa mengaturnya dengan benar. Hanya saja, Railene adalah sosok yang baru baginya.
Dalam kesannya yang dalam, anak seusia Railene yang pendiam, tidak memiliki aura setebal milik Railene. Dia seperti putri dan makhluk langka dari dunia abadi. Itu membawa banyak kenyamanan walaupun tidak banyak berinteraksi. Railene adalah sosok yang sangat mudah dicintai semua orang. Bahkan ketika dia tidak berbuat apapun dan hanya diam, perasaan nyaman itu tetap hadir. Menarik dan membuat seseorang tidak dapat mengalihkan perhatian dengan mudah.
Ketiganya sampai di perusahaan. Railene belum pernah datang ke perusahaan ini di masa lalu maupun kehidupan kedua. Dari dulu, dia tidak berhubungan dengan industri hiburan dan sekarang dia sedikit tertarik dengan sistematis dan kegiatan di bawah sayap industri hiburan.
Menurut penjelasan Tamara, Railene dapat menyimpulkan beberapa hal. Artis di bawah nama perusahaan disediakan tempat tinggal berupa komunitas khusus yang memiliki tempat tinggal rata-rata. Itu cukup bagus dan lebih dari cukup untuk kenyamanan.
Meskipun begitu, tidak semua artis tinggal di komunitas. Hanya mereka yang membutuhkan rumah lebih banyak dari yang lain saja yang menempati komunitas. Dan Railene bisa tahu bahwa perawatan manajemen di bawah perusahaan ini cukup baik.
Dia merasa lebih nyaman di dalam hatinya.
***
Hai hai, maaf baru update lagi. Iya, saya minta maaf terus hehe.
__ADS_1
Tapi makasih buat para pembaca yang masih setia baca cerita ini. Jangan lupa like dan komentar.
Have a nice day!😊