
Railene mengalami penyesuaian dalam dua hari terakhir. Dia tidak membolos kelas dan hanya menyentuh permainan di kelas sesekali. Perbedaannya tidak cukup besar. Meskipun masih berkeliaran, tapi tidak seaktif saat dia di sekolah dasar.
Gedung SMP memiliki konsentrasi yang lebih membosankan. Selain ruang-ruang klub ekstrakulikuler dan perpustakaan, tidak ada hal baru yang bisa dijelajah olehnya. Dia masih suka menjadi penunggu perpustakaan dan beberapa kali mengunjungi klub ekstrakulikuler musik. Bermain piano, gitar, atau biola.
Setelah melewati audisi akting dua hari lalu, Railene menjadi salah satu kandidat terpilih untuk menandatangani kontrak dengan pihak agensi dan perusahaan. Secara kebetulan, Ben dan Arkan memiliki hasil yang sama. Penampilan dingin Ben sesuai dengan karakter model yang penuh pesona. Sedangkan Arkan adalah tipe sosok yang dapat mengubah wajah secara instan dengan begitu mudah. Bakat aktingnya sangat bagus.
Dibandingkan Railene yang menggunakan aura kuat dan karakter dingin yang misterius, Arkan jauh lebih berbakat. Railene tahu itu dan tidak keberatan. Toh dia hanya ingin bersenang-senang di industri hiburan sesuai mood.
Dia tahu Jack menginginkan talentanya. Dengan bantuan Jean dan reputasi kakeknya, Railene memiliki kontrak khusus jangka panjang. Kontrak 10 tahun dan masih bisa diperbaharui. Isinya adalah hal-hal yang disesuaikan oleh Railene. Saat ini ia sedang berunding dengan Jack, sekertarisnya, dan Jean mengenai kontrak spesialnya.
"Itu tidak masalah apapun yang kamu inginkan untuk ada di kontrak. Jadi, apa yang akan kamu ajukan?" Jack tersenyum pengertian. Dia menyukai bakat alami dan aura kuat dalam diri Railene. Dia tidak akan melepaskannya begitu saja.
Railene sudah memikirkan ini sebelumnya. Jadi dia menyebutkannya dengan santai. Senyum kecilnya anggun dan ceria.
"Aku akan jadi aktris paruh waktu!" jawabnya dengan lugas.
Jack, sekertaris, dan Jean sedikit terkejut. Jean yang sudah berkali-kali mengerti Railene dengan cepat kembali tenang. Jack dan sekertarisnya tidak secepat Jean. Masih linglung sementara waktu.
"Paruh waktu? Gadis kecil, apa kamu tau artinya itu?" Jack kembali bertanya. Matanya menunjukkan bahwa dia lebih memiliki banyak ketertarikan pada sirkuit pemikiran si jenius di depannya.
"Hum, aku tau. Menjadi aktris bukan pilihan pertamaku, artinya aku nggak akan banyak bergabung di acara-acara ini dan melakukannya hanya untuk bersenang-senang," kata Railene jujur.
Jack terdiam beberapa saat dan kemudian tertawa. Dia baru menyadari sekarang bahwa gadis kecil delapan tahun di depannya sama sekali tidak biasa. Tidak naif, tidak seperti anak kecil kebanyakan. Dia seperti kolega dan berada di tingkat kedewasaan yang sama dengannya tetapi memiliki tubuh yang lebih kecil dan berwajah kekanakkan. Jiwa dewasa yang terjebak dalam sosok anak kecil? Jack memperkirakan seperti itu.
Terlepas dari permintaannya, Jack tidak menolak sama sekali. Tujuannya untuk saat ini adalah Railene yang menjadi tokoh dalam filmnya. Jika kesepakatan ini benar-benar mampu membuat Railene membintangi filmnya, ia akan setuju.
__ADS_1
"Baik, itu tidak masalah. Ada yang lain?" Jack bertanya setelah tertawa panjang.
Railene mengangguk. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan Jack sekarang, tapi dia tahu tujuan pria itu. Maka, Railene memanfaatkan dirinya untuk eksploitasi yang mencukupi. Dia tahu nilai dirinya dan itu memang mahal. Sikap dan sifatnya yang beragam memang akan disebut misterius oleh orang lain. Seolah dia memiliki banyak kepribadian dalam satu tubuh.
Itu tentu saja tidak benar. Semua identitas yang dilihat orang lain, adalah dirinya sendiri. Entah dia yang dingin tak tersentuh, dia yang hangat dan ceria, dia yang anggun berwibawa, dan dia yang jernih seperti dewi, semua adalah dirinya sendiri. Sesuatu yang melekat dalam sifatnya dalam penempaan dua kehidupannya.
"Aku cuma mau main satu film, terserah apa aja. Tapi hanya satu film dan dua iklan dalam setahun. Total kegiatan harus kurang dari empat bulan. Aku memilih agenku sendiri dan asistenku sendiri. Sisanya terserah perusahaan," kata Railene dengan senyum cerah di wajahnya.
Semua yang ada di ruangan itu tercengang. Ketiganya bertanya-tanya darimana asal kepercayaan diri yang begitu kuat itu berasal. Sikapnya dapat dikatakan sombong dan begitu tinggi. Namun, ketiganya tidak dapat menemukan ketidaknyamanan dari kalimat itu. Seolah itu memang yang seharusnya dia katakan. Seolah dia memang layak untuk mengatakan itu kepada mereka.
Si*l, dia benar-benar cocok! pikir Jack sambil mengumpat.
Aura ini, kata-katanya jelas aneh..., tapi kenapa dia terlihat pantas mengatakan itu? Darimana bocah kecil ini berasal?! ujar sekertaris dalam batinnya. Sama-sama tercengang.
Seperti yang diharapkan dari keponakanku. Astaga astaga.., keren sekali! pikir Jean dengan wajah poker yang masih ditahan-tahannya. Ujung bibirnya berkedut dan tidak bisa menunda senyuman cerahnya.
"Chara, apa menurutmu aku berlebihan?" Tanyanya dalam telepati.
"Kurasa tidak. Mereka memikirkan bahwa kamu keren waktu bilang begitu. Oh, Rail, pengikutmu akan bertambah sangat banyak di masa depan. Itu bagus!" Inchara bersorak dengan ceria. Nadanya tidak menyembunyikan kebahagiaan yang naif.
"Apanya yang bagus dari punya banyak pengikut? Bukannya itu membuat ruang pribadiku terusik? Chara, kamu harus segera jadi manusia!" ujar Railene dan menghubungkannya ke hal yang tidak berhubungan.
"Apa hubungannya?"
"Ini jelas berhubungan. Kamu bisa jadi tamengku!"
__ADS_1
"Oke oke, itu lebih bagus. Mari terus latihan. Kamu akan benar-benar bisa membuatku jadi manusia saat kekuatanmu tumbuh lagi!"
"Hmm, itu... aku akan mengusahakannya,"
Percakapan berakhir. Dia kembali melihat tiga orang di depannya yang perlahan pulih. Jack yang pertama pulih kembali tertawa. Kali ini terbahak-bahak. Dia berada dalam jebakan sekarang. Ingin tertawa dan menangis sekaligus.
Permintaan Railene jelas cerdik dan tak tertolak. Jack tahu bahwa Railene sudah menyadari nilai dirinya sendiri yang mahal dan langka. Dan permintaan itu masih sangat bermoral. Hanya saja, itu membuat Jack dalam krisis hati yang begitu ketat.
Si*l, kenapa sulit sekali menangani jenius ini! Seharusnya aku tidak memberinya kontrak istimewa. Apa yang kamu harapan, Jack? Apakah jenius cantik dan kaya raya sepertinya membutuhkan uang, sumber daya, dan ketenaran lebih? Tidak! Tentu saja tidak. Jenius kecil ini hanya ingin mencoba dan bermain-main. Lihat, permintaannya saja penuh dengan kemalasan. Dia akan bermalas-malasan sepanjang tahun! Aku sangat tidak beruntung!
Jack menggerutu dalam hatinya. Wajahnya yang tertawa sepertinya mulai mengeluarkan air mata. Dia sangat sedih. Sang sekertaris di sampingnya tidak bisa tidak kasihan dan menahan tawa melihat Jack seperti itu.
Orang ini yang berniat merampok bakat alami yang langka, pada akhirnya dirampok oleh orang yang ia bidik. Ya, tidak seharusnya mereka meremehkan seorang jenius.
***
Chit Chat Rebirth :
Railene : Penjelasan kenapa kemarin-kemarin kita nggak syuting.
Ben : Satu, Kak YC sibuk dan ada acara kampus.
Jack : Dua, YC lagi ketagihan baca cerita terjemahan online di internet dan lupa bahwa dia punya cerita yang belum selesai.
Jean : Tiga, YC menghabiskan seperempat malam buat nangisin tokoh utama dalam novel yang dia baca lima hari berturut-turut. Jadi dia bangun siang dan ya... taulah... baca novel online lagi.
__ADS_1
Railene : Dan yang terakhir, Kak YC abis putusin pacarnya setelah ngegosting pacarnya selama setengah bulan. Dia akhirnya lega sekarang.
Saya : Sebagai sutradara dan penulis cerita, saya minta maaf yang setulus-tulusnya kepada para hadirin cerita ini. Terima kasih juga masih mau baca. Silahkan di like dan komentar. Oke?! Hehe.