
Railene menikmati hari liburnya dengan Diza di Swiss. Relaksasi yang jarang terjadi membuat Railene sejenak melupakan kerumitan hal-hal yang dibawa oleh misteri hidupnya. Dan meskipun itu singkat, setidaknya pikirannya benar-benar kembali sangat jernih.
Dia lebih bersemangat memulai babak baru pencarian untuk memuaskan keingintahuannya. Tapi, sebelum itu terjadi, pengumuman variety show pertamanya di luar negeri membuatnya sedikit tenang. Dia mulai kembali bekerja di sektor hiburan untuk memenuhi hutangnya kepada Jack dua tahun nanti. Hal itu terjadi karena dia akan hiatus sementara dari industri hiburan. Selain disebabkan pentingnya misinya, dia juga terobsesi belajar banyak hal di EPS. Jadi, selama waktu ini dia benar-benar fokus pada dunia showbiz.
"Oke, rekaman kali nggak memakan banyak waktu. Total ada tiga hari di Swiss dan sisanya kembali ke Indonesia. Kamu akan check in jam 5 sore nanti," ujar agen Railene, Tamara.
Saat ini Railene tengah duduk di kamar presiden suite yang dipesan pribadi. Dia ditemani oleh asistennya Maria karena sejak kemarin, dia sendirian di negara ini. Kesibukan Diza dimulai lagi setelah beberapa hari bersenang-senang bersama Railene di negara turis ini. Jadi, Railene juga harus kembali sendirian dan... bekerja.
"Oke, siapa aja yang benar-benar terlibat di dalam variety show ini?" Tanya Railene yang terlalu malas menggunakan kekuatan mentalnya untuk memata-matai pikiran Tamara. Belakangan dia telah bisa mengendalikan batasan agar tidak mendengar atau melihat pikiran orang lain secara membabi buta. Lagipula baginya itu tidak terlalu menyenangkan karena pikiran beberapa orang benar-benar berantakan.
"Kecuali draf yang aku serahkan ke kamu, ada tambahan satu peneliti lainnya. Aku dapat informasi tapi masih belum dipastikan, bahwa orang ini salah satu kerabat Nona Kaho yang telah berkecimpung di dunia teknologi virtual." Tamara mendekat dengan wajah gosip.
Railene meliriknya dan tidak menangkap umpan, sebenarnya tidak terlalu tertarik karena dia akan tahu nanti. Dia tidak mempersiapkan apapun karena tahu bahwa orang-orang yang terlibat tidak memiliki masalah dengannya. Juga, mereka adalah orang-orang yang memiliki otak dan tidak melihat sampul. Cocok untuk bergaul dengannya yang tidak terlalu suka basa-basi.
"Oke, aku mau mandi dulu," ujar Railene kemudian pergi ke kamar mandi. Mengabaikan Tamara yang masih berusaha menyeret teman untuk bergosip. Sayangnya dia harus putus asa karena orang yang tersisa hanya Maria, patung manusia dengan sangat sedikit emosi.
...
Gedung tertentu, pukul 5 sore.
__ADS_1
"Bibi, apakah kita benar-benar akan bertemu sepupu? Oh oh, aku tidak sabar!" Seorang gadis bernama Kana saat ini tengah melompat-lompat di sofa salah satu ruang VIP untuk beristirahat para tamu undangan.
Di dekatnya Kaho tersenyum ringan dan tidak terlalu memperdulikan keponakannya yang jatuh cinta dengan Railene. Dia telah merias wajahnya dengan ringan dan berbalik untuk mengingatkan keponakan kecilnya. Jangan sampai gadis kecil ini mengacaukan rencana leluhur dan mengaku lebih dulu bahwa dia adalah sepupunya.
"Jangan terlalu bersemangat di dekatnya. Dia sangat sensitif terhadap pemikiran orang-orang. Dan meskipun sebagai keluarganya kita tidak dapat ditembus melalui masa lalu, Railene mungkin akan memperhatikan keanehan ini dan membaca pikiran terdalammu," ujar Kaho memperingatkan agar Kana tidak bertindak terlalu mencolok.
"Oke oke, aku mengerti." Kana menjawab tapi masih terlihat bersemangat. Bagaimana pun mereka dapat menggunakan pemblokir pikiran milik keturunan mereka dan setelah dilatih untuk memiliki pikiran kosong, keluarga mereka telah terbiasa selama ribuan tahun.
"Juga... kali ini perhatian Railene akan sangat ditentukan pada tingkat teknologi yang kamu perkenalkan. Dia akan belajar di sekolahmu tahun ini dan telah mengambil beberapa jurusan mata kuliah, kamu bisa akrab dengan dia perlahan," ujar Kaho melihat antusiasme Kana.
"Ah?! Sepupu memutuskan untuk masuk EPS? Luar biasa!" Kana berujar dengan takjub seolah identitasnya sebagai pemilik dan pendiri EPS ratusan tahun lalu bukanlah dia dan keluarganya.
"Ya, kamu harus menjaganya dengan hati-hati!" Kaho berujar ringan lagi. Dia melirik jam tangannya dan mengajak keluar Kana.
"Oh, oke."
Keduanya keluar dari kamar tamu dan menuju ruangan lain tempat pertunjukan akan direkam. Gaya pertunjukan ini sangat serius dan informatif. Tidak mengandalkan aliran terkenal, tapi memiliki prestise yang menarik segenap investor untuk mengembangkan penemuan baru di seluruh dunia.
Memasuki ruangan, sudah ada lebih dari 8 orang yang hadir, salah satunya adalah Railene yang merupakan peserta termuda di acara ini. Beberapa adalah profesional yang bergerak di bidang teknologi dengan lini perkembangan yang luas. Tapi, kebanyakan yang hadir memiliki koneksi dengan teknologi untuk digunakan dalam hiburan dan sehari-hari.
__ADS_1
Kamera terpasang di berbagai sisi dan masing-masing peserta memiliki kamera kecil di mejanya. Bentuk meja konferensi adalah setengah lingkaran dengan pusat di tengah digunakan untuk presentasi dan bentuk interaktif variety show. Hanya sepuluh orang yang hadir dengan setengahnya merupakan orang Swiss asli.
"Oke, karena semua tamu sudah hadir, kita akan mulai acara hari ini di Bincang Profesional!" Pembawa acara memulai ultimatum dan efek pertunjukan dimulai di saat itu juga.
Babak pertama dalam pertunjukan hari ini adalah meminta peserta tamu untuk menebak dan menemukan solusi untuk masalah di layar pusat. Tentu saja menggunakan teknologi yang mungkin baru atau bahkan yang sudah memiliki paten. Tujuan dari acara ini pada akhirnya adalah menciptakan kreasi baru untuk terobosan teknologi di bidang sehari-hari. Dan itu juga bermanfaat bagi peserta yang mendapatkan paten tanpa perlu mengajukan terlalu lama.
Ini adalah situasi win-win yang diinginkan kedua belah pihak terutama sponsor dibalik acara yang merupakan perusahaan besar. Setelah teknologi baru tercipta, peneliti atau peserta juga dapat menjualnya kepada perusahaan di baliknya. Jika tidak, maka peserta akan memiliki kesempatan kerja sama dan sumber daya yang mencukupi. Sangat bermanfaat.
"Oke, pada babak pertama kali ini kita akan merancang solusi terdepan dan terefisien untuk problematika tertentu. Peserta yang memiliki ide paling efisien dan mutakhir akan mendapatkan poin. Nantinya, poin-poin ini akan berguna untuk memenangkan hadiah di akhir acara." Pembaca acara berbicara dalam bahasa Inggris internasional dan menjelaskan aturan mainnya.
"Ini seperti game yang membakar otak, Rail, ayo kamu pasti bisa!" Inchara yang berdiri di dekatnya memberi Railene semangat.
Railene tersenyum ringan dan matanya tidak berpindah, "Aku nggak peduli sama hadiah di akhir, tapi aku akan berusaha memberikan manfaat di acara ini," ujarnya kemudian.
"Yah ya..., tidak apa-apa. Tapi, ngomong-ngomong Rail, gadis yang bersama Nona Kaho telah beberapa kali melihatmu. Kupikir, dia memiliki sesuatu untukmu," ujar Inchara sambil memperhatikan sisi lain meja setengah lingkaran. Menyaksikan seorang gadis remaja sekitar 18 tahun itu mengamati Railene sejak dia memasuki tempat ini.
"Benarkah?" Railene melirik singkat dan kembali memperhatikan pembawa acara di depan. Tapi, ada dua informasi yang didapatkannya sekaligus dari gadis itu.
Pertama, dia memiliki kemiripan dengan Kaho 50%. Yang kedua, Railene tidak dapat membaca pikirannya yang kosong dan tidak dapat membaca masa lalunya. Railene menebak dalam hatinya.
__ADS_1
"Pasti ada hubungannya dengan Alan."
...****************...