
Pertanyaan pertama dari kuis muncul. Ada waktu terbatas untuk pemecahan masalah sederhana dan kunci lengkap. Proses ini sangat membosankan untuk yang menontonnya karena para peserta akan sibuk dengan layarnya masing-masing dan itu memakan waktu kurang lebih sekitar 15 menit untuk sesi satu di babak pertama. Itu dapat dibilang mudah untuk mereka, namun setara ujian menemukan terobosan penemu di tingkat magister.
Standar yang ditetapkan masih lebih tinggi dibandingkan dengan kelayakan normal ujian orang biasa.
[Agrikultur menemukan teknologi baru dalam penyemaian bibit tanaman mutasi. Penggabungan dua tanaman atau lebih diperlukan dan fokus masalah ada pada peningkatan rasa serta kelayakan sebagai pengganti makanan pokok. Waktu yang ditargetkan adalah dua tahun untuk menemukan hasil.]
Bentuk pertanyaan pertama terbatas pada konten pertanian. Namun, batasan itu masih sangat luas sehingga para peserta dapat menemukan celah untuk menemukan jawaban. Dan yang mempersulit hanyalah bahwa semua yang tertulis nanti akan hanya dalam bentuk teori. Tidak valid karena penelitian lanjut diperlukan.
Railene sendiri kurang memahami industri pertanian ini, tapi bukan berarti dia tidak mengerti apa-apa. Dia pernah membaca teknologi pertanian yang berkembang di China dan kelimpahan pangan dari banyaknya metode yang diterapkan. Dia telah menebak bahwa jawabannya adalah yang paling umum. Tidak masalah untuk penerapan yang telah dilakukan, tapi belum cukup untuk memenangkan babak ini. Pengetahuannya yang terbatas membuatnya sedikit kesal.
"Sepertinya pertanyaan agrikultur selalu menjadi yang pertama di setiap babak. Rail, apakah kamu bisa mengimbangi?" Tanya Inchara dari batinnya.
"Aku mungkin bisa menang kalau pembahasan lebih condong ke teknologi pangan baru yang sudah tersedia. Bukan dari teknik penanaman dan pembibitan." Railene menjawab dengan helaan napas berat di ujungnya.
Di ujung lain, Kaho dan Kana menyelesaikan masalah tidak lebih dari lima menit. Bagi mereka yang selalu mengikuti perkembangan manusia, hal-hal dari banyak bidang dapat dipelajari dengan lebih baik. Sesulit apapun pertanyaan di depan mereka, itu sama dimana-mana. Karena mereka terlibat dalam setiap proses di bidang industri tertentu, termasuk pertanian, mereka memahami dan dapat dengan cepat menemukan terobosan yang lebih canggih dibandingkan dengan yang telah ada di zaman ini.
Waktu 15 menit habis dan peserta dengan terobosan dipersilakan untuk mempresentasikannya di papan tulis digital yang sudah disediakan. Ada 4 orang yang mengangkat tangan, Kaho dan Kana termasuk ke dalamnya, sedangkan Railene tidak mengangkat tangannya karena tahu bahwa jawabannya tidak akan menjadi terobosan.
__ADS_1
Keempat orang itu masing-masing mempresentasikan terobosan yang menurut mereka brilian. Railene mendengarkan dan merasa bahwa orang-orang yang berkontribusi dalam bidang pertanian ini sangat luar biasa. Termasuk Kaho dan Kana yang memiliki ide paling brilian dan realistis. Diskusi terjadi selama 20 menit dan pembawa acara menjelaskan perolehan poin.
Penilai adalah para peserta sendiri dan tidak bisa menilai untuk dirinya sendiri. Jadi, keadilan dibagi rata dengan pendapat orang-orang ahli di meja konferensi, semuanya berjalan tertib. Meskipun ada perbedaan pendapat, tapi alasan masing-masing valid dan tidak membawa urusan pribadi ke atas kompetisi.
Kemudian poin disimpan. Hasilnya akan diumumkan di akhir babak pertama. Railene memberikan suaranya pada terobosan dan ide Kaho. Dia memahaminya dengan sangat baik penjelasan Kaho dan cara-cara yang diperkenalkan lebih masuk akal menurut data sains. Meskipun terobosan Kana juga luar biasa, Railene tidak familiar dengan metode yang disebutkan. Lagipula, dia juga tidak dapat membaca pikiran keduanya.
Pertanyaan kedua dijabarkan. Kali ini poin pengetahuan berada di bidang kedokteran. Bidang yang kebetulan tengah digeluti oleh Railene untuk dipelajari lebih dalam. Ini juga pilihan karir yang dia inginkan di masa depan.
[Sebuah wilayah terjangkit virus yang menyerang imun tubuh manusia hingga menyebabkan kematian. Penyebarannya melalui udara dan sangat lambat. Korban berjatuhan dan diketahui penyebab utamanya berasal dari hewan ternak. Terobosan preventif dan pasca virus diperlukan, bagaimana menghadapinya?]
Railene meneliti tentang zoonosis ini dan memahami kurang lebih proses bagaimana itu berevolusi dan terjadi. Dia membaca pengetahuan terbaru dan menyentuh titik terobosan yang menurutnya efektif.
Proses ini berlangsung lama dan selesai tiga jam kemudian. Railene dan yang lainnya kembali ke kamar yang disiapkan masing-masing. Dia bertemu dengan Kaho dan Kana di lorong.
"Halo Railene, kita bertemu lagi." Kaho menyapa terlebih dahulu.
Railene tersenyum kecil dan menyapa dengan sopan. Dia juga memperhatikan Kana yang sedari tadi melihatnya dengan intens. Cukup intens untuk disadari orang paling tidak peka sekalipun.
__ADS_1
"Halo Railene, aku Kana, aku keponakan Bibi Kaho. Senang bertemu denganmu!"
Kana mengulurkan tangannya. Railene membalas dan berjabat tangan dengan gadis itu. Dia telah tertarik dengan ide dan terobosan gadis ini di bidang Teknologi Informasi terutama. Dia ingin berbicara tentang itu lebih banyak. Dan sekarang dia tahu bahwa gadis ini adalah keponakan Kaho. Tak heran dia memiliki kemiripan dengan Kaho.
"Hai, Aku Railene. Senang bertemu denganmu. Apakah kamu juga tinggal di Indonesia?" Tanya Railene basa basi karena bahasa yang digunakan Kana adalah bahasa Ibunya.
"Yah ya, kadang-kadang. Tapi, keluargaku asli Jepang. Hei, kamu anak baru di EPS, kan? Orang tua Arnold itu mengatakannya kepadaku." Kana berbincang dengan ceria.
Railene terkejut dengan informasi yang tiba-tiba ini. Kana ternyata mengenal kepala sekolah EPS?
"Kamu juga siswa EPS?" Tanya Railene dengan penasaran.
"Ya, aku sudah lulus dua tahun lalu. Tapi masih meneliti di pusat penelitian EPS sebagai kelompok peneliti inti. Jurusan apa yang kamu masuki?"
"Ah, aku mengambil jurusan ganda secara teori dan satu jurusan praktik. Bagaimana denganmu?"
"Tiga jurusan sekaligus? Wow, kamu pasti akan sangat sibuk dan lelah. Aku hanya mengambil satu jurusan per tahun. Tahun pertama kedokteran, tahun kedua IT, tahun ketiga botani, dan tahun keempat aku bergabung dengan tim penelitian sampai sekarang. Aku lelah setengah mati setiap hari." Kana bercerita dengan ceria disertai ekspresi menyakitkan di akhir.
__ADS_1
Railene yang mendengar pencapaian Kana langsung tercengang. Sedangkan Kaho di sebelahnya mencubit alisnya lelah. Merasa tidak bisa menahan mulut keponakannya.
...****************...