Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
123. The Family Gather


__ADS_3

Di sisi lain benua, di sebuah manor mewah yang asri, sebuah keluarga kembali dikejutkan dengan reaksi pusaka keluarga. Semua orang berkumpul di depan ruangan khusus di lantai tiga tempat pusaka keluarga berada, sebuah kristal biru seukuran genggaman tangan. Mencoba melihat kebangkitan dipimpin oleh kepala keluarga.


"Apakah sudah menyala lagi?" Tanya salah seorang anak lelaki remaja berusia 17 tahun, Ryu.


"Ya, ini hampir beberapa bulan sejak pertama kali benda ini bereaksi. Lebih cepat dari jadwal? Apa tandanya?" Tanya seorang gadis yang memiliki hobi pingsan jika terkejut akan sesuatu, Kana.


"Itu artinya relik pertama telah dijelajahi. Ini seharusnya berasal dari kalungnya," ujar seseorang paling tua di kelompok delapan orang yang merupakan keluarga satu keturunan.


"Apakah sepupu sudah tahu dan mengembalikan ingatannya?" Tanya Keita, pemuda 19 tahun abadi.


Semuanya terdiam dan tidak bisa menjawab. Tujuh orang lainnya memandang ke arah salah satu wanita dewasa berwajah dingin. Gelombang penglihatan itu tidak membuatnya goyah, tapi dia tetap menjawab sesuai pengetahuannya.


"Seharusnya dia belum mengingatnya. Satu-satunya yang memiliki kontak dengannya adalah Kaho, tidak ada kabar untuk saat ini," ujarnya lalu menatap Kaho, adik perempuannya. Kaho kemudian mengangguk dan seluruh keluarga menghela napas panjang.


"Yah, tidak apa-apa. Ini lebih baik daripada situasi keturunan Greedy. Dan menurutku, proses anak ini untuk mencerna kekuatan semakin kuat. Sang Spirit mungkin ingin menyeimbangkan kekuatan kubu kami dengan membuatnya dua kali lebih kuat. Setidaknya situasi Orang Pilihan keluarga lain hampir sama dengan keponakan," kata seorang laki-laki yang merupakan entitas Paman di dalam keluarga, Kaguro.


"Yah, Ayah benar. Setidaknya kita tahu sepupu tumbuh dengan aman dan kekuatannya stabil," ujar Ryu lagi mendukung kata-kata Kaguro.

__ADS_1


Kaho sedari tadi diam melirik kakak perempuannya, ibu kandung dari Orang Pilihan Railene, Hannah atau yang bernama asli Kyra. Dia tahu keputusan Kyra untuk mengirim Railene keluar dan tumbuh di keluarga lain adalah keputusan kontradiktif yang berat. Di satu sisi Kyra khawatir Railene akan bernasib sama dengan Orang Pilihan dari keluarga kekuatan ilusi yang meninggal karena kecelakaan penjagaan keluarga. Di sisi lain, Kyra ingin putrinya yang telah ia lahirkan memiliki bentuk obsesi lain dalam hidup abadinya, bukan hanya untuk menjalankan keamanan dunia dan mati setelahnya.


Tugas yang sangat berat jatuh kepada seseorang yang berumur paling pendek saat memiliki ingatan. Dan kehidupan abadi siklus 1000 tahun yang tak mengenali keluarganya sendiri. Nasib Railene dapat dikatakan sebagai pengorbanan abadi di mata orang biasa, tapi bagi mereka para keluarga utusan, itu hanyalah berkah dari Sang Spirit untuk terpilih sebagai penjaga dunia.


Kyra awalnya juga seseorang yang memiliki syukur ini sampai dia kemudian bergaul bersama manusia biasa. Belajar dari mereka dan mulai memiliki emosi keibuan naluriah. Bagaimana rasanya dikenali oleh putri kandungnya hanya sepanjang 50 tahun dari siklus panjang 1000 tahun? Menyedihkan. Itu putrinya sendiri, tapi harus menjadi anak orang lain berkali-kali, tidak mengenalnya lagi dan lagi. Betapa menyesakkan rasanya.


Karena itu, sebagai kepala keluarga utusan ini, Kyra memutuskan untuk mengirim Railene keluar dari ranah keluarganya. Dia ingin Railene memiliki emosi manusia dan tidak lagi memilih kematian setelah tugasnya selesai. Kyra tidak ingin mengulang siklus ini lagi, menjadi wanita 30-an selamanya dan membiarkan anaknya dijaga oleh orang lain lagi dan lagi. Mati dan hidup hanya untuk mati setelah tugasnya selesai.


Kemuliaan ini terasa menyesakkan Kyra yang telah mengenal emosi manusia. Dan Kaho yang paling dekat dengannya tentu saja mengerti ini. Kyra memiliki niat egois, begitu pun Kaho. Dan untungnya keluarga ini mutlak atas keputusannya. Emosi yang memengaruhi seluruh keluarga menjadikan mereka merindukan dunia sekuler yang tidak dapat mereka campuri sesuka hati. Lagipula, mereka adalah orang-orang yang abadi, tidak mati ataupun menua. Setelah mengenal dunia sekuler, mereka tidak ingin lagi terisolasi.


"Kakak, apakah kamu mau menemuinya?" Tanya Kaho kepada Kyra saat mereka kembali ke ruang kerja Kyra.


"Biarkan untuk saat ini. Ini tidak akan memakan waktu lebih dari sepuluh tahun dengan tingkat kekuatannya saat ini untuk mengingat kami," ujar Kyra.


"Oke. Kakak masih mau lihat dia? Aku menerima sebuah variety show yang kebetulan memiliki dia di dalamnya." Kaho bertanya dengan hati-hati dan sedikit harapan.


Kali ini Kyra menoleh, memandang Kaho yang memiliki sedikit harapan dengan senyum di wajahnya. Dia menggeleng sedikit dan tersenyum ringan. Berjalan ke meja kerjanya dan duduk di kursi di baliknya.

__ADS_1


"Anak itu menyadari keberadaanku dan sepertinya mengenali dalam nalurinya. Aku tidak akan muncul saat ini. Aku tidak yakin bisa mengendalikan diri untuk tidak mengakui putriku sendiri," ujar Kyra dengan sentuhan kelembutan yang jarang terlihat di matanya.


Kaho menghela napas pelan dan mengangguk mengerti. Jangankan Kyra yang merupakan ibu kandungnya, Kaho juga terkadang ingin langsung memberitahu Railene bahwa dia adalah kerabat aslinya. Rasanya sangat gemas ketika keponakannya sendiri bersikap sopan dan memanggilnya "Kakak" dengan ketidaktahuannya.


"Oke, aku akan pergi dulu kalau begitu," ujar Kaho yang diangguki Kyra.


Kaho pun melangkah keluar dan meninggalkan manor mewah keluarganya. Bergabung kembali ke dunia sekuler yang sibuk dan memiliki jadwal penuh. Dedikasi penyamaran lagi.


....


Railene di sisi benua lain masih berkutat dengan prosedur kehidupan kuliahnya nanti. Membahas banyak hal yang diperlukan untuk memulai kehidupan akademik penuh kesibukan nantinya. Tidak tahu sama sekali bahwa dia telah menjadi objek pembicaraan sebuah keluarga di negara lain.


Terhubung dengan Inchara, dia berhasil memiliki ingatan tentang tempat-tempat di sekolah ini. Ada banyak gedung yang dibangun di atas pegunungan ini, tapi selain gedung di atas tanah, ada juga ruangan-ruangan di bawah tanah milik departemen lanjutan yang mengabdikan diri untuk bentuk-bentuk manifestasi di bidangnya. Railene telah mengenali banyak ruangan berkat Inchara sebelum menjelajahinya sendiri.


Dari kesimpulan yang dia temukan, laboratorium adalah tempat dengan area terbesar di sekolah ini. Lainnya merupakan bentuk ruang kelas yang dibuat khusus karena item disesuaikan dengan siswanya. Pada dasarnya EPS dapat dikatakan luar biasa dalam hal menyediakan fasilitas belajar. Ini memang standar yang diharapkan Railene dari universitas tempat para jenius belajar. Mengagumkan.


"Oke, terima kasih Mr. Arnold, saya akan melapor satu bulan dari sekarang." Railene berjabat tangan dengan Arnold. Dia bertemu kepala sekolah beberapa saat lalu namun hanya sebentar karena kesibukan orang itu. Namun dia tahu dan memiliki kesan yang baik untuk pria berusia 50-an itu.

__ADS_1


Hari ini dia telah menjalankan prosedur dengan lengkap dan akan melapor satu bulan kemudian karena dia masih memiliki kesibukan di negaranya. Dia bisa saja memulai saat ini juga, tapi dia tidak bisa karena belum menyelesaikan urusannya. Berbagai syuting dan urusan bisnis harus dipersiapkan dulu agar dapat ditangani dari jarak jauh.


...****************...


__ADS_2