Rebirth Of A Genius Woman

Rebirth Of A Genius Woman
67. Misi


__ADS_3

Railene sudah tahu apa yang terjadi pada Diza ketika Bundanya itu pulang ke rumah. Meskipun dari nada, kebiasaan, dan tingkah lakunya masih seperti biasa, Railene telah menembus memori kepalanya dan melihat lamaran Bram yang tiba-tiba itu.


Railene sejujurnya tidak menyangka bahwa pria bisnis yang dingin seperti Bram akan langsung menembak ke sasaran dengan cepat. Itu agak terburu-buru dan sejujurnya dia bisa memahami kebingungan Diza saat ini. Meskipun begitu, Railene tidak membahasnya dan bersikap seperti biasanya.


Hari berlalu cepat. Waktu yang ditentukan untuk misi pertama dan berbahayanya akhirnya tiba. Di siang hari, Railene masih syuting dan pulang untuk makan siang dengan Maria. Dia tetap di rumah sampai bundanya pergi lagi untuk piket jaga malam. Railene tidak mengikuti karena ada neneknya di rumah. Sedangkan kakeknya masih ada di perusahaan. Lembur karena kerja sama internasional yang berkelanjutan sejak proposal dari Railene diterima.


Menjelang pukul tujuh malam, Railene mengabari Selena melalui perangkat komputer canggihnya yang terlihat sangat biasa dan agak jelek. Meskipun begitu, fungsinya melebihi kebanyakan komputer canggih lainnya. Sangat cepat dan memiliki database yang sangat besar. Railene tidak khawatir tentang kecurian atau yang lainnya. Selama orang lain tidak tahu bahwa itu berharga, maka baik-baik saja.


Selena segera menerima informasi dan mengabari balik bahwa dia akan menemukan Railene di halaman belakang yang relatif lebih rendah keamanan CCTV nya. Railene juga akan meretas sejenak CCTV dan pergi dengan Selena. Dia tidak khawatir ditemukan karena dia telah mengaku lelah dan ingin tidur lebih awal. Maka neneknya atau para maid tidak akan menemui Railene sampai pagi menjelang.


"Oke, ini sedikit keren. Ini termasuk misi rahasia yang bahaya dan aku ikut untuk pertama kalinya sebagai pemula. Chara, apa aku punya kekuatan super lain nantinya?"


Railene berkaca pada setelan kasual berwarna mayoritas hitam dan abu-abunya. Dia punya rencana sendiri dan bersiap dengan beberapa rencana cadangan lain. Tapi pertama-tama pengawasan tanpa halangan adalah hal yang bisa dia coba ketika musuh belum memasuki restoran khusus.


"Kamu mungkin punya. Tapi jangan terlalu berharap, itu semua menggunakan kekuatan pikiran. Kamu bukan pengguna kekuatan fisik dan itu agak sedikit lemah dari orang pilihan lainnya. Tapi, untuk kekuatan mental dan pikiran, kamu benar-benar kuat. Itu jarang dan kamu punya kekuatan yang mendominasi," ujar Inchara dengan nada bangga.


Railene terdiam sejenak.


"Apa kamu terhubung dengan utusan lainnya? Kenapa kamu tahu kalau kebanyakan orang pilihan sepertiku punya ciri dan kekuatan yang beda?" Tanya Railene heran. Sejujurnya ini pengetahuan baru baginya. Ia belum memikirkan klasifikasi kekuatan yang dimiliki orang pilihan lain selain dirinya.


"Oh, aku hampir lupa. Waktu kamu tidur kemarin, sebuah bola jatuh lagi dan ada tulisan petunjuk. Di dalamnya bilang kalau perkembangan kekuatan mentalmu meningkat pesat dan ada daftar kekuatan baru yang bakal kamu bangkitkan nantinya," kata Inchara. Railene tidak menyela dan Inchara melanjutkan.


"Mereka juga datang dan menghubungiku. Memberi selamat karena kebangkitanku bakal terjadi dalam waktu dekat. Katanya sekitar satu atau dua tahun. Aku tidak tau apa itu, tapi kami mengobrol dan membahas kekuatan masing-masing orang pilihan. Dan Rail, aku akhirnya tau bahwa aku adalah penunjuk jalanmu dari Ras Omen-Tune!" Inchara menjerit dalam pikirannya, kemudian melanjutkan.

__ADS_1


"Oh, dan satu lagi. Orang-orang itu bilang bahwa ada orang pilihan di sekitarmu dan dia juga anak-anak. Aku tidak tau yang mana, tapi mereka punya misi yang berbeda. Jangan terlalu dipikirkan, ini semakin dekat dengan tujuan kita, kamu harus melatih kekuatanmu lebih keras lagi!"


Railene terdiam dan mengerut kening secara tidak sadar. Ia tidak memikirkan kelambatan Inchara yang baru menyadari bahwa dia adalah penunjuk jalannya, ia hanya sedang bingung. Sebenarnya siapa orang-orang itu dan apa tujuannya membentuk sistem seperti ini. Secara alami, hubungan yang terjadi ini tidak mungkin sederhana. Siapa yang awalnya menciptakan misi? Apa tujuannya? Dan kenapa harus dia?


Orang-orang misterius ini selalu mengganggu pikirannya dengan banyak spekulasi. Dia sudah lama tahu bahwa dunia tidak hanya terdiri dari dunia nyata dengan keberadaan manusia, ada dimensi lain. Sesuatu yang hanya diketahui orang-orang tertentu. Saling bersinggungan tapi tidak diberitakan atau disebarluaskan.


Railene memandang dirinya sendiri dengan seribu pikiran. Ia tahu hidupnya tidak sederhana.


...


Selena sudah berdiri di gerbang belakang rumah besar Railene. Dia memandang bangunan rumah kaca yang bersinar di bawah cahaya bulan. Pemandangan menenangkan yang mungkin tidak akan pernah ia dapatkan karena perjalanan hidupnya yang rumit dan tidak terhentikan. Dia tidak memiliki waktu untuk bersantai.


Railene datang beberapa saat kemudian. Dia membawa ransel kecil di punggungnya dan menenteng laptop rakitannya yang sedikit lebih kecil itu. Berlari ke arah Selena dan menyapa hangat.


"Kak Lena, ayo pergi. Aku cuma matikan CCTV selama lima menit," kata Railene sambil memandang jam tangan digital kecil di pergelangan tangannya.


Selena membantu Railene naik mobil Jeep yang agak tinggi dan melaju melalui jalan kecil di hutan. Tidak melewati komunitas perumahaan karena mobil dan platnya tidak terdaftar. Dia enggan dicurigai dan tidak ingin mengurus masalah sepele ini.


Selama perjalanan, keduanya mengobrol tentang misi.


"Berapa waktu yang kamu butuhkan buat pengamatan lansung?" Tanya Selena sambil fokus menyetir. Dia memasang sebuah earpiece di telinganya dan mematikan sementara saluran komunikasi dengan pasukan khusus. Ini juga sudah disetujui oleh atasannya.


Railene mengamati tindakan Selena dan diam-diam mengagumi estetika keren Selena. "Satu menit. Tapi butuh sekitar tiga sampai lima menit menggunakan teropong dan media kamera," kata Railene akhirnya.

__ADS_1


Selena mengangguk dengan wajar.


"Ada toko es krim di dekat restoran target. Kita menunggu di sana dan kamu mengawasi orang-orang itu lewat. Ada sekitar seratus langkah panjang antara toko es krim dengan restoran. Lakukan di saat itu. Apakah kamu bisa?" Tanya Selena tanpa ekspresi.


"Oke, ehmm...," ujar Railene setuju sambil bergumam.


Selena tetap dengan wajah dinginnya yang sedikit terdistorsi situasi hangat. Sejak bertemu Railene, wajahnya lebih banyak memiliki emosi.


"Ada apa?" Tanya Selena yang melihat wajah ragu Railene.


"Apa aku boleh pesan es krim?" Tanya Railene dengan wajah serius.


Dia ingin makan es krim ketika mendengar bahwa yang dikunjunginya adalah toko es krim. Dia tidak bisa menolak makanan favorit keduanya setelah yogurt. Dan dia juga tidak tahu pengaturan misi boleh makan dan minum atau dilarang sama sekali. Maka dari itu dia bertanya.


Selena sedikit memandang Railene dan sudut bibirnya berkedut singkat. Dia kembali sadar bahwa orang di sampingnya masih anak-anak yang sulit menahan godaan barang-barang manis itu. Maka, ia menghela napas dan mengangguk.


"Kamu boleh makan es krim," kata Selena pada akhirnya.


Railene tersenyum cerah seketika.


***


Hai hai...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar.


Have a nice day!😊


__ADS_2