
Lokasi yang dituju oleh lima orang itu berada di tengah-tengah kota. Merupakan studio film terbesar dengan pemilik efek CG terbaik. Ada berbagai konstruksi sesuai sinema dan karakter film. Banyak orang syuting di sini dan tidak jarang menemukan artis yang sukses dan terkenal sedang dalam proses syuting.
Railene tidak gugup sama sekali, tapi dia sedikit penasaran dengan isi dan proses syuting di dalamnya. Dia bukan bagian dari industri ini dan benar-benar baru secara teori maupun praktik. Sejak sampai di gedung besar yang seperti stadion itu, Railene hanya diam mengamati. Sesekali membahas arsitektur dan konstruksi bangunan itu atau isi mekanik yang menarik dan canggih.
Akhirnya kelima orang itu sampai di suatu ruangan. Isinya peralatan canggih dan sebuah set syuting alam liar. Railene sudah mendapatkan naskahnya seminggu sebelumnya dan hendak casting adegan untuk tokoh yang disebut "Eda Mimo", seorang makhluk abadi yang lahir dari cangkang telur dan menjadi orang suci suatu kaum primitif.
Cerita yang dibawakan dalam film ini sangat unik. Bukan tipikal modern yang membawa nilai komersial besar. Tapi ide lain dari estetika imajinasi. Kebebasan yang berbeda sama sekali dari semua jenis genre populer.
Film ini membawa unsur magis dan imajinasi yang kuat. Mungkin jika ada yang mengerti seperti apa jenisnya, itu mirip dengan cerita mitologi dengan kaum yang memiliki pantangan dan aturan tersendiri. Primitif, sunyi, dan tradisional secara universal.
Cerita ini mengisahkan seorang anak suci yang membawa kelahiran dan kemegahan dunia. Dimulai dari situasi sebuah suku primitif dengan penggambaran mirip karakter "Avatar" tema hutan. Sebuah suku terbelakang dimana ada sosok anak laki-laki yang selalu menjadi bahan tertawaan masyarakat. Lemah, rapuh, dan mudah disakiti.
Anak laki-laki tanpa martabat yang diusir dan kemudian tersesat dalam hutan. Menemui banyak bahaya, tapi pada akhirnya dia dituntun sebuah cahaya biru. Penunjuk jalan dalam mitologi dan kepercayaan masyarakat sukunya.
Anak laki-laki bernama Oba yang dituntun awalnya berpikir bahwa dia akan mati sia-sia di bawah ancaman bahaya hutan. Namun, yang tidak ia sangka, dia akhirnya dibawa ke sebuah gua tempat kelahiran makhluk suci Eda Mimo. Sebuah eksistensi tak terjangkau dari segala makhluk fana.
Tokoh Eda Mimo sendiri adalah peran yang akan dimainkan oleh Railene. Sosok indah, agung, dan tak tersentuh yang pada akhirnya memberkati Oba dalam pertemuannya. Kisah perjalanan dan petualangan mereka dimulai pada saat itu.
Seperti imajinasi dan mitologi. Mereka menghadapi krisis besar dan mengalahkan bersama-sama hingga menghasilkan kemenangan dan kemegahan yang luar biasa. Menjadi pahlawan dan pada akhirnya Oba menjadi sosok yang dielu-elukan di masyarakat sukunya.
Perjalanan ini memiliki rentang anak-remaja-dewasa. Bagian paling banyak adalah di bagian remaja. Sedangkan Railene akan memainkan karakter anak-anaknya. Eda Mimo versi anak-anak.
Sekarang ia sudah berada di lokasi syuting. Dia melihat Sutradara Jack dan asisten sutradara yang baru dia lihat pertama kali. Tapi, dia tahu track dan pekerjaannya sama baiknya dengan Jack. Mereka melalui prosedur dan duduk di ruang tunggu casting. Menunggu giliran bersama beberapa anak yang ditemani orang tua atau asisten mereka.
"Hei, apa kamu baru pertama casting?" Sosok kecil imut yang murni menghampiri Railene tiba-tiba.
__ADS_1
Dia yang baru saja duduk dan memegang naskah, menoleh ringan. Wajahnya yang cantik dan imut begitu mempesona dan membuat si gadis kecil itu terpana. Beberapa detik kemudian dia tersipu ketika mendengar jawaban dan suara Railene.
"Ya, ini yang pertama," ujar Railene dalam bahasanya yang biasa.
"Namaku Lu Shizu, siapa namamu?" gadis kecil itu bertanya lagi. Dia sepertinya sangat menyukai Railene sejak pandangan pertama. Berdiri di depannya dengan lembut dan sedikit bersemangat.
"Namaku Railene," kata Railene disertai senyum kecil. Dia sedikit menyukai temperamen Lu Shizu ini. Apalagi namanya yang tidak biasa. Dia bisa menebak bahwa gadis kecil di depannya bukan orang pribumi. Dari fitur garis wajah dan kecantikan kecilnya, dia mirip dengan pembawaan orang-orang China.
"Kalo gitu, apa aku boleh manggil kamu Rail?" Tanya Lu Shizu dengan mata berbinarnya. Itu lucu di mata Railene.
Railene melihat tinggi badan Lu Shizu dan diam-diam merasa bangga. Fakta bahwa Lu Shizu lebih pendek darinya membuatnya senang. Tapi kemudian itu padam lagi karena dia bisa menebak bahwa Lu Shizu lebih muda darinya. Tinggi badannya pasti sesuai dengan usianya.
Dia sedikit tertekan. Jadi dia membuat pernyataan yang sedikit kekanakkan untuk gadis kecil itu.
"Panggil aku Kakak. Kamu kayaknya lebih muda dariku," ujar Railene dengan senyum profesional. Seolah tidak ada yang salah dengan itu.
"Oke," ucap Railene setuju.
Ada tiga orang yang menyaksikan pertukaran itu dengan wajah yang berbeda. Maria dengan ekspresi tenangnya, tidak terganggu sama sekali dan hanya mengawasi dengan bijak. Dua orang lainnya adalah Tamara dan asisten Lu Shizu yang merasa bahwa dua gadis kecil itu sangat lucu saat bergaul. Mereka tidak mengatakan apa-apa dan hanya diam membatin.
...
Proses casting berjalan lancar. Hingga akhirnya giliran Railene naik ke atas panggung. Ada sutradara dan beberapa orang yang menyaksikan.
"Halo namaku Railene Aristokelly. Aku mau coba peran Eda Mimo dan ini adalah casting pertamaku," kata Railene dengan lancar.
__ADS_1
"Oke Railene, apa kamu sudah membaca naskahnya?" Tanya sutradara langsung dengan senyum lebar.
Railene mengangguk patuh. Dia menjawab dengan bersih dan polos. Membuat orang-orang yang menonton tidak tahan karena pesona Railene yang luar biasa.
"Kalau gitu, tolong kamu perankan adegan ketika Eda Mimo memberkati Oba. Ucapkan dialog dan bayangkan sebuah cahaya keluar dari tanganmu untuk diberikan kepada Oba. Angga, kamu bermain dengan Railene!" Kata Jack memberi arahan.
Railene melirik kepada anak laki-laki berusia sekitar 12 atau 13 tahun yang perlahan mendekat dan berdiri di sampingnya. Railene tidak tahu siapa dia, tapi sepertinya dia adalah pemeran Oba yang sudah ditentukan. Anak laki-laki tampan yang sepertinya sudah berpengalaman di bidang akting. Dia tinggi dan kepala Railene hanya sampai dadanya.
Kenapa sih orang-orang di sekitarku seperti tiang semua?! Railene mengeluh dengan batin yang terluka. Dia merasakan krisis tinggi badan dan menjadi tertekan.
"Halo Railene, namaku Angga. Sekarang aku bakal bermain jadi Oba, bayangkan aja sesuai imajinasimu. Kamu adalah peri cantik yang punya banyak kekuatan terus ngasih aku kekuatan karena aku keliatan lemah. Apa kamu bisa?"
Railene disambut oleh senior yang baik ini. Tiba-tiba pikiran tentang krisis tinggi badan menjadi tersapu angin. Dia merasa ringan dan mengangguk kooperatif. Sepertinya senior baik hatinya ini sangat bermoral dan tidak suka menindas pemula. Railene merasa lebih nyaman. Sepenuhnya melupakan tekanan tinggi badannya.
Inchara di dalam pikiran Railene menjadi aktif, "Apa kamu akhirnya menemukan dunia baru?"
Railene diam. Tidak tahu harus menjawab apa.
***
Hai hari ini update nih hehe....
Ngebut sih sebenarnya. Aku merasa bersalah karena nggak update lagi. Kayak penulis yang nggak bertanggung jawab kesannya. Hiks, maafin aku.
Oh ya, ada yang sadar nggak kalo gaya tulisanku agak beda. Biar kukasih tau spoiler, itu semua berkat novel-novel terjemahan bertema komedi. Aku nggak tau itu lucu atau nggak. Apakah lucu? Tolong beri aku komentar.
__ADS_1
Terima kasih. Jangan lupa like.
Have a nice day!😊