
Sebenarnya pria itu tidak setua yang terlihat. Usianya baru 43 tahun dan berpengetahuan sangat luas tentang kisi-kisi misterius di dunia bawah. Namanya Gregory Smith. Panggilan yang sering digunakannya adalah S, sangat singkat dan misterius.
Railene mengetahui semua pengalaman hidupnya dalam lima menit pertemuan tatap muka. Dan itu menakjubkan mengingat bahwa pria itu pernah terlibat dalam perhelatan retas meretas dengan mafia di underground LA. Saat itu dia masih berusia 35 tahun dan banyak memiliki musuh karena keterampilan hackingnya yang terkadang mengacaukan saham dunia bisnis internasional. Dulu dia juga dikenal sebagai pencuri karena semangat mudanya yang nakal dia sering memindahkan uang dari rekening orang lain ke rekening miliknya sendiri. Itu sepenuhnya untuk bersenang-senang karena saat itu dia sangat menyukai dunia komputer.
Railene juga tahu bahwa S bertemu dengan Selena pada kasus yang ditangani interpol mengenai bisnis cakupan narkoba di Rusia sepuluh tahun yang lalu. Saat itu Selena baru ditemukan bakatnya dan bergabung dengan tim khusus Interpol di usia 23 tahun. Dia menarik S untuk bergabung setelah tertangkap di salah satu kedai dan dalam pekerjaan meretas jaringan nirkabel kota kecil Rusia. Dari sana mereka berkenalan dengan tidak ramah dan S dipaksa bekerja untuk meretas ******* yang berkeliaran saat itu dengan imbalan dibebaskan.
Selena adalah salah satu gadis pintar yang menarik perhatian S dan mereka kemudian menjadi guru-murid dengan kajian pembelajaran kriminal. Melalui S pula Selena berhasil mencapai karirnya dalam satu tahun dan memimpin pasukan khusus Interpol. Itu hanya sejarah singkatnya. Selena memiliki nama panggilan Mois (bulan dalam bahasa Prancis) yang dibuat asal oleh S. Itu karena arti namanya yang memang berarti bulan.
Sekarang guru dalam kesan Selena yang asal-asalan dan pemberontak ada di depannya. Mereka berempat duduk di kursi ruang koferensi ini dan hening untuk beberapa menit. Setelah sapaan ringan tadi, Railene, Ben, dan Maria dipersilakan duduk di sana dan menunggu tuan rumah bicara.
"Apa kamu tau kabar anak itu?" Tanya S pada Railene. Nadanya agak tsundere dan ada rasa penasaran di dalamnya. Tapi, itu tertutupi dengan wajahnya yang keras kepala dan acuh tak acuh.
"Kak Selena pergi ke keluarganya." Railene tidak mengatakan dengan lugas dan hanya mengisyaratkan bahwa Selena sedang berurusan dengan keluarga kandungnya. Railene tahu bahwa S juga mengetahui masa lalu Selena.
S meliriknya dan berhenti membahasnya. "Siapa namamu?" Tanya S kemudian.
"Namaku Railene, dia Ben, dan dia asistenku Maria." Railene memperkenalkan sekaligus.
S mengangguk singkat dan keempat orang itu langsung berdialog dengan lancar tentang tujuan dan sebab akibat. Untuk menghemat waktu, S meminta Railene untuk mengendalikan komputer. Tes sederhana tentang sejauh mana Railene memiliki pemahaman di bidang ini.
Selama setengah jam, akhirnya Railene tahu apa yang dimaksud oleh Selena tentang temperamen aneh orang tua ini. Melihat secara langsung dan mengalami percakapan dengannya selama beberapa saat memang menguras kesabaran dan sikap rendah hati yang harus dipertahankan. Untungnya Railene bukan orang yang temperamental. Kesabarannya sangat bagus dan dia sangat rasional. Hanya terkadang ada celetuk perlindungan dari Ben yang tidak terima ketika adiknya dimarahi lelaki tua itu.
"Ada apa denganmu?! Kamu harus mengajarinya bukan memarahinya!" Ben protes untuk ke sekian kalinya.
__ADS_1
S melirik dan membalasnya dengan cibiran menusuk hati. "Apakah kamu pikir aku tidak sedang mengajar? Kamu tidak menghargai gaya pengajaranku? Kalau begitu bawa dia pergi dan ajari sendiri!"
Ben tersedak dan kesal. Di saat seperti ini, Maria menengahi dan membawa Ben menjauh. Mendengarkan keluh kesah remaja 17 tahun yang labil itu. Sesekali merespon dengan menenangkan.
Railene terus menunjukkan kemampuannya dan akhirnya mendapatkan momentum saat hampir tengah malam. S menentukan situasi Railene dan memintanya untuk datang ke markas itu besok pukul sembilan pagi. S juga memberikan Railene kartu akses baja dengan sisi tipis berwarna hitam dengan logo yang sama dengan akses surat yang dilihatnya sebelum dia masuk ke sini. Ternyata logo itu adalah simbol nama S dengan karakter rumit ala zaman dulu.
Railene, Ben, dan Maria pergi setelah mendengarkan dengan jelas tentang dimana mereka bisa masuk dengan kartu akses khusus itu. Itu adalah tempat yang berbeda dan ternyata merupakan pintu masuk di belakang sebuah hotel di dekat sini. Masih daerah terpencil yang sunyi. Tapi, lingkungannya lebih tidak mencurigakan alias sangat biasa.
Railene mendapatkan informasi sangat besar hari ini dan ketika tiba di hotel, dia langsung beristirahat karena lelah.
...
Di sisi lain, Alan yang tidak berhasil membuat kemajuan tentang penemuan pemilik benda yang ia jaga, menjadi lesu lagi. Semangatnya yang beberapa hari dia pertahankan runtuh pada akhirnya karena gagal lagi. Bahkan dengan hiburan mengejek Gery karena dia memiliki selfi bersama idolanya, tidak menyembuhkan Alan dari patah hatinya.
Alan adalah tipikal orang yang menghargai kekeluargaan dan kekuatan. Dia tahu tentang dedikasi Railene dan sederet prestasi gadis 14 tahun itu. Dan dia baru saja menyadari bahwa gadis itu benar-benar langka dan sangat layak dihormati karena semua yang dia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Semua torehan dan kemampuan Railene, berhasil menggerakkan hatinya.
Bahkan Gery, sahabat karibnya yang sudah seperti saudara menyadarinya lebih dulu.
"Kamu jadi penggemar Railene, kan, sekarang? Ngaku!" tuduhnya ketika dia mendengar Alan bertanya apa nama sosial media Railene.
Alan terdiam dan dengan gengsi enggan mengakui. "Nggak. Aku cuma masih mau mematai-matai. Aku pikir intuisiku nggak mungkin meleset jauh," ujarnya setengah benar.
Alan memang masih mencurigai Railene karena gadis kecil itu memiliki roh penjaga di sisinya. Gadis cantik lain yang tidak terlihat di mata orang lain tapi terlihat di matanya karena warisan leluhurnya memberinya kekuatan untuk melihat hal yang tidak terlihat. Bukan hanya hantu, tapi keberadaan gaib dari suatu dimensi lain yang bercampur di masyarakat modern. Itulah mengapa dia mencurigai Railene. Tapi, dia belum bisa memastikannya apalagi dia menjadi goyah setelah Railene menunjukkan bahwa dia tidak memiliki benda yang dia maksud.
__ADS_1
Jadi, menjawab pertanyaan Gery adalah setengah kejujuran. Setengah kebohongan lainnya adalah ketika dia menyadari bahwa hatinya tidak bisa tidak penasaran tentang gadis yang jauh lebih muda darinya itu.
"Ck, kamu bohong, kan?" Tanya Gery yang masih enggan menyerah.
"Beneran. Aku masih curiga dia menyembunyikan sesuatu." Alan masih mengelak dengan kokoh dan wajah seriusnya berhasil membuat Gery percaya.
"Hmm..., walaupun kamu mencurigakan, tapi aku bakal percaya untuk sekarang." Gery berbicara dengan nada skeptis.
Alan memutar matanya dengan malas dan meminta hal-hal di awal.
"Jadi apa nama sosial media Railene?"
Brakk! Gery menggebrak meja di depannya.
Gery berdiri dengan bersemangat. "Fiks, kamu sekarang penggemar Railene!" ujarnya dengan nada tinggi.
***
Oha oha.
Jangan lupa like dan komentar.
Have a nice day!😊
__ADS_1