SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
BOSAN


__ADS_3

Kantor Andika Law Firm


Lisa sedang berkutat dengan tumpukan berkas di depannya, sudah lebih dari seminggu ini Andika hampir tidak pernah ke kantor, semua pekerjaan Andika di limpahkan kepada Lisa.


"Sepertinya aku butuh liburan, hari yang melelahkan." Ucap Lisa dalam hatinya sembari menggerakkan tubuhnya yang terasa pegal.


"Lisa."


"Eh..." Lisa terkejut melihat Rendy sudah berdiri di depannya, dia langsung menutup wajahnya terlihat merona karena malu, apalagi ada Adrian juga di sana.


"Untuk apa menutup wajahmu?" Ucap Adrian dengan suara tawa ringan.


"Ma.. maaf tuan." Lisa perlahan menurunkan tangannya dari wajahnya "Ada keperluan apa tuan?" Rendy terlihat mengulum senyum melihat tingkah Lisa "Tuan Andika sudah beberapa hari tidak ke kantor." Ucap Lisa.


"Aku tahu." Adrian berjalan meninggalkan Lisa kemudian masuk ke dalam ruangan Andika.


Lisa dengan sedikit berlari masuk ke dalam ruangan Andika, bagaimana bisa Adrian dengan santainya masuk ke dalam ruangan Andika sedangkan Lisa saja merasa sungkan, di pikirannya sudah terbayang teriakan marah Andika jika tahu ada orang yang masuk keruangan.


"Tuan." Lisa memegang lengan Adrian.


"Ada apa?" Adrian menatap tajam tangan Lisa yang menempel di lengannya.


"Maaf." Lisa melepaskan cengkraman di lengan Adrian "Tuan tidak bisa masuk ke sini jika tidak ada tuan Andika."


"Ckckck." Adrian berdecak "Kenapa memang?" Adrian duduk di sofa ruangan Andika, Lisa menatap nanar hal itu.


"Nanti saya yang dimarahi tuan." Ucap Lisa dengan tatapan memohon.


"Dia tidak akan berani melakukan hal itu."

__ADS_1


"Tapi tuan."


"Rendy."


"Baik tuan." Rendy segera meminta Lisa keluar dari ruangannya, awalnya Lisa menolak tapi melihat tatapan Rendy yang menatapnya seakan berkata tidak akan terjadi apa-apa, akhirnya Lisa keluar dengan langkah berat.


"Nyaman sekali." Gumam Adrian, sudah beberapa hari ini dia tidak bisa menikmati kebebasan jika berada dirumahnya, Andika selalu saja mengganggu waktu Adrian.


"Kamu ambil rumahku, aku ambil kantormu." Ucap Adrian dalam hatinya sembari memejamkan mata.


- - -


Rumah Adrian.


"Aku bosan." Ucap Jeny sambil menatap Andika yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Andika melihat Jeny beranjak dari duduknya.


Jeny duduk di kursi taman rumah Adrian, sudah beberapa waktu dia hanya menghabiskan waktu dalam rumah Adrian, Andika sudah mewanti-wanti dirinya agar tidak kemanapun saat ini.


"Masuk." Teriak Andika yang sudah duduk di belakang kemudi.


Mata Jeny berbinar, tanpa menjawab dia langsung berlari menghampiri mobil Andika.


"Kamu terbaik deh." Jeny mengecup pipi Andika ketika sudah duduk di sebelahnya.


Mobil melaju meninggalkan rumah Adrian, Andika sesekali melirik Jeny yang sedang tersenyum lebar memperlihatkan jalan.


"Kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Jeny dengan wajah bahagia, sudah satu Minggu dia terkurung dalam rumah Adrian.

__ADS_1


"Rahasia."


"Ish." Jeny menyebikan bibirnya.


"Hahaha." Andika terbahak melihat ekspresi kesal Jeny "Kita mau kencan."


"Kamu mau buat kejutan yang romantis?" Tanya Jeny antusias.


"Iya." Andika mengangguk.


"Gak pantes." Jeny terbahak yang membuat Andika menekuk wajahnya.


Masih terbayang jelas di benaknya bagaimana awal pertemuan mereka, hari itu Jeny berdiri di depan Andika dengan tangan yang gemetar, wajah Andika yang sangat dingin bahkan mampu membuat Jeny lupa dengan segalanya karena tatapan tajamnya.


"Kamu dulu menakutkan." Tanpa sadar Jeny mengeluarkan suara.


"Apa?" Andika memastikan pendengarannya.


"Apanya?" Jeny malah terlihat bingung dengan sikap Andika.


"Kamu tadi bicara apa?"


"Aku gak bicara apa-apa." Andika malah tersenyum mendengar jawaban Jeny, dia sadar apa yang Jeny katakan barusan adalah sesuatu yang keluar dari mulutnya tanpa dia sadari.


Mobil terparkir di sebuah parkiran yang terdapat banyak pohon kelapa di sekitarnya, mata Jeny langsung menyapu melihat keadaan sekita, dia sedang mencari tahu kemana Andika membawanya saat ini.


"Pantai." Ucap Jeny sambil tersenyum lebar.


"Kamu benar-benar terbaik." Jeny memeluk Andika yang juga sedang tersenyum di sebelahnya.

__ADS_1


"Aku tahu apa yang kamu mau."


Mereka kemudian turun dari mobil, berjalan menuju bibir pantai dengan bergandengan tangan.


__ADS_2