SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
Akhir Yang Bahagia?


__ADS_3

Andika tengah duduk di sebuah restauran bersama Jeny, kepulangan Rendy bersama Jeny membawa kebahagiaan untuk Andika, bagaimana tidak dambaan hatinya kini terlihat di depan matanya, wanita yang selama beberapa tahun terakhir hanya bisa Andika impikan kini sudah menjadi kenyataan.


"Jeny aku sangat merindukanmu, setiap hari hanya memikirkanmu" entah dari mana seorang Andika belajar kata kata romantis.


"Maafkan aku yang telah pergi dari sisimu, tapi kini aku telah kembali untuk mengabiskan sisa hidup bersamamu" Andika tersenyum bahagia.


Andika menghabisakan hari harinya bersama Jeny, bahkan Andika mengabaikan beberapa pekerjaan, yang membuat Lisa kelimpungan.


Tidak hari tanpa melihat Jeny, tiada hari tanpa membahagiakan Jeny, itulah yang Andika lakukan saat ini, dunianya hanya di penuhi oleh Jeny, Jeny dan Jeny, seakan tidak ada hal lain di dunia.


Semua yang selama ini Andika impikan dia wujudkan bersama Jeny, mulai dari makan malam romantis, jalan jalan ke tempat favorit mereka, hanya satu yang belum terwujud yaitu menikah dengan Jeny.


"Apakah kamu mau menikah denganku Jeny?" Andika berlutut di depan Jeny, tepuk tangan riuh terdengar dsri orang orang di sekitar, saat ini Andika tengah berada di salah satu pantai yang sangat terkenal akan keindahannya.


Jeny menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, dia tahu jika Andika pasti akan mengajaknya menikah tapi Jeny tak menyakang jika secepat ini, mereka baru beberapa hari kembali bertemu tetapi Andika langsung melamarnya.

__ADS_1


Andika masih diam sembari memperhatikan Jeny yang masih terkejut, dia tidak ingin berlama lama lagi, Andika sungguh takut kehilangan Jeny untuk kedua kalinya, bahkan Andika pernah berbicara seisi dunia akan dia berikan kepada Jeny.


Tangan Jeny pun terbuka, tanda dia siap menerima cincin pemberian dari Andika, tidak ada lagi keraguan untuk menerima Andika saat ini, dia sudah melupakan semua masa lalu yang pahit, saat ini Jeny hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Andika.


Andika memasangkan sebuah cincin berliang yang terlihat sangat indah di jari manis Jeny, dia kemudia berdiri dan mengecup kening Jeny dengan lembut, teriakan orang orang di sekitar terdengar bak musik romantis yang tengah mengiringi mereka.


"Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu Jeny"


"Aku percaya padamu Andika, karena Andika yang aku kenal tidak pernah mengingkari janjinya".


Andika menyambut dengan bangga, dia bahkan memegang pinggang Jeny dan mendekatkan dengan tubuhnya, sedangkan Jeny menerima ucapan selamat dengan malu malu.


Setelah semua orang selesai memberi selamat, Andika kemudian menggandeng tangan Jeny, mereka menuju ke bibir pantai yang terlihat sangat indah dengan matahari berwarna orange.


"Hari ini, matahari, lautan, dan jutaan pasir pantai menjadi saksi kalau aku sangat mencintaiumu Jeny" dengan setengah berteriak Andika berbicara.

__ADS_1


Mereka pun menghabiskan sore itu dengan bermain air dan bersenda gurau, layaknya pasangan yang sedang di mabuk asmara, Andika terus menggenggam tangan Jeny dengan erat seakan dia tak rela melepaskannya walau hanya sedetik saja.


"Andika" Jeny berbicara dengan menatap dalam dalam mata Andika.


"Heem" Andika menjawab singkat, dia tengah sibuk memperhatikan setiap inci wajah wanita hanv sangat di cintainya itu.


"Apa yang kamu lakukan jika aku pergi meninggalkanmu?"


"Aku akan terus menunggumu" Andika masih fokus menatap wajah Jeny.


"Bagaimana jika aku pergi dan tak akan kembali"


Kali ini Andika menatap wajah Jeny dengan tatapan serius.


"Membayangkan saja aku tak mampu, apalagi jika kamu benar benar pergi, lebih baik kamu sakiti aku dari pada aku harus melepaskanmu pergi dan tak pernah kembali" Andika memeluk Jeny.

__ADS_1


** Jangan lupa mampir ke novel terbaru Author ya AKU BUKAN PILIHAN


__ADS_2