SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
PENYESALAN PRESDIR ROMY


__ADS_3

Setelah kepergian Andika, ruangan Presdir Romy langsung terdengar riuh, Presdir Romy terlihat sangat panik dengan ancaman Andika, dia sudah tahu orang seperti apa Andika, Andika pasti punya seribu cara untuk menjatuhkannya.


"Bagaimana jika Andika benar-benar akan menjatuhkan ku." Presdir Romy terlihat sangat panik, dia bertanya pada Presdir Ferry.


"Kau hadapi saja Romy, perjanjian kita hanya tidak akan menggangu satu sama lain." Presdir Ferry langsung beranjak dia langsung pergi keluar diikuti oleh Jeny dan Adrian.


Makian dan umpatan langsung keluar dari mulut Presdir Romy setelah kepergian Presdir Ferry, ada rasa penyesalan dia telah mengkhianati Andika karena tidak sabar ingin melihat kebebasan putranya.


"Brengsek." Maki Presdir Romy


"Chandra." Chandra yang akan meninggalkan ruangan ayahnya berbalik arah karena mendengar namanya dipanggil.


"Pikirkan cara untuk menghadapi Andika."


"Hanya ada satu cara ayah."


"Apa?"


"Adrian." Chandra langsung keluar dari ruangan Presdir Romy.


"Dasar tidak berguna." Teriak Presdir Romy pada anaknya.

__ADS_1


Presdir Romy sudah duduk di kursi kebesarannya, dia sedang berpikir keras untuk menemukan cara yang dapat membuat Andika tidak berkutik, rasanya akan sangat sulit meminta bantuan Adrian untuk melawan Andika, Presdir Romy memiliki hubungan yang tidak baik dengan Adrian.


"Aaaaaa." Teriak Presdir Romy karena merasa frustasi.


- - -


Setelah pertemuan di gedung Aras group selesai Adrian ikut bersama dengan Presdir Ferry menuju ke kantornya karena ada yang akan dibahas.


Dilantai tertinggi gedung Mahesa group, Presdir Ferry sedang duduk di kursinya, di depannya ada Adrian dan Jeny yang sedang duduk di sofa.


"Bagaimana menurut Adrian?" Tanya Presdir Ferry menenai sikap yang harus mereka ambil dalam menghadapi Andika.


"Kita lihat dulu apa yang akan dilakukan oleh Andika."


"Tunggu saja sampai dia datang sendiri meminta bantuan kita yang mulai, saat itu anda memiliki dua pilihan, melihat kehancuran Aras group atau mengambil keuntungan dari Aras group." Presdir Ferry langsung tersenyum mendengar ucapan Adrian.


"Kau memang lebih licik Adrian." Adrian hanya tersenyum mendengar pujian dari Presdir Ferry, Jeny hanya diam menjadi pendengar sesekali dia melihat kearah Adrian dan Presdir Ferry secara bergantian, tatapan berbeda dia berikan ketika melihat Presdir Ferry


"Ayah, apakah ayah tidak tahu posisi ayah sekarang sama dengan Aras group."


"Lita"

__ADS_1


"Iya ayah."


"Kamu fokus untuk mengelola perusahaan ini."


"Baik ayah."


"Keluarlah." Jeny langsung melangkah setelah mendapat perintah dari Presdir Ferry, Adrian melihat kepergian Jeny dan menatapnya tajam


"Dia akan menjadi senjata mematikan bagi Andika."


Presdir Ferry kembali berdiskusi banyak hal dengan Adrian, lebih tepatnya berdiskusi tentang apa yang akan terjadi pada Aras group setelah Andika mengetahui penghianatan yang dilakukan oleh Presdir Romy.


"Hahahaha." Presdir Ferry tertawa sangat keras setelah mendengar pendapat dari Adrian tentang apa yang akan dilakukan oleh Andika, Adrian yakin Andika akan membuat hancur Aras group tanpa sisa.


"Aku sudah tidak sabar melihat kehancuran Romy." Seringai timbul di wajah Presdir Ferry, Adrian menatap Presdir Ferry dengan tatapan yang meremehkan


"Anda tidak tahu saja tuan, nasib anda tidak akan berbeda jauh dengan Aras group, saya yang akan memastikan itu."


"Pergilah Adrian, cukup kau melayani tuan mu hari ini." Adrian tersenyum sinis.


"Saya permisi tuan."

__ADS_1


Adrian bergegas keluar dari ruangan Presdir Ferry, dia sudah berencana akan bertemu dengan Andika.


__ADS_2