SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
AKAN KU JAGA DIA UNTUKMU


__ADS_3

Andika masih berusaha menenangkan Lisa, dia merasa khawatir melihat Lisa dengan wajah sembab, air mata seakan tidak pernah kering terus mengucur keluar membasahi wajah cantiknya.


Pintu ruang operasi terbuka, terlihat beberapa perawat mendorong ranjang pasien, diatas ranjang terlihat tubuh seorang laki-laki sudah tertutup rapat dengan kain putih.


"Sampaikan salam perpisahan pada Roy." Andika berbisik di telinga Lisa.


Tanpa menjawab Lisa langsung berjalan mendekati tubuh Roy yang sudah terbujur kaku, dia berdiri tepat di samping jenazah Roy.


Lisa perlahan membuka kain yang menutupi kepala Roy, terlihat dengan jelas wajah laki-laki tampan saat ini tersenyum teduh, Lisa menundukkan kepalanya mendekati telinga Roy.


"Roy." Dengan suara berat Lisa berbicara, keheningan terjadi seakan semesta ikut bersedih bersama Lisa.


"Terimakasih telah mengisi hari-hariku, masih teringat diingatan ku bagaimana menyebalkan nya dirimu." Lisa menyeka air matanya.


"Roy."


"Kamu laki-laki pertama yang berani tersenyum ketika aku menatap dengan tatapan tajam." Beberapa perawat wanita terlihat menitihkan air mata mendengar ucapan Lisa.

__ADS_1


"Terimakasih atas semua kebaikan mu Roy, aku tak akan pernah melupakan dirimu walau sedetik saja dari ingatanku." Pertahanan Andika jebol, dia tidak kuasa untuk membendung air matanya.


"Andai waktu bisa diulang kembali Roy, aku tidak akan meminta banyak hal, aku hanya meminta agar kamu bisa mendengar bahwa aku juga menyayangi mu Roy." Lisa memeluk tubuh kaku Roy.


"Maafkan aku selalu menyakitimu, semoga kamu bahagia di sana Roy."


"Percayalah kamu adalah laki-laki pertama yang mengisi relung hatiku." Semua orang yang ada disitu menangis tersedu-sedu tak terkecuali Andika dan Adrian.


Rendy yang baru saja tiba hanya diam mematung, dia sedang menata hatinya untuk menerima kepergian sahabat terbaiknya, perlahan Rendy berjalan mendekati tubuh Roy.


Rendy berdiri tepat di sebelah Lisa yang kini sudah mengangkat kepalanya, Lisa kembali menitihkan air mata melihat kehadiran Rendy, dia langsung teringat cerita Roy tentang persahabatan dirinya dengan Rendy, walaupun Risa selalu acuh saat Roy bercerita tapi dia sebetulnya mendengarkan bahkan menyimpan dalam memory otaknya semua cerita-cerita Roy dan tingkah laku Roy yang dapat membuat dirinya jatuh hati.


"Hahaha." Rendy terbahak yang membuat semua orang menatapnya aneh.


"Kamu mengingkari janjimu Roy, tak ku sangka kamu pergi hanya karena takut kalah denganku." Rendy terus merancau membuat Adrian berjalan mendekat untuk memperingatkan nya, Andika dengan sigap menahan Adrian, dia memberi kode lewat matanya.


"Roy hari ini aku sudah tahu siapa wanita mu." Adrian langsung menitihkan air mata ketika melihat Rendy menangis, untuk pertama kalinya selama Rendy bekerja dengannya dia baru melihat wajah Rendy dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Dia sangat cantik seperti kata kamu yang selalu memuji dirinya di depanku, kata-kata yang selalu membuat aku kesal." Rendy menyeka air matanya, dia menengadahkan kepalanya keatas sejenak.


"Kamu harus tahu sekarang aku sangat merindukanmu, merindukan dirimu yang selalu terlihat menyebalkan ketika sedang bercerita tentang wanitamu." Ucapan Rendy semakin membuat hati Lisa hancur.


"Terakhir kamu berkata agar aku menjaga wanitamu, aku menyesal telah menyanggupinya, aku sungguh menyesal tidak memukulmu hari itu, karena itu adalah pertemuan terakhir kita dan hari itu juga terakhir aku melihat wajah menyebalkan mu." Rendy menarik tangan Lisa kemudian dia meletakkan diatas tangan Roy.


"Aku berjanji akan menjaga wanitamu sampai kapanpun walau dia sudah ada yang menjaganya nanti." Rendy menggenggam tangan Lisa dan tangan Roy dengan erat.


"Sampaikan salam ku pada orang tua ku, katakan aku baik-baik saja disini." Suara tangis terdengar menggema, Lisa benar-benar tidak bisa menguasai dirinya, dia kemudian jatuh pingsan, dengan sigap Rendy membopong tubuh Lisa.


"Akan ku jaga dia untukmu." Ucap Rendy dalam hati sembari menatap wajah Lisa yang sedang dia gendong.


Ranjang pasien di dorong meninggalkan ruang operasi, Andika dan Adrian menatap nanar ranjang yang sudah semakin jauh.


Dalam hati mereka saat ini sedang berjanji akan membalas orang yang telah berbuat seperti itu pada Roy.


"Aku bersumpah atas namamu akan memberi kesakitan melebihi apa yang kamu rasakan Roy." Ucap Andika dalam hati.

__ADS_1


"Hari ini aku mencabut sumpahku padamu Tyas, maafkan aku, aku harus mengotori tanganku dengan darah orang yang sudah membuat Roy pergi." Ucap Adrian dalam hati.


Teddy dan Wibowo tidak akan selamat setelah itu, mereka baru saja membangunkan dua monster yang selama ini tertidur.


__ADS_2