
"*Aras group di tuntut 50 T karena pencemaran lingkungan."
"Pengacara terkenal Andika mengajukan gugatan bersama Lembaga pemerhati lingkungan menuntut Aras group*."
Presdir Ferry tertawa sambil membaca koran, berita menggemparkan hari ini membuat Presdir Ferry sangat senang.
"Ternyata semudah itu menghancurkan mu Romy." Gumam Presdir Ferry.
"Roy."
"Iya tuan."
"Panggil Adrian."
"Baik tuan."
Presdir Ferry sudah bisa membayangkan kehancuran Aras group, nominal yang sangat fantastis atas tuntutan yang diajukan Andika dan sudah bisa dipastikan Aras group akan langsung gulung tikar begitu hasil persidangan memenangkan Andika.
- - -
Gedung Aras group
Presdir Romy sedang duduk gelisah, beberapa kali dia mengumpat, kehancuran perusahaan yang sudah dia bangun sejak lama sudah terlihat di depan matanya.
__ADS_1
"Chandra!" Bentak Presdir Romy "Apa kau hanya akan diam menyaksikan kehancuran perusahaan ini."
Chandra yang sedari tadi duduk diam pun hanya menoleh tanpa mengeluarkan suara, Chandra tidak bisa berbuat banyak, lawan yang mereka hadapi bukanlah orang sembarangan, seorang Andika yang sudah di kenal dengan pengacara tanpa pernah kalah hari ini telah mengincar perusahaannya.
"Arrggg." Presdir Romy berteriak frustasi, dia seakan menyesali tindakannya telah membuat kesepakatan dengan Mahesa group, kesepakatan yang ternyata akan membuat dirinya jatuh dan hampir bisa dipastikan tak akan bisa bangkit lagi.
"Tidak ada jalan lain ayah." Chandra menatap tajam Presdir Romy, dia baru saja mengusulkan solusi terakhir yang bisa dia berikan untuk menyelamatkan perusahaan.
"Apa kau pikir Adrian akan membantu kita?" Suara Presdir Romy terdengar berapi-api.
"Hanya itu yang mungkin bisa kita lakukan saat ini."
"Bahkan dia akan tertawa mengejek ketika melihat ku datang ke kantornya." Presdir Romy menyadari hubungannya dengan Adrian yang sangat buruk, dia tidak mengetahui perihal yang menyebabkan Adrian begitu membenci dirinya.
"Bukankah kita memiliki kesepakatan dengan Mahesa group?"
Presdir Romy diam sejenak, dia sedang berpikir apa yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan perusahaannya. Seringai timbul di wajah Presdir Romy, dia telah menemukan ide agar Mahesa mau membatu membujuk Adrian.
"Hanya kamu yang bisa membantu ayah." Presdir Romy menatap Chandra sambil tersenyum sinis.
"Apa yang akan ayah lakukan." Chandra bergumam sambil membalas tatapan tajam Presdir Romy.
"Ayah akan menjodohkan mu dengan Jeny." Chandra langsung melotot mendengar ucapan Presdir Romy.
__ADS_1
"Apa-apaan ini."
"Tapi ayah Presdir Ferry sudah menjodohkan Jeny dengan putra dari Wibowo group." Chandra berusaha menolak ide dari Presdir Romy.
"Ayah yang akan mengatur semuanya." Presdir Romy berdiri dari kursi kebesarannya
"Kita ke Mahesa group sekarang." Chandra terpaksa mengikuti keinginan ayahnya.
- - -
Adrian baru saja tiba di ruangan Presdir Ferry, dia langsung datang ketika Roy menghubunginya, Adrian sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Presdir Ferry.
"Menurut mu apa yang akan Romy lakukan?" Adrian yang sudah duduk di sofa langsung menjawab pertanyaan Presdir Ferry.
"Dia akan melakukan dua hal untuk menyelamatkan perusahaannya." Presdir Ferry mengangkat alisnya menunggu penjelasan dari Adrian.
"Dia akan memohon padaku, atau dia akan berusaha membuat kesepakatan dengan anda tuan." Presdir Ferry mengetuk jarinya diatas meja.
"Tidak mungkin dia memohon padamu Adrian."
"Jadi?"
"Hahahaha." Presdir Ferry tertawa keras.
__ADS_1
"Aku tidak sabar kesepakatan apa yang akan dia berikan."
Presdir Ferry berada diatas angin, dia bisa dengan mudah mengendalikan Presdir Romy saat ini, betapa dulu dia sangat sulit untuk menaklukkan Aras group, bahkan hanya sekedar untuk melawan saja dia tidak mampu.