
Jeny melepaskan pelukan eratnya pada Andika setelah beberapa lama, dia mengelus lembut pipi Andika kemudian berkata
"Terimakasih atas cinta tulus mu, percayalah kamu selalu ada dihatiku." Jeny langsung berdiri kemudian berlari meninggalkan Andika yang sedang menitihkan air mata karena melihat kepergian Jeny.
Adrian hanya tersenyum, melihat bagaimana Andika mencintai Jeny, tapi dia juga merasa miris dengan Andika, suami seakan tidak pernah berpihak pada Andika dari dulu.
"Rendy."
"Iya tuan." Rendy langsung mendekat setelah Adrian memanggilnya.
"Ajak nona Jeny ke restauran biasa, aku akan menemuinya setelah ini." Ucap Adrian berbisik pada Rendy.
"Baik tuan." Rendy bergegas mengejar Jeny yang terlihat sedang berdiri di depan lift.
Adrian berdiri dia kemudian berjalan memutari meja, Adrian menepuk pundak Andika, dia memberi semangat pada sahabatanya.
__ADS_1
"Aku yang akan menjamin kamu akan bersatu dengan nona Jeny." Andika tak bergeming, dia masih diam sembari menunduk dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
Andika yang biasanya terlihat kuat dan penuh energi hari ini di depan Adrian dia terlihat sangat lemah, mungkin jika musuhnya yang melihat hal itu, mereka akan tertawa keras dan mengejek Andika.
"Jangan buang waktumu untuk bersedih, aku masih punya satu juta rencana Andika." Adrian masih menunggu respon dari Andika, bagaimana pun Andika tetaplah seorang manusia biasa yang akan merasakan sakit hati ketika harus kehilangan cintanya.
"Angkat kepalamu Andika, mari kita bicara." Adrian meremas dengan kuat bahu Andika, dia ingin segera menyadarkan Andika dan memberitahunya bahwa hidupnya belum berakhir hari ini.
"Bicaralah, aku akan mendengarkan mu, semua sudah baik-baik saja." Suara Andika kembali menjadi dingin dan ekspresi wajah Andika terlihat sudah normal seperti Andika yang angkuh.
"Hahahaha." Adrian terbahak "Apa secepat itu kamu bangkit Andika." Ejek Adrian yang membuat Andika menatapnya tajam
"Dengarkan baik-baik karena." Andika langsung memotong ucapan Adrian
"Langsung saja bicara." Andika terlihat kesal karena Adrian bertele-tele.
__ADS_1
Adrian akan tetap memberikan aset yang sudah di rubah atas nama Jeny, rencana berubah dari awalnya akan menghancurkan Mahesa group bersama Aras group, Sekarang mereka merubah haluannya, Adrian akan memanipulasi aset-aset atas nama Jeny, itu akan mereka jadikan senjata jika suatu saat posisi Adrian dan Andika berada di ujung tanduk, bagaimana pun lawan yang saat ini sedang mereka hadapi adalah para pengusaha top, yang bisa melakukan segala macam cara untuk menjatuhkan mereka.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Andika setelah Adrian selesai bercerita.
"Kita akan menghancurkan Mahesa group dengan tangan Wibowo group." Andika diam sesaat.
"Aku sudah berjanji pada Jeny." Tolak Andika pada ide Adrian.
"Tenanglah dia akan tetap bisa melihat senyum ayahnya setiap hari."
"Apa maksudmu?" Adrian menyeringai, dia salah telah menebak Andika sudah kembali menjadi dirinya yang dingin, ternyata Andika masih menjadi seorang yang bodoh karena cinta.
"Sudahlah serahkan semua padaku, hari ini jika aku berkata apapun kamu tidak akan bisa memahaminya." Senyum meledek timbul di bibir Adrian.
"Tutup mulutmu!" Andika merasa kesal melihat senyuman Adrian.
__ADS_1
"Hahaha, lain waktu kita bahas lagi, aku masih banyak urusan." Adrian berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, Adrian menoleh sesaat sebelum menutup pintu ruangan Andika.
"Datang ketempat ku jika kamu butuh hiburan." Adrian terkekeh melihat tatapan tajam Andika, dia berhasil menggoda Andika.