SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
GANGGUAN MENTAL?


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hubungan Andika dan Wibowo group sudah hancur, mereka kini berlomba untuk menghancurkan satu sama lain, Andika sudah memiliki rencana untuk menyerang Wibowo group secara diam-diam, dia tidak frontal seperti saat menjatuhkan Aras group.


Roy sedang berada dikantor Adrian, dia menunggu kedatangan Adrian di dalam ruang kerja Adrian, tapi pagi Adrian menghubungi Roy dan memintanya datang kekantor ada hal penting yang ingin Adrian bicarakan dengan Roy.


"Apa kau sudah lama menunggu Roy?" Adrian masuk ke dalam ruangannya dengan di ikuti Rendy di belakangnya.


"Tidak tuan, saya baru sampai." Roy berdiri untuk menyambut Adrian, dia kemudian menunduk hormat saat Adrian berjalan melewatinya.


"Duduk Roy." Roy langsung kembali duduk setelah mengucapkan terimakasih pada Adrian.


"Ada hal apa yang ingin tuan bicarakan." Tanya Roy yang membuat Adrian terbahak "Kau benar-benar seperti Andika Sekang." Roy menatap bingung kearah Adrian "Sudah lupakan." Ucap Adrian melihat tatapan bingung dari Roy.

__ADS_1


Adrian kemudian menyodorkan sebuah map yang berisi beberapa lembar kertas, Roy melirik kearah map yang baru saja diberikan oleh Adrian "Bacalah Roy." Roy langsung membuka map tersebut dan membaca dengan seksama.


Roy langsung menyeritkan dahinya ketika dia membuka lembaran kertas di dalam map, kertas yang berisi informasi tentang Jeny, Roy kemudian kembali menatap Adrian "Baca dulu setelah itu ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Adrian di balas anggukan oleh Roy.


Roy menutup map setelah dia selesai membaca, Adrian menatap Roy dengan tatapan serius yang membuat Roy sedikit gelisah.


"Apa yang ingin tuan tanyakan." Roy memberanikan diri untuk bertanya karena Adrian hanya diam "Kau sudah membaca semuanya." Roy mengangguk "Apa isi dari map itu?" Adrian bertanya dengan suara dingin seperti sedang mengintrogasi Roy.


Roy menjawab pertanyaan Adrian dengan lugas, dia menjelaskan secara detail yang dia baca dalam map itu, bahkan tanpa membaca pun Roy bisa menjelaskan karena dia memang mengetahui seluk-beluk kehidupan Jeny dan Ferry Mahesa.


Adrian kemudian menjelaskan apa yang ingin dia tahu dari Roy perihal Jeny, Adrian merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Jeny, bagaimana Jeny bisa sangat mencintai Andika sedangkan dia jelas-jelas tahu bahwa Andika adalah orang yang paling membenci ayahnya, Adrian dapat mengetahui bahwa Jeny tulus mencintai Andika melalui matanya, dia juga tahu Jeny sangat mencintai Ferry Mahesa sebagai ayahnya.

__ADS_1


"Ada satu hal tentang nona Jeny yang tidak terdapat dalam berkas itu tuan." Roy menunjuk map yang berada di atas meja "Apa itu?" Adrian penasaran menunggu penjelasan dari Roy.


Roy kemudian menceritakan kisah masa lalu Jeny yang dia tahu "Aku juga tahu itu Roy." Adrian menyela cerita Roy gang membuat Roy menatap tajam Adrian "Baiklah lanjutkan ceritamu." Adrian tersenyum jahil kepada Roy.


Adrian kembali mendengarkan Roy bercerita dengan seksama, dia terlihat beberapa kali menyeritkan dahinya saat Roy bercerita bagaimana Jeny sangat menuruti semua perintah Presdir Ferry.


"Apa yang menyebabkan Jeny seperti itu Roy?" Tanya Andika setelah Roy selesai bercerita "Ternyata anda tidak secerdas itu tuan." Roy tertawa karena berhasil meledek Adrian, Rendy yang berdiri dibelakang Adrian langsung mendesah sambil menatap tajam Roy "Maaf tuan." Roy langsung menunduk menyadari dirinya akan segera diterkam oleh Rendy.


"Nona Jeny memiliki gangguan kepribadian tuan." Roy berbicara sambil menunduk "Shit." Umpat Adrian yang menyadari Jeny bisa menjadi senjata mematikan untuk Andika.


"Apa yang bisa kita lakukan agar Ferry tidak memanfaatkan Jeny, Roy?" Tanya Adrian karena dia belum bisa menemukan solusi dalam pikirannya, Roy menggeleng "Tidak ada yang bisa kita lakukan, dari dulu nona Jeny selalu menuruti semua perintah tuan Ferry, tuan Ferry adalah orang yang sangat kejam dan ambisius, dia akan melakukan segala cara untuk memenuhi ambisinya termasuk mengorbankan anaknya."

__ADS_1


Adrian kembali mengumpat mendengar jawaban Roy, satu-satunya cara yang dapat dia lakukan adalah memberi tahu Andika masalah Jeny, tapi akan timbul masalah baru ketika Andika mengetahui semuanya, Adrian sudah sangat mengenal Andika, dia pasti tahu bagaimana hancurnya Andika ketika kehilangan Jeny, Andika yang sekarang adalah seorang laki-laki yang rela memberikan apapun agar Jeny tidak menangis bahkan nyawanya akan dia berikan.


"Jangan sampai Andika tahu, simpan semua rapat-rapat, biar aku yang akan memikirkannya." Roy mengangguk mendengar perintah dari Adrian, dia tentu saja merasa khawatir dengan tuannya tapi Roy tidak bisa melakukan apapun saat ini kecuali menuruti perintah Adrian untuk kebaikan Andika.


__ADS_2