
Rendy memarkirkan mobilnya tidak jauh dari lokasi Roy kecelakaan, dia berjalan mendekati kerumunan orang yang terlihat memadati lokasi kecelakaan itu.
Terlihat beberapa polisi sedang sibuk melakukan olah TKP, mobil Andika yang dikendarai oleh Roy terlihat sangat rusak dengan kondisi terbalik, Rendy masih bersyukur mobil itu tidak meledak saat terbalik, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Roy jika mobil itu sampai meledak.
Rendy masih terus melihat keadaan sekitar, dia kemudian berjalan mendekati garis polisi yang terpasang sekitar lima meter dari posisi mobil yang terbalik itu.
Rendy mengawasi mobil lekat-lekat, dia berjalan memutari garis polisi agar dapat melihat keseluruhan kondisi mobil yang sudah ringsek itu, Rendy berhenti saat dia berada di sisi kanan mobil, dia melihat ada sesuatu pada body mobil sebelah kanan, dimana terdapat penyok pada mobil itu yang Rendy yakini bukan karena mobil yang terguling.
Mata Rendy kemudian mengawasi sekitar, dia sedang mencari CCTV yang mungkin akan membantu Rendy menemukan penyebab kecelakaan Roy. Cukup lama Rendy mencari akhirnya tapi tidak menemukan apapun, dia memiliki ide untuk menghubungi seseorang yang bisa membantunya dalam hal ini.
"Periksa CCTV di jalan X, aku ingin tahu tentang kecelakaan yang barusan terjadi."
"Oke bos."
Rendy baru saja menghubungi hacker yang biasa bekerja untuknya, karena tidak mungkin dia bekerjasama dengan polisi untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini.
Rendy mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia baru saja mendapat kabar dari hacker bahwa mereka berhasil mendapatkan rekaman CCTV, Rendy ingin cepat sampai karena hacker memberi informasi bahwa mobil ditabrak oleh sebuah truk.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok....
Pintu langsung terbuka setelah sang empunya rumah mendengar sebuah ketukan yang seperti kode bahwa pelanggan mereka datang.
"Silahkan bos." Hacker tersenyum sambil memutar layar monitor kearah Rendy.
Mimik wajah serius bercampur geram langsung terlihat saat Rendy melihat rekaman CCTV itu, terlihat sebuah truk besar yang dikendarai dengan kecepatan tidak wajar, truk itu menerobos lampu merah hingga kemudian menabrak mobil Andika yang dikendarai oleh Roy, dia yakin kecelakaan ini sudah direkayasa sebelumnya.
"Lacak rute truk itu sebelum kecelakaan." Perintah Rendy yang dibalas anggukan kepala oleh hacker.
Tanpa menunggu lama hacker sudah mendapatkan rute yang di lalui oleh truk itu, Rendy melihat rute itu, raut wajahnya langsung berubah, sorot mata membunuh langsung terlihat dimatanya ketika mengetahui titik awal truk sebelum terjadi kecelakaan.
"Aku akan benar-benar membunuhmu Teddy." Ucap geram Rendy setelah mengetahui dalang dibalik kecelakaan ini, hacker berhasil meretas isi ponsel dari Teddy yang terdapat history percakapan Teddy dengan seseorang, Teddy menyuruh orang itu untuk mencelakakan Andika, Rendy semakin geram ketika mengetahui bahwa Andika adalah orang yang mereka incar. Teddy putera dari Wibowo Saputra yang beberapa waktu lalu ada masalah dengan Andika dan Adrian.
"Terimakasih atas kerja kerasmu." Rendy menunjukkan layar ponselnya yang terdapat bukti transfer pada hacker.
"Senang melayani anda bos."
__ADS_1
Rendy kemudian bergegas keluar dari rumah itu, dia langsung mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, Rendy hendak melaporkan pada Adrian dan Andika mengenai penyebab kecelakaan itu.
- - -
Di rumah sakit
Andika masih berusaha menghibur Lisa yang terlihat sangat sedih, sudah beberapa jam Lisa bahkan tidak mengangkat kepalanya sama sekali.
Adrian bahkan tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Andika menghibur Lisa, dia yang biasanya dapat mencairkan suasana dalam kondisi apapun, entah hari itu Adrian seakan kehilangan semua kemampuannya yang dapat membuat orang tertawa dengan celotehan darinya
Fokus Adrian dan Andika teralihkan saat melihat Rendy berjalan mendekat ke arah mereka.
"Tuan." Adrian langsung memberi kode melalui matanya menunjuk arah Lisa, Rendy mengangguk mengerti arti tatapan dari Adrian.
"Kita harus bicara sekarang." Adrian berbisik pada Andika.
"Lisa, aku harus mengurus sesuatu, kamu tunggu disini sebentar." Lisa hanya mengangguk lirih tanpa menjawab ucapan Andika.
__ADS_1
"Kita berbicara di mobil saja tuan." Andika dan Adrian mengangguk menyetujui usul Rendy.