SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
KABAR BAIK DAN KABAR BURUK


__ADS_3

Andika tengah duduk di ruang tunggu kantor polisi, sedangkan Lisa sedang mengurus administrasi berkaitan dengan kebebasan Rendy di dalam ruang penyidikan.


Dugaan Andika tidak meleset bahwa polisi mengeluarkan SP3 untuk Rendy hari ini, berkat kecerdikan Andika dia mampu membebaskan Rendy tanpa harus melalui proses persidangan.


Andika dengan argumennya mampu menggiring opini penyidik, selain itu Rendy yang memiliki ijin kepemilikan dan penggunaan senjata api menjadi poin penting dalam upaya Andika untuk membebaskannya, sedangkan kepemilikan senjata ilegal dari Presdir Ferry dan kondisi Adrian yang tertembak semakin menguatkan posisi Rendy.


"Terimakasih atas bantuan tuan." Ucap Rendy sambil menundukkan kepalanya di depan Andika.


"Tidak perlu begitu, aku yang seharusnya berterimakasih." Andika menepuk pundak Rendy.


"Kalian terlihat sangat serasi." Goda Andika pada Lisa dan Rendy, mereka yang biasanya cuek dan tenang mendadak salah tingkah mendengar ucapan Andika.


"Hahaha." Andika terbahak "Kalian lucu sekali."


"Bagaimana kondisi tuan Adrian?" Tanya Rendy berusaha mengalihkan perhatian Andika.


"Kita bicarakan nanti, sekarang lebih baik kita makan dulu, sepertinya sudah lama kamu tidak makan enak Rendy."


Rendy merasa sedikit aneh dengan sikap Andika, dia adalah orang yang sangat peka, Rendy sangat memahami seorang Andika, melihat sikap Andika membuat Rendy merasa seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Andika.


"Baik tuan." Jawab Rendy.


Mereka kemudian keluar dari kantor polisi menggunakan mobil Andika yang langsung dikendarai oleh Rendy, Rendy sudah berpakaian formal seperti biasa dengan stelan jas lengkap, Andika akan membahas beberapa hal penting dengan Rendy mengingat kondisi Adrian saat ini.

__ADS_1


Tring...


Ponsel Andika berbunyi, dia langsung membuka pesan yang ternyata dikirimkan oleh dokter Rani.


"Tuan Adrian baru saja siuman."


Andika tersenyum setelah membaca pesan itu, dia kemudian membatalkan acara makan dengan Rendy dan memintanya langsung menuju rumah sakit.


- - -


Rumah Sakit


"Apa tidurmu sangat nyenyak Adrian, sehingga kamu sangat malas membuka mstamu?" Ucap Andika dengan wajah tengilnya pada Adrian.


Mereka kemudian berbincang ringan, Rendy tersenyum lebar melihat Adrian sudah siuman, beberapa hari ini dia bahkan tidak bisa tidur ketika dalam tahanan karena mengetahui Adrian sedang koma.


"Ada yang ingin saya bicarakan tuan." Ucap dokter Rani pada Andika.


"Baiklah." Andika berjalan mengikuti dokter Rani menuju ruangannya, setelah dia berpesan pada Rendy untuk menjaga Adrian saat Andika keluar, hal yang membuat Adrian langsung mengutuki Andika karena sikapnya menganggap Adrian seperti orang lemah.


"Apa yang ingin dokter sampaikan?" Tanya Andika setelah berada dalam ruangan dokter Rani.


Dokter Rani menarik nafas berat, dia sedang mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara pada Andika.

__ADS_1


"Saat ini kondisi tuan Adrian sudah hampir pulih, tapi ada masalah lain tuan."


"Apa itu dokter?" Tanya Andika dengan perasaan cemas karena melihat ekspresi dari dokter Rani.


"Untuk beberapa waktu tuan Adrian belum bisa berjalan."


"Kenapa?" Ucap Andika dengan nada tinggi.


Dokter Rani kemudian menjelaskan jika ada kerusakan di syaraf tulang belakang Adrian yang menyebabkan Adrian tidak bisa berjalan beberapa waktu lamanya.


"Apa Adrian sudah tahu dokter?" Raut wajah khawatir Andika terlihat sangat jelas.


Dokter Rani mengangguk yang membuat Andika bernapas lega, setidaknya dia tidak harus menjelaskan dan memberi penjelasan pada Adrian.


"Apa dia masih bisa sembuh seperti semula dokter?" Nada bicara Andika berubah menjadi sendu setelah mendengar penjelasan dokter Rani.


"Tuan Adrian harus melakukan terapi untuk membuatnya kembali seperti semula."


"Berapa lama?"


"Semua tergantung dengan tuan Adrian, jika tuan Adrian memiliki kemauan keras kurang dari enam bulan dia sudah bisa berjalan normal."


"Huh." Andika membuang nafas kasar "Tenang saja dokter aku akan membuatnya memiliki kemauan keras itu." Ucap Andika yang membuat dokter Rani tersenyum.

__ADS_1


Dokter Rani sudah sangat paham dengan hubungan Andika dan Adrian setelah beberapa Minggu ini dia melihat Andika yang sangat mengkhawatirkan Adrian dan selalu ada di sisi Adrian.


__ADS_2