
Di Restauran
Rendy berdiri tegap di belakang Jeny yang sedang duduk di salah satu kursi restauran mewah, mata Rendy terus mengawasi Jeny, Rendy terpaksa berbuat sedikit kasar untuk dapat membawa Jeny ke restauran sesuai dengan perintah Adrian.
"Sampai kapan aku harus duduk di sini." Jeny berdiri dan menatap tajam Rendy.
"Duduk dan nikmati makanan anda nona." Suara dan ekspresi dingin Rendy langsung membuat Jeny duduk kembali, Jeny langsung menyeruput minumannya, dia benar-benar merasa ketakutan dengan sikap Rendy yang terlihat lebih menakutkan dari pada Andika
Jeny memainkan ponselnya untuk mengusir kebosanan, sudah satu jam dia duduk menunggu Adrian, Jeny tidak berani menghubungi siapapun, tatapan tajam Rendy sudah cukup untuk mengintimidasi dirinya.
Lonceng pintu restauran berbunyi, Jeny langsung menoleh ke arah sumber suara, disana terlihat Adrian berjalan dengan santai menuju meja tempat Jeny duduk.
"Maaf membuat nona Jeny menunggu." Adrian tersenyum sambil berbasa-basi pada Jeny yang hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.
"Apa Rendy membuat nona takut." Adrian tersenyum sambil menatap Rendy
"Tentu saja, bagaimana kamu bertanya hal yang sudah kamu tahu."
"Oh tidak tuan, dia sangat ramah." Jeny menatap Rendy dengan tatapan tajam.
"Luar biasa, tidak biasanya Rendy ramah pada orang lain." Adrian tertawa membuat Jeny kini menatapnya.
"Jangan buang waktu."
__ADS_1
"Maaf nona." Adrian berhenti tertawa melihat tatapan tajam Jeny.
"Jadi apa yang ingin tuan Adrian bicarakan."
"Sebentar nona, saya haus." Rendy langsung pergi dan menuju ke meja bartender untuk memesan minuman Adrian.
"Terserah kamu saja." Ucap Jeny ketus.
Adrian langsung meminum gelas yang di sodorkan oleh Rendy, Jeny hanya diam memperhatikan Adrian, dia sudah beberapa kali bertemu Adrian, Jeny tentu saja sudah mengenal siapa Adrian.
"Silahkan nona bertanya?" Jeny yang sedang memperhatikan Adrian terkejut.
"Maksud tuan?" Jeny terlihat bingung dengan ucapan Adrian.
"Jelaskan saja, jangan bertele-tele."
"Hahaha." Adrian terbahak "Bagaimana Andika tidak bisa mengenali anda dari awal." Jeny benar-benar dibuat bingung dengan ucapan Adrian.
"Jangan membuatku bingung."
"Baiklah baiklah." Adrian berusaha menghentikan tawanya "Bagaimana Andika tidak bisa melihat kemiripan nona dan tuan Ferry." Jeny sudah paham arah pembicaraan Adrian.
"Aku tidak punya banyak waktu." Jeny sangat kesal karena Adrian dari tadi hanya berbicara hal yang tidak penting.
__ADS_1
"Dengarkan baik-baik nona karena saya tidak akan mengulang cerita ini." Jeny menatap serius Adrian.
"Apa semua pengacara itu sama, huh." Gerutu Jeny mendengar ucapan Adrian yang sama persis dengan Andika ketika dia akan berbicara serius.
Adrian menceritakan kembali rencananya, kali ini Adrian bercerita dengan detail, bahkan Adrian menceritakan tujuannya ketika memberikan ide untuk menerima perjodohan Jeny dan Chandra.
"Apa tujuan mu memberi tahu semua itu padaku?" Adrian tersenyum sinis, dia kemudian menceritakan kisah masa lalunya dengan Andika, Jeny menatap tajam Adrian, dia seakan tidak percaya bahwa Andika dan Adrian sangat dekat di masa lalu bahkan sudah seperti saudara.
"Nona." Adrian menyadarkan Jeny yang terlihat sedang termenung.
"Saya harap nona mengerti dengan posisi nona saat ini." Andrian mengambil nafas "Andika bukanlah orang yang dengan mudah mengalah, apalagi melupakan ambisinya hanya demi seorang wanita." Jeny mengangkat kedua alisnya, seakan meminta penjelasan lebih detail.
"Jadilah nona Jeny seperti yang Andika katakan, nikmati hari-hari nona bersama tuan Ferry jika nona masih ingin melihat senyum di wajah tuan Ferry."
"Apa tuan Adrian sedang mengancam ku?"
"Saya tidak pernah mengancam nona, saya hanya memperingatkan saja jika nona tidak ingin ada hal buruk terjadi di kehidupan nona yang sudah sangat indah ini." Seringai muncul di bibir Adrian.
"Baiklah, anggap saja aku tidak tahu apapun." Jawab Jeny dengan suara lemah.
"Itu lebih baik nona." Senyum manis tersungging di bibir Adrian mendengar jawaban Jeny yang sesuai dengan apa yang dia mau.
Adrian hanya ingin Jeny tidak ikut campur dan berbicara yang dia tahu pada Presdir Ferry ataupun yang lain, jika Jeny berbicara tentu semua rencana Adrian akan kacau jika Aras group, Mahesa group dan Wibowo group bersatu untuk melawannya dan Andika.
__ADS_1