
Adrian langsung menghubungi Andika untuk memberi tahu perihal Adrian yang menginginkan Roy untuk menjadi asisten Andika.
"Apa kamu dikantor?" Tanya Adrian setelah panggilannya di jawab oleh Andika.
"Ada apa?"
"Tunggu aku segera kesana." Adrian langsung mematikan sambungan telpon, dia sudah tahu Andika berada dikantor setelah mendengar jawaban Andika, jika Andika tidak berada dikantor dia akan menjawab "Besok saja aku tidak ada waktu." Jawaban yang sudah Adrian hafal.
"Tinggalkan mobilmu di sini Roy." Roy yang sedang berjalan menuju mobilnya berhenti mendengar ucapan Adrian.
"Pakai satu mobil saja." Adrian segera masuk tanpa menunggu jawaban dari Roy, melihat Adrian masuk ke dalam mobil Roy pun mau tidak mau mengikuti masuk kedalam mobil Adrian.
Mobil melaju meninggalkan kantor Adrian setelah Roy masuk ke dalam, Roy duduk di depan bersama Rendy, sedangkan Adrian duduk di kuris belakang.
"Kenapa tuan menginginkan saya menjadi asisten tuan Andika?" Roy melirik spion tengah.
"Apa kau mau tahu alasannya Roy?"
"Tentu saja tuan."
"Bersumpah lah kau akan setia pada Andika." Roy langsung menatap Adrian tajam kemudian dia beralih menatap Rendy.
__ADS_1
"Seperti sumpah yang telah Rendy lakukan." Kali ini Roy langsung menoleh kebelakang dengan tatapan heran.
"Apa anda tahu bagaimana cara kami bekerja."
"Rendy tidak pernah bercerita apapun, untuk mencari tahu hal itu sangat mudah bagiku Roy." Ucap Adrian yang seakan mengerti arti tatapan dari Roy.
"Saya bersumpah untuk selalu setia kepada tuan Andika dalam kondisi apapun." Dengan suara tegas Roy mengucapkan sumpah setianya, senyum tipis terlihat di bibir Rendy mendengar sumpah Roy.
Bagi orang seperti Roy dan Rendy mereka hanya akan melepaskan sumpah ketika tuannya yang meminta, Roy tidak melakukan sumpah ketika bekerja untuk Presdir Ferry.
"Hahaha." Andika terbahak "Kenapa kau langsung bersumpah Roy?" Roy hanya melirik Rendy untuk menjawab pertanyaan Adrian.
"Tuan belum menjawab pertanyaan saya?" Adrian juga melirik Rendy untuk menjawab pertanyaan Roy.
Mobil berhenti tepat di depan loby kantor Andika, Adrian langsung turun setelah pintu dibuka oleh Rendy, dia berjalan masuk diikuti oleh Rendy dan Roy di belakangnya.
"Silahkan tuan menunggu sebentar." Adrian mengangguk, Lisa kemudian memasuki ruang Andika terlebih dahulu.
"Silahkan tuan." Lisa menahan pintu untuk mempersilahkan Adrian masuk.
Adrian langsung duduk di sofa, Rendi dan Roy berdiri di belakang Adrian, Andika menatap Roy yang sedang berdiri dengan ekspresi datar, seakan mempertanyakan kehadiran Roy di situ.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Apa kau tidak bisa berbasa-basi dulu Andika."
"Aku tidak punya banyak waktu."
"Roy." Roy langsung berjalan kemudian berdiri di belakang Andika, Andika terlihat bingung dengan sikap Roy yang menurut pada Adrian.
"Ada apa sebenarnya?"
"Terimalah Roy menjadi asisten mu Andika." Andika membelalakkan matanya.
"Apa maksudmu!" Dengan suara tinggi Andika berbicara.
"Tenanglah, dengarkan dulu penjelasan ku."
Adrian kemudian menjelaskan bahwa saat ini posisi mereka sedang rawan, Andika dan Adrian baru saja mengusik macan tidur, Adrian ada Rendy yang dengan sigap menjaga dirinya, sedangkan Andika tidak ada yang menjaganya sehingga Adrian meminta Roy untuk menjadi asisten yang bisa menjaga Andika.
"Apa kamu meremehkan ku?" Ucap Andika kesal.
"Lihatlah Rendy, dia bahkan akan mengorbankan nyawanya untuk keselamatan ku."
__ADS_1
"Aku tidak perlu asisten."
Adrian terus berdebat dengan Andika, Andika sudah terbiasa dengan kesehariannya tanpa ada asisten yang menempel hampir 24 jam jika dia sedang di luar rumah, bukan Adrian jika mudah menyerah, dia terus meyakinkan Andika dengan berbagai cara, setelah menyebut nama Jeny akhirnya Andika mengalah dan mau menerima Roy sebagai asistennya.