
Kemarahan Wibowo group
Presdir Romy langsung meninggalkan gedung Mahesa group, kesepakatan sudah terjalin antara Aras group Dan Mahesa group, senyum kemenangan selalu terpampang di wajah Presdir Ferry.
"Roy."
"Saya tuan."
"Beritahu Wibowo perihal pembatal perjodohan Lita dan Teddy."
"Baik tuan."
Adrian yang mendengar itu hanya tersenyum sinis, sungguh berita yang sangat luar biasa, dimana Aras group dan Mahesa group akan hancur secara bersamaan.
"Adrian, atur semuanya, selesaikan secepatnya." Perintah Presdir Ferry yang dibalas anggukan kepala Adrian.
Adrian pergi dari gedung Mahesa group, dia hendak menemui Andika untuk membicarakan rencana lebih lanjut, dia sudah bisa membayangkan kemarahan dari Wibowo group setelah mengetahui bahwa Presdir Ferry membatalkan perjodohan karena alasan Aras group.
Andika yang memiliki kedekatan dengan Wibowo group tentu akan mempermudah rencana mereka dalam menghancurkan Mahesa group.
- - -
Gedung Wibowo group
Wibowo Saputra sang Presdir direktur dari Wibowo group terlihat sangat marah, dia baru saja mendapatkan laporan dari asistennya "Roy baru saja mengabari bahwa tuan Mahesa membatalkan perjodohan antara nona Lita dan tuan Teddy." Wibowo langsung menggebrak meja, dia benar-benar merasa sangat di permalukan oleh Ferry Mahesa.
"Bagaimana dia membatalkan ini semua, apakah dia sengaja mempermalukan ku." Teriak Presdir Wibowo pada asistennya.
__ADS_1
"Hubungi Mahesa sekarang, sampaikan aku ingin bertemu." Perintah Presdir Wibowo pada asistennya.
"Baik tuan." Asisten Presdir Wibowo langsung keluar dari ruangan Presdir.
- - -
Adrian sudah berada dijalan menuju gedung milik Wibowo group, dia menghubungi Andika beberapa saat lalu dan menyampaikan perihal keberhasilan rencana mereka, Andika langsung meminta Adrian untuk bertemu di gedung Wibowo group, Andika tak ingin terlalu lama membuang waktu.
- - -
Presdir Wibowo semakin marah setelah Presdir Ferry menolak ajakan Presdir Wibowo untuk bertemu, kebencian langsung terlihat di wajah Presdir Wibowo.
"Awas kau Ferry, lihat saja aku akan menghancurkan mu."
"Ada apa?" Asisten Presdir Wibowo sudah berdiri di depannya.
"Ada tuan Andika di depan." Laki-laki berperawakan tegap yang sudah lama menjadi asisten Presdir Wibowo.
"Baik tuan." Doni bergegas keluar ruangan untuk mempersilahkan Andika masuk.
Senyum tipis terlihat di wajah Adrian ketika dia melihat raut kemarahan Presdir Wibowo, dia sangat senang karena semua rencana akan berjalan lancar.
"Maaf mengganggu anda tuan Wibowo." Andika sudah duduk di sofa ruangan Presdir Wibowo dengan Adrian di sebelahnya.
"Jangan sungkan seperti itu Andika." Presdir Wibowo menyabut hangat kedatangan Andika.
"Apa yang membuatmu datang kesini Andika?" Senyum sinis langsung mengembang di wajah Andika.
__ADS_1
"Saya butuh bantuan tuan."
"Katakanlah."
Andika kemudian bercerita perihal masalahnya dengan Aras group dan juga Mahesa group, Andika saat ini sedang menuntut Aras group bermaksud untuk menghancurkannya.
"Hahahaha." Gelak tawa dari Presdir Wibowo membuat Andika menatapnya tajam
"Hancurkan Mahesa group juga, aku akan membantu mu." Andika dan Adrian mengangguk bersamaan.
"Jadi apa rencana mu Andika?"
"Dia yang akan menjelaskan." Andika menunjuk Adrian yang duduk disebelahnya, Presdir Wibowo baru menyadari bahwa orang yang datang bersama Andika adalah tangan kanan dari Presdir Ferry.
"Kau." Presdir Wibowo menatap tajam Adrian.
"Iya tuan, saya Adrian, orang yang selalu mengurus dan berdiri di sebelah Mahesa group."
"Kenapa kau ada di sini?" Adrian tersenyum, dia kemudian menjelaskan pada Presdir Romy bahwa saat ini Adrian dan Andika sedang bekerja sama untuk menghancurkan Aras group dan Mahesa group.
Presdir Wibowo mengangguk, dia sudah paham dengan rencana Andika dan Adrian.
"Apa yang harus ku lakukan?"
"Tarik semua saham anda di Mahesa group tuan, sisanya serahkan pada kami.
Anggukan kepada dari Presdir Wibowo membuat Adrian dan Andika langsung menyeringai.
__ADS_1
"Kehancuran mu sudah dekat Ferry." gumam Andika.
"Selamat tinggal Romy." gumam Adrian.