
Tiga bulan berlalu, perkembangan Adrian terlihat sangat pedat, dia kini sudah mampu berjalan walaupun masih harus menggunakan tongkat, hal tersebut membuat Andika sangat bahagia.
Hari ini adalah peresmian kantor baru Andika dan Adrian, mereka akhirnya menggabungkan kedua law firm mereka menjadi satu, A & A Law Firm itulah nama kantor baru merrka, kantor yang memiliki 5 lantai ini adalah kantor hukum terbesar di negeri ini, dengan oenggabungan keduanya kini mereka menjadi pengacara nomor 1 di negeri itu, dengan kantor megah dan 2 pengacara hebat tentu saja hampir semua perusahaan besar memaki jasa mereka sebagai Corporat Lawyer.
Para petinggi dari berbagi perusahaan terlihat sudah mulai memadati aula dari kantor baru Andika dan Adrian, para wartawan tengah sibuk menata kamera mereka untuk mengambil gambar terbaik saat Andika dan Adrian melakukan konfrensi pers peresmian kantor baru tersebut.
"Saya permisi dulu tuan tuan" pamit Andika yang di balas oleh anggukan beberapa petinggi perusahaan yang barusan berbincang dengannya.
"Pemeran utama kita sudah datang" sapa Andika sembari menghampiri mobil Adrian.
Adrian turun dari mobilnya dengan sedikit usaha, dia memang belum sembuh total jadi dia masih membutuhkan tongkat untuk berjalan.
Adrian mengibaskan tangannya ketika Andika ingin membantunya melangkah.
"Aku bukan anak kecil" sungut Adrian yang di balas senyum mengejek dari Andika.
Dua pengacara hebat dengan gagahnya berdiri di atas mimbar yang telah di persiapkan, de depan mereka terdapat pita bunga yang akan mereka potong sebagai simbolis peresmian kantor.
"Kita akan mendengar sambutan dsri tuan rumah silahkan tuan Andika dan Tuan Adrian ke tempat yang telah di persiapkan.
__ADS_1
Tepuk tangan para hadirin mengiringi langkah Andika dan Adrian menuju ke mimbar, pandangan Andika berbinar menatap para hadirin sesekali melirik ke arah Adrian.
"Terimakasih atas waktu yang kalian sempatkan untuk acara peresmian kantor kami". kata Andika membuka sambutan.
"Hari ini saya berdiri bersama sahabat baik saya sekaligus keluarga saya di sini untuk bersama sama meraih kesuksesan" lanjutnya, Andika kemudian memberi ruang untuk Adrian berbicara.
"Saya hari ini bisa sembuh berkat dukungan dari keluarga saya" Adrian melirik Andika dan Rendy yang berdiri di belakangnya "dan juga istri saya dan keluarga yang saat ini tengah menantikan kesembuhan saya dengan rasa bahagia" Adrian memberi penekanan pada kalimat itu, rasa kecewa sangat terlihat du wajah Adrian ketika menyebut istrinya.
Tidak ingin berlarut larut Andika langsung mengambil alih trmoat Adrian untuk kemudia meminta MC agar labgsung ke acara selanjutnya yaitu pemotongan pita.
"Selamat Andika"
"Selamat Adrian"
Satu persatu tamu undangan mulai meninghalkan aula kantor Andika dan Adrian, hanya tersisa beberapa orang yang sedang sibuk membereskan ruangan tersebut, dari kejauhan terlihat seorang laki laki berjalan dengan angkuhnya menghampiri mereka.
Adrian sudah sangat mengenak siapa orang tersebut, dengan sigap Rendy langsung berdiri untuk menghalangi langkah Teddy yang semakin dekat.
"Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada majikanmu saja" ucap Teddy dengan senyum meremehkan ketika Rendy berdiri di depannya.
__ADS_1
"Biarkan saja Rendy" Suara Adrian membuat Rendy menyingkir dari hadapan Teddy.
prok... prok... prok...
Terdengar sebuah tepuk tangan kecil dari Teddy saat dia tapat berdiri di depan Andika dan Adrian yang masih duduk di depan sofa.
"Apa begini cara kalian menyambut tamu"
"Langsung saja, aku malas melihat wajahmu" Ucap Adrian di sertai tatapan tajam
"Hahahahah". Teddy tertawa "Setelah ini kau akan sering melihat wajahku Adrian".
"Pergilah" Andika mendorong pelan Teddy ketika melihat Adrian sudah tersulut emosi.
"Apakah kau sudah mulai panik melihatku Andika" Teddy dengan angkuhnya maju satu langkah lebih dekat dengan Andika
"Kalau kau mau memulai perang aku layani mulai besok, hari ini aku malas melayani mu, karena aku tengah rindu dengan tuan wibowo yang tak bisa hadir hari ini".
"Bedebah" umpat Teddy ketika mendengar nama ayahnya di sebut oleh Andika.
__ADS_1
"Awas kau" Ancam Teddy seraya berjalan pergi menunggakkan Andika yang tengah tersenyum puas.
"Aku tunggu anak manis" Teriak Adrian yang di sambut tawa oleh Andika.