
Presdir Ferry sedang duduk di ruangannya, wajahnya terlihat bahagia, hari ini Adrian akan datang untuk mengantar surat yang menyatakan kepemilikan beberapa aset dari Aras group atas nama Jeny.
Setelah melewati beberapa persidangan yang selalu dihadiri oleh Presdir Romy akhirnya dia yakin bahwa Adrian akan memenangkan pertandingan, oleh karena itu Presdir Romy mau memberikan aset atas nama Jeny yang diminta oleh Presdir Ferry sebagai imbalan atas bantuannya meminta Adrian untuk menjadi pengacara Aras group.
Presdir Ferry sudah bisa membayangkan seberapa besar nilai aset dari Atas group itu, 10% aset Aras group hampir seperempat nilai seluruh aset Mahesa group, dengan adanya aset itu akan membuat kondisi keuangan dari Mahesa group semakin kuat.
"Roy."
"Iya tuan."
"Sambut Adrian dan tamu kehormatan kita di loby."
"Baik tuan."
Roy langsung turun ke loby untuk menyambut kedatangan Adrian dan Presdir Romy, Presdir ikut hadir untuk mendengarkan isi dari klausul surat perjanjian sekaligus menyaksikan penyerahan aset itu, meskipun secara kepemilikan masih menjadi milik Chandra tapi Jeny sudah bisa mengatur beberapa cabang perusahaan yang sudah berganti atas namanya.
"Selamat datang tuan Romy." Roy menunduk hormat ketika Presdir Romy turun dari mobilnya.
"Apa Adrian sudah datang?"
__ADS_1
"Belum tuan."
"Dasar, apa dia merasa bisa melakukan semaunya sehingga berbuat seenaknya seperti ini." Hardik Presdir Romy dengan wajah terlihat kesal, Roy memilih untuk diam tanpa ikut berkomentar.
Mobil Adrian memasuki loby Mahesa group, dari dalam mobil Adrian dapat melihat Presdir Romy yang sedang berbicara dengan Roy, melihat wajah kesal Presdir Romy, Adrian bisa menyimpulkan bahwa kedatangan Adrian yang sedikit terlambat membuat Presdir Romy kesal.
"Tuan Adrian." Sapa Roy dengan ramah pada Adrian.
"Sepertinya anda terlalu bersemangat tuan Romy." Adrian mengejek Presdir Romy tanpa membalas sapaan dari Roy, Roy yang melihat tatapan tajam dari Presdir Romy langsung berinisiatif untuk mengantar mereka ke ruang Presdir Ferry.
"Silahkan tuan-tuan Presdir Ferry sudah menunggu di ruangannya." Presdir Romy menatap Roy sejenak, kemudian dia beranjak meninggalkan Adrian dan Roy.
- - -
Di dalam ruangan Presdir Ferry
Adrian sedang membacakan klausul perjanjian atas penyerahan aset Aras group kepada Jeny.
Presdir Ferry dan Presdir Romy mendengar semua yang di ucapkan Adrian dengan seksama, Presdir Romy tidak mau ada poin yang merugikan dirinya di dalam perjanjian itu.
__ADS_1
"*Pihak pertama setuju menyerahkan aset sebesar 10% kepada pihak kedua."
"Aset sebesar 10% atas nama Jenyca Arnelita Mahesa dapat dimiliki setelah pihak kedua menikah dengan putra dari pihak pertama*."
Presdir Ferry langsung protes setelah mendengar poin yang menurutnya merugikan dirinya.
"Biarkan saya menyelesaikan dulu tuan." Ucap Adrian menanggapi protes dari Presdir Ferry.
"Apabila terjadi masalah dengan perusahaan pihak pertama, maka aset atas nama Jenyca Arnelita Mahesa tidak akan di libatkan atas masalah yang timbul pada pihak pertama."
Mendengar hal itu giliran Presdir Romy yang protes, dia tidak mau jika aset 10% itu benar-benar lepas dari perusahaannya apabila ada masalah, yang berarti jika aset perusahaan Presdir Romy akan di sita karena kalah dalam persidangan maka aset milik Jeny akan aman.
"Apa kamu meragukan Adrian?" Presdir Ferry membela Adrian karena poin tersebut menguntungkan dirinya, Presdir Romy hanya menatap tajam Presdir Ferry, dia tidak memiliki daya untuk menolaknya.
Dengan berat hati Presdir Romy akhirnya menerima isi dari surat perjanjian itu, sedangkan Presdir Ferry terlihat tersenyum setelah mengetahui dirinya yang diuntungkan dalam perjanjian ini.
Adrian hanya tersenyum sinis melihat Presdir Romy menandatangani surat perjanjian, dia juga menatap Presdir Ferry dengan tatapan mengejek, tentu saja orang yang paling diuntungkan dalam perjanjian ini adalah Adrian, karena setelah bertemu dengan Chandra kemarin membuat Adrian yakin bahwa rencananya akan berjalan lancar untuk menghancurkan Aras group dan membuat Mahesa group berada di ujung kehancuran.
"Lihatlah kalian dua orang bodoh yang sebentar lagi akan hancur." Gumam Adrian.
__ADS_1