SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
KEHIDUPAN JENY


__ADS_3

Jeny sudah kembali ke rumah besar milik Ferry Mahesa, dia menjalani rutinitas baru sebagai salah satu direktur di Mahesa group, jabatan yang diberikan oleh ayahnya agar Jeny bisa mempelajari seluk beluk perusahaan yang akan dia jalankan kelak ketika sang ayah sudah pensiun.


Jeny dan ayahnya sedang menikmati sarapan mereka, hari ini Jeny akan di kenalkan kepada petinggi perusahaan sebagai direktur dan calon penerus Ferry Mahesa.


"Lita."


"Iya ayah." Lita adalah panggilan untuk Jeny di keluarga dan teman-teman dekatnya, dia merubah panggilannya menjadi Jeny karena tugas yang diberikan oleh ayahnya untuk memata-matai Aras group.


"Hari ini kamu akan ayah kenalkan kepada petinggi perusahaan dan para pemegang saham."


"Baik ayah."


"Tampil semenanwan mungkin, akan ada calon suamimu disana."

__ADS_1


"Baik ayah." Jeny menjawab dengan lemas, sebelum menjalankan tugas dari ayahnya Jeny sudah di beritahu perihal perjodohannya dengan salah satu anak dari rekan bisnis ayahnya.


Setelah selesai sarapan Jeny dan Presdir Ferry berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil yang berbeda, sejak dulu Jeny tidak pernah bersikap manja walaupun dia adalah anak tunggal dari Ferry Mahesa.


Jeny tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan mandiri, dia hidup tanpa kasih sayang dari orangtuanya, orang tua Jeny berpisah semenjak Jeny kecil, Jeny tumbuh dengan diasuh oleh pengasuh yang hingga kini masih bekerja pada keluarga Ferry Mahesa.


"Bu, Lita berangkat dulu ya." Jeny mencium tangan sosok wanita yang sudah terlihat tua, dialah yang mengasuh Jeny sejak kecil.


"Hati-hati non." Jawab Bi Lilis, wanita yang sejak dulu menganggap Jeny sudah seperti anaknya sendiri.


- - -


Di dalam ruang rapat yang cukup besar sudah duduk puluhan orang dengan penampilan yang menunjukkan mereka adalah orang-orang berkelas, mereka adalah para petinggi dan pemegang saham Mahesa group.

__ADS_1


Kursi paling ujung dan terlihat paling mewah diantar kursi yang di duduki oleh yang lainnya, sudah ada Presdir Ferry dan Jeny yang duduk di sebelahnya.


Presdir Ferry yang biasanya menunjukkan ekspresi wajah dingin, hari ini terlihat mengembangkan senyum sedari dia masuk ke dalam ruangan, Presdir Ferry merasa sangat bahagia karena sudah tidak ada lagi Aras group yang menjadi penggagu perusahaannya, selain itu dia merasa bahagia karena Jeny sebentar lagi akan menikah.


"Terimakasih atas kehadiran kalian semua." Presdir Ferry membuka rapat pagi itu "Hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk Mahesa group, di samping saya sudah ada Lita, putri semata wayang saya yang akan menjadi direktur utama di Mahesa group."


Jeny berdiri dan memberi salam kepada semuanya "Saya Jenyca Arnelita Mahesa, mohon bimbingan dan kerjasama untuk kedepannya." Tepuk tangan langsung terdengar riuh menyambut perkenalan Jeny.


"Selain itu kita juga menyambut investor dan pemegang saham terbesar di Mahesa group yaitu Teddy Wibowo, putra dari Wibowo Saputra pemilik dari Wibowo group." Teddy berdiri dengan senyuman di wajahnya, dia memperkenalkan diri.


"Teddy adalah calon suami dari putri saya Lita." Beragam ekspresi langsung terlihat ketika Presdir Ferry mengumumkan perihal perjodohan Teddy dan Jeny, ada yang terlihat bahagia, banyak yang terlihat kecewa karena tidak jadi menjodohkan anak mereka dengan putri tunggal pemilik Mahesa group.


Jeny hanya duduk tanpa ekspresi apapun ketika ayahnya mengumumkan perihal perjodohan itu, tidak ada senyum yang terlihat di wajah Jeny, Jeny justru memperlihatkan raut kesedihan, sungguh Andika sudah bisa mengambil seluruh cinta Jeny.

__ADS_1


"Aku tunggu janjimu yang akan merebut cinta dari Jenyca putri Ferry Mahesa Andika." Ucap Jeny dalam hatinya.


__ADS_2